Dj Kesayanganku

Dj Kesayanganku
DJK PART 11


__ADS_3

"Kasihan tanganya sakit pasti, kenapa kamu ngelakuin ini," tanya Pearl kepada Theo.


"Kamu yakin masih mau tau alasannya apa? yah kesal sama kamulah emang apa lagi," jawab Theo kepada Pearl.


Pearl sontak mendekap Theo kembali, tidak lama akhirnya Theo mereda juga marahnya Pearl melepas dekapanya kepada Theo.


"Janji jangan marah lagi, karena aku juga janji tidak bakal nyakitin kamu ini harus jadi yang terakhir," ucap Pearl sembari menyodorkan jari kelingkingnya kepada Theo.


Theo hanya tersenyum sembari mengelus kepala Pearl, Pearl merasa bingung ada apa dengan Theo, sontak Theo mengecup Pearl.


"Aku tidak pernah sesayang ini sama wanita, kamu salah satu wanita yang bisa buat aku kayak gini, gimana persaaan kamu?" tanya Theo kepada Pearl.


"Iya senanglah makasih sayang, aku juga sayang sama kamu kalau tidak sayang sama kamu mana mungkin, aku mau nikah sama kamu," jawab Pearl kepada Theo.


Pearl akhirnya duduk di kemudi dan menjadi supir pribadi Theo, sampai di kantor Theo, Pearl mengantar Theo keruangaanya.


"Sayang, kamu udah makan?" tanya Pearl kepada Theo.


"Belum, tidak sempat makan dengar kamu mau donor darah untuk oranglain," ucap Theo kepada Pearl dengan nada kesal kalau ingat kejadian tadi.


"Iyaudah maaf, kamu mau makan apa? aku beliin makan ayo makan bareng," kata Pearl kepada Theo.


"Apa aja yang penting kamu mau makan apa aja sayang, aku nurut aja sama kamu, aku balik kerja dulu kalau makannya udah datang kasih tau aku ya," ujar Theo kepada Pearl.


Pearl hanya diam dan memesan makanan yang dekat, tidak lama sembari menunggu makanan akhirnya Pearl ketiduran, Theo menghampiri Pearl sembari mengecup pucuk kepala Pearl.


"Kamu belum bilang limat menit tapi sekarang kamu udah tidur, dasar wanita ucapanya tidak bisa di pegang untung lucu kalau tidak aku hukum," tutur Theo kepada pearl.


Tidak lama makanan datang di antar oleh asisten Theo dan disuruh bawa masuk sembari Theo duduk di sofa memandang Pearl yang lagi tidur.


"Udah kamu ngapain di sini! keluar emang ada urusan apalagi," perintah Theo kepada asistenya.

__ADS_1


Asistenya buru-buru keluar, setelah keluar sampai akhirnya asistenya merasa itu benaran bosnya apa bukan sepertinya, bosnya tidak pernah begitu mengapa tiba-tiba begitu.


"Pft, kayaknya aku harus kerja lagi berhubung dia tidur tunggu dia bangun baru makan aja deh," gumam Theo kepada dirinya sendiri.


Pearl menahan tangan Theo dan mendekap Theo dengan erat, Theo sontak kaget melihat ke arah Pearl dan tidak sengaja mengecup Pearl.


"Theo," panggil Pearl yang masih setengah sadar.


Theo melepas kecupan tersebut dan memerah sembari Pearl tersadar dari bangunya dia masih tidak sadar apa yang barusan dia lakukan dengan Theo.


"Theo kamu kenapa merah mukannya kamu sakit ya? gara-gara aku tidur maaf ya sayang," kata Pearl kepada Theo.


Theo membuang muka sembari menghadap belakang ke arah Pearl, Pearl sepertinya sadar kalau Theo marah kepadanya tidak lama akhirnya mereka makan Theo terus buang muka kepada Pearl.


"Theo, aku minta maaf ya aku tidak sengaja aku capek banget," ucap Pearl kepada Theo.


"Hm," ujar Theo kepada Pearl yang tetap tidak mau melihat Pearl.


Theo kembali mengingat kejadian barusan Theo memerah lagi, sekarang menambah telinganya juga merah tidak lama, Pearl mendekatkan dahinya kepada dahi Theo, Theo tidak bisa menahan sontak Theo mengecup Pearl kembali Pearl sama sekali tidak melawan malas membalas kecupan tersebut.


"Kok kamu tidak marah," ujar Theo kepada Pearl yang di depannya.


"Untuk apa aku marah, kan kamu suami aku emang harus aku marah," jawab Pearl kepada Theo.


"Jadi menurut kamu ini hal wajib yang dilakukan suami istri," ungkap Theo kepada Pearl yang sedang diam.


Pearl hanya tersenyum sembari menghelus kepala Theo, Theo merasa malu dengan istrinya sendiri karena Pearl sudah tau sedikit demi sedikit sifat Theo.


Pearl mangkin sengaja beridiri dari bangkunya dan duduk di pangkuan Theo, Theo yang melihat Pearl sangat dekat dengannya tidak bisa berkata apa-apa.


"Theo, sayang kamu lagi merasa canggung sama aku?" tanya Pearl kepada Theo.

__ADS_1


"H-ha? canggung kenapa harus canggung kan kamu istri aku," jawab Theo dengan memalingkan wajahnya dari Pearl.


Pearl terus menahan kedua wajah Theo dengan tangan mungilnya tidak lama saat mereka mendekat, asistennya datang lagi lalu Pearl naik dari pangkuan Theo.


"Iyaudah aku pulang ya Theo, harusnya kalau kita mau bermesraan bukan di sini tempatnya tapi di tempat yang ada kita berdua, bye semangat kerjanya sayang aku tunggu di rumah jangan malam-malam pulangnya," kata Pearl kepada Theo.


"Ibu Pearl," ucap asisten kepada Pearl.


Pearl hanya tersenyum tidak lama Theo hanya diam sembari menelan salivanya serta melihat ke arah Asisten yang memandangi istrinya bos.


"Kamu kenapa ke sini! ada apa yang mau dibicarakan," tanya Theo kepada asistenya.


Asistenya memberi jadwal rapat, tidak lama akhirnya pergi rapat selesai rapat jam 9 malam, asistenya mengantar bosnya sampai rumah.


Theo masuk ke dalam kamar, sembari melihat Pearl tidur dengan terlelap Theo pergi bersih-bersih dan selesai bersih-bersih mengunakan balutan handuk baju menyalakan laptopnya tiba-tiba ada yang mendekap dari belakang lalu membisik ke kuping Theo.


"Sayang, kamu ngapain?" tanya Pearl kepada Theo.


Theo hanya menelan salivanya kembali sembari mengecup pucuk tangan istrinya, istrinya terus mengalungkan dirinya dan berderkatan dengannya.


"Kerja sayang, kamu tidur duluan aja maaf aku ganggu tidur kamu ya kalau gitu aku pindah ruangan aja," kata Theo kepada Pearl.


Pearl menahan Theo, Theo terdiam sembari menahan laptop di tangan kirinya, sedangkan tangan kananya menahan Pearl yang duduk di pangkuannya.


"Kamu tidak pernah ganggu justru aku udah tunggu kamu berjam-jam di tambah kamu tidak jawab pesan aku, kamu kemana aja? kamu udah bosan sama aku di tambah kamu sering buang muka kalau liat aku, di luar sanah udah ada perempuan lain yang lebih baik dari aku," tanya Pearl kepada Theo.


Theo hanya tertawa kecil mendengar perkataan Pearl tidak lama Pearl merasa bingung, sontak Theo mencubit kecil pipi milik Pearl.


"Sayang, siapa yang bisa ganti posisi kamu, kamu selalu ada di hati aku kadang dekat kamu buat aku tidak tahan untuk berbuat nakal, jadi aku lebih memilih menjauh maaf ya," ungkap Theo kepada Pearl.


Pearl terdiam mendengar perkataan Theo sontak Pearl mendekap Theo dengan erat, tidak lama Theo menaruh laptopnya di meja sembari mebalas dekapan erat Pearl kepadannya.

__ADS_1


__ADS_2