Dj Kesayanganku

Dj Kesayanganku
DJK PART 27


__ADS_3

"Duh, sakit banget siapa sih yang nabrak gua matanya buta kali ya," pekik wanita cantik yang tersungkur di aspal.


Andi melihat ke arah wanita cantik itu, sembari tidak kedip tidak lama wanita itu melihat ke arah Andi, Andi yang di marahin wanita itu merasa adanya bunga-bunga cinta bermekeran berserta hati-hati yang terbang.


"Woi! lu dengar gua bicara tidak sih, ini gua sakit bukannya bawain gua kerumah sakit malah diam aja, lagi ngelamun apa lu pasti ngelamun tidak-tidak ya dasar pria kebiasaan bawannya begitu aja, gua kasih tau pacar gua lu!" jerit wanita cantik itu kepada Andi.


Andi sontak mengendong wanita cantik itu tanpa meminta izin lebih awal ke wanita cantik itu, wanita cantik itu seketika diam setelah masuk ke dalam mobil Andi.


"Oh ya, nama lu siapa? gua Andi," ucap Andi dengan tegas.


"Mau ngapain lu tau nama gua, emang penting lu bawa gua kerumah sakit aja, tidak usah nanya-nanya yang tidak penting," ujar wanita cantik itu dengan melihat ke arah jendela.


"Iyaudah kalau gitu, nanti kalau di tanya rumah sakit juga lu harus bilang kan, siapa nama lu," kata Andi sembari meledek wanita itu.


"Ck! nama gua Rachel, biasa di panggil Achel terserah lu mau manggil apa intinya kerumah sakit dulu, sakit ini luka gua kenapa sih udah di putusin cowo ketemu lu di tabrak lagi, sedih banget hidup gua," tegas Rachel kepada Andi.


Andi yang mendengar kehidupan Rachel sama sepertinya bedanya, Rachel lebih beruntung bisa pacaran sedangkan dirinya tidak bisa.


Sampai dirumah sakit Andi sontak mengendong Rachel, tidak lama Rachel di bawa keruangan Andi menunggu di luar tidak lama akhirnya, selesai juga dokter kelua.


"Dok, gimana keadaan Rachel?" tanya Andi dengan nada khawatir.


"Pasien baik-baik saja, cuman pasien sedikit luka ringan serta mengalami shok nanti setelah selesai, juga baik lagi," ucap dokter dengan senyum menggunakan masker.

__ADS_1


"Baik dok makasih dok," kata Andi dengan menurunkan kepalanya ke arah bawah.


"Kalau gitu saya permisi ya pasien udah boleh di jenguk kok, tapi di harap jangan berisik ya," ujar dokter kepada Andi.


Andi hanya tersenyum kepada dokter, tidak lama akhirnya Andi masuk ke dalam ruangan sedangakan Rachel masih merasa kesal.


"Lu kenapa, kok muka lu begitu?" tanya Andi dengan nada bingung.


"Lu kenapa bawa gua kerumah sakit ini, emang tidak ada rumah sakit lain apa," ucap Rachel kepada Andi.


"Lah? emang kenapa rumah sakit aja pilih-pilih kan gua yang bayar, yang penting lu sembuh dulu jangan permasalahin rumah sakit atau uang semua gua yang keluarin tenang aja," kata Andi kepada Pearl.


"Dokter tadi mantan gua! gua benci ketemu dia, dia itu maanfaatin gua demi dia jadi dokter, karena bantuan keluarga gua, makanya gua gak suka di rumah sakit ini dia pacaran sama sahabat gua sendiri sekarang mereka udah nikah, paham tidak gimana sakitnya  enam tahun pacaran di bohongin, lu tidak akan ngerti sih," kata Rachel sembari mengertakan giginya.


Andi yang mendengar kesedihanya Rachel membuatnya merasa sakit hati, sampai akhirnya sontak Andi mendekap Rachel tanpa meminta izin.


"Tunggu, lu tidak ada pacar emangnya," ucap Rachel kepada Andi.


"Hmm emang kalau ada kenapa, kalau tidak kenapa," jawab Andi dengan ketawa kecil kepada Rachel.


"Dih! ngeselin lu tapi sekali lagi makasih ya, seengaknya  hidup gua gak semenyedihkan itu, intinya makasih pokoknya," tutur Rachel kepada Andi.


Andi tersenyum saat Andi mau melepas dekapan di tahan oleh Rachel, Andi kaget saat melihat tingkah Rachel seperti itu sampai akhirnya mereka terbawa suasana mantan Rachel, yang melihat itu merasa kesal sontak mengepal tangan.

__ADS_1


"Rachel, walau kita udah putus bukan berarti kamu bebas mau kemana aja, kamu tetap punya aku dan kamu harus sadar kamu berhadapan sama siapa, lalu pria ini siapa ya kenapa dia dekap Rachel seperti sayang banget, apa dia pacar baru Rachel, tapi Rachel kapan kenal sama dia kenapa mereka dekat banget ada yang tidak beres, harus cari tau," ucap mantan Rachel kepada dirinya sendiri.


Andi melepas dekapan bersama Rachel, ternyata Rachel tidur di dalam dekapanya Andi, kembali mendekap Rachel tanpa merasa beban.


"Ini cewe lucu juga ya kalau lagi tidur cantik lagi, tapi kenapa kalau melek ngeselin banget sih! hmm mau marah tidak bisa marah sangking imutnya, tapi dia ngambek aja kayak anak kecil kok bisa sih ada orang yang berani sakitin lu, setelah pertemuan kita ini tidak bakal ada yang boleh nyakitin lu selain gua dan kalau ada, dia pasti tidak bakal bisa hidup di dunia ini lagi," gumam Andi kepada dirinya.


Kebesokan paginya Rachel bangun melihat roti sobek di sebelahnya sontak kaget, ternyata pria kemarin yang menyelamatkanya Rachel tersenyum melihat sih pria roti sobek.


"Andi lucu juga ya kalau lagi tidur, gua kira itu manusia cuman bisa ngeselin aja ternyata dia bisa imut juga, tidak nyangka gua tapi kayaknya gua jahat banget sama dia, udah marahin dia hukum dia juga lagi, lagian ngapain gua takut sama mantan gua selagi gua ketemu orang baik kayak dia, kadang gua punya sisi bego juga ya," gumam Rachel sembari melihat Andi.


Andi tersadar di dalam pelukan Rachel, Rachel pura-pura tidur agar tidak ketawan sama Andi, ternyata Andi tau lalu tersenyum kepada Rachel.


"Gua tau daritadi lu liatin gua, ada apa dengan muka gua," ucap Andi dengan Rachel.


Rachel sontak membuang muka ke arah lain, tidak lama akhirnya mereka diam saja, tidak lama suster datang ketika suster masuk mereka sudah di posisi yang benar.


"Ini untuk sarapanya ya ibu Rachel, bapak nanti suapin istrinya ya," kata suster kepada Andi.


Andi hanya tersenyum tidak lama suster keluar dari ruangan mereka, tanpa sadar mereka sudah mengacaui semuanya, setelah akhirnya Andi suapin Rachel.


"Ini makan," ucap Andi kepada Rachel.


"Hmm, apaan sih gua bisa sendiri kok perkataan suster itu tidak perlu lu ikutin buat apa juga lu ikutin ada-ada aja lu," kata Rachel kepada Andi.

__ADS_1


Andi tersenyum kepada Rachel sembari tetap suapin dan tidak peduli apa kata Rachel, tidak lama handphone Andi berdering dari Pearl seketika Andi menaruh makanan Rachel mengangkat telepon dari Pearl.


Tidak tau kenapa hati Rachel terasa sakit saat melihat Andi mengangkat telepon dari oranglain, sayangnya dia bukan siapa-siapa hanya sebatas korban dan juga penabrak tidak lebih dari itu.


__ADS_2