
“Mama, kok video mama ada di sini?”
Luis mendengar apa yang mama bicarakan, sampai dirinya yang keras kepala malah jadi sedih mendengar apa yang mamanya bicarakan.
“Luis, mama minta maaf ya karena udah ninggalin kamu di usia muda, mama yakin kamu pasti benci mama, tapi mama tidak masalah sayang kalau kamu benci sama mama, mama terima karena mama bukan mama yang baik untuk kamu, tapi satu hal yang harus kamu tau, mama selalu sayang Luis dan perasaan sayang mama ke Luis tidak pernah berubah sayang.”
Luis meneteskan air mata, seraya dirinya merasakan rasanya sakit hati, yang tidak terbalaskan tidak lama, Ivano mendekap Luis.
“Yang sabar ya adik, mama begitu pasti punya alasan kenapa 10 tahun lalu ninggalin kita.”
“Iya kak, aku udah maafin mama kok dan aku juga tidak pernah benci mama.”
“Baguslah dek kalau gitu ayo tidur dek, udah malam kamu udah makan?”
“Belum kak, lapar.”
Ivano hanya senyum sambil mengusap kepala Luis, lama-lama di luar malah tidak makan, akhirnya Ivano masak yang sederhana untuk Luis.
“Kakak kok udah bangun sih? Bukannya tadi kakak tidur ya?”
“Mana bisa kakak tidur, kalau kamu belum pulang.”
“Kan ada supir, emang kenapa kakak harus pusing.”
“Yah tetap harus jaga lah kan kamu adik kakak, kakak harus rata sayangnya sama semua adik kakak tidak boleh pilih kasih, mengerti tidak kamu makannya jangan suka berbuat sendiri ok.”
Luis hanya senyum mendengar perkataan Ivano, Ivano yang melihat itu hanya menggeleng kepala, selesai masak akhirnya Ivano dan Luis makan bersama, Pearl yang melihat dari cctv hanya senyum.
“Sayang.”
Pearl mendecit saat mendengar suara Theo, tidak lama Pearl menghadap ke belakang, saat melihat Pearl kaget dengan mengambil bunga yang di tangan Theo.
“Theo, kamu baik-baik saja kan suamiku? Ada apa dengan kamu.”
“Aku sedih kamu marah terus sama aku, sampai aku cari cara biar kamu maafin aku, semoga kamu bisa maafin aku ya sayang.”
Pearl hanya senyum mengalungkan tanganya ke arah Theo, Theo kaget melihat ke arah Pearl, Pearl hanya senyum melihat ke arah Theo.
“Ya sayang, udah aku maafin kok tenang aja lagian siapa juga yang berani marahin suami manis kayak kamu lama-lama sayang.”
“Makasih sayang.”
“Iya sayang sama-sama.”
Pearl merangkul Theo sambil menarik Theo melihat ke arah cctv, Theo bingung ada apa dan mengecup pipi Pearl sambil melihat yang Pearl kasih.
__ADS_1
“Sayang, liat deh anak kita jadi dekat kok aku jadi kangen mereka ya?”
“Kamu mau pulang? Kalau mau aku belikan kamu tiket gimana?”
“Emang kamu tidak kesepian? Kalau tidak ada aku?”
“Kesepian, tapi demi kebahagiaan kamu, aku rela biar kamu senang sayang, kamu udah banyak menderita karena aku, aku tidak mau buat kamu menderita lebih dalam lagi sayang.”
Pearl tersenyum sambil mendekap Theo dengan erat, Theo mengusap kepala Pearl dan mengecup Pearl dengan lembut sambil Pearl melihat ke arah Theo.
“Kasih aku waktu mikir, boleh kan Theo?”
“Iya boleh sayang, tenang aja.”
Pearl tidur di sebelah Theo, sambil melihat muka Theo yang berada di dekatnya, Pearl mengecup pipi Theo dan tidur, keesokan paginya Pearl bangun Theo udah gak ada di kasur dan ada secarik kertas yang di buka oleh Pearl.
“Sayang hari ini aku ada rapat, kamu dirumah dul aja ya kalau ada apa-apa, panggil aku kalau kamu bosan keluar aja nanti aku suruh supir dan pengawal temanin kamu.”
Pearl hanya senyum dan mengecup secarik kertas yang ada di tangannya, sambil bersih-bersih dan setelah selesai mengambil handphone lalu liat anak-anaknya lewat cctv.
“Anak-anak mama kangen kalian, kalian baik-baik ya di sana, mama yakin kalian bisa akur setiap harinya.”
Pearl selesai makan dan pergi belanja untuk anak-anaknya, tidak lama kepikiran mau beli untuk Theo, setelah selesai Pearl sampai dirumah dan ada Theo yang lagi video call sama anak-anaknya.
“Halo pa.”
Anak-anak hanya diam dan mengakhiri telepon, Pearl bingung ada apa tidak lama Pearl duduk di dekat Theo, Theo hanya mengusap kepala Pearl.
“Kamu kenapa sayang?”
“Anak-anak benci aku ya? Aku kayaknya salah dimata mereka?”
“Tidak sayang, mereka cuman takut kamu marah lagi.”
Handphone Pearl berderingdari anak-anaknya, Pearl melihat dengan rasa biasa aja serta bete dengan perlakuan anak-anaknya.
“Ma, kita sayang mama, sengaja tadi tidak mau bicara sama mama, takut mama masih marah jadi kita yang hubungin mama pribadi aja.”
Pearl merasa terharu dengan perlakuan anak-anaknya tidak lama Theo hanya tersenyum melihat ke arah Pearl yang lagi senang karena anak-anaknya.
“Anak-anak aku kenapa jadi romantis ya, keturunan papanya ya?”
“Kayaknya? Tapi emang aku romantis anaknya? Aku aja baru tau kalau aku anaknya romantis.”
Pearl tersenyum, sedangkan Ivano merasa rindu akan Alice, Alice mengirim pesan kepada Ivano, Ivano tersenyum kepada pesan Alice.
__ADS_1
“No, lagi apa?”
“Lagi mikirin kamu terus pas banget kamu kirim pesan ke aku, senang aku.”
“Lah? Kalau mikirin kenapa tiadak kirim pesan dari tadi aja?”
“Aku takut ganggu kamu belajar sayang, makannya aku tidak kirim pesan ke kamu, kamu marah ya?”
Alice hanya diam dan mikir mana mungkin dirinya bisa merasa terganggu kalau pria imut ini yang mengganggu. Sampai Ivano ikut senyum akan perkataan Alice.
“Yaudah aku tidur dulu ya no, bye no.”
Alice merasa malu dengan perkataan Ivano, tidak lama Ivano hanya senyum setelah senyum, akhirnya balikke Elina dan juga Luis.
“El, besok kita kencan ya?”
“Kamu tidak ada kelas?”
“Tidak ada sayang,kenapa?”
“Yaudah kalau gitu mau jam berapa?”
Luis sangat senang saat tau dirinya bisa pergi kencan bersama Elina, tidak tau kenapa dirinya merasa ingin buru-buru serius dengan Elina, tapi kenyataan dia tidak bisa melangkah kakaknya.
“Sayang.”
“Iya Luis ada apa?”
“Kamu pernah tidak ada niat nikah sama aku?”
“Kok pertanyaan kamu aneh, yah pasti adalah kalau tidak ada mana mungkin aku mau nikah sama kamu sekarang sayang, kata kamu tunggu kayak kamu, kok sekarang jadi kamu yang ngebet ada apa.”
Luis diam saat Elina berkata demikian, sampai akhirnya dirinya jalan ke arah balkon dan merenungkan sifatnya yang terlalu terburu-buru.
“Tidak kok, aku cuman nanya aja tidak buru-buru lagian kan kamu tau aku baru masuk kuliah, kalau aku mau nikah sama kamu, aku kasih kamu makan apa sayang?”
“Oh, kamu takut hidup aku tidak layak gitu kah?”
“Iya dong, kan kamu tuan putri aku hidup kamu harus layak sayang, kalau tidak layak aku yang merasa bersalah sama kamu nanti, paham kan?”
“Iya paham, yaudah kamu tidur deh udah malam tau besok ada kelas kan, aku jugangajar besok bye malam sayang sampai jumpa besok.”
Luis merasa senang memiliki psangan seperti Elina, kebesokan paginya di kampus, Luis lagi jalan dengar lagu sedangkan Alice lagi belajar tanpa melihat siapapun, Luis yang melihat Alice sengaja berdiri di depannya Alice melihat.
“Eh, Luis? Ada apa?”
__ADS_1
“Lu ini ya belajar terus, nanti belajarnya di kelas atau tempat tenang, kalau lagi jalan sambil belajar bahaya emang lu mau muka cantik lu rusak, ayo jalan gua jagain.”
Alice hanya senyum kepada Luis, setelah itu mereka jlan ke kelas, orang-orang tidak suka melihat kedekatan Alice dengan Luis, Luis terus memperhatikan Alice sambil iseng kepada Alice.