Dj Kesayanganku

Dj Kesayanganku
DJK PART 41


__ADS_3

"Sayang, kamu mau sampai kapan sih kayak gitu?" tanya Rachel.


"Maksudnya apa sih sayang, aku jadi bingung maksud kamu apa," kata Andi.


Rachel hanya mendecik merasa kesal dengan perkataan Andi, tidak lama perut Rachel terasa keram serta sakit, Andi sontak membantu di tepis oleh Rachel, tapi Andi tidak peduli dan tetap gendong Rachel kerumah sakit.


Sampai dirumah sakit Rachel langsung di bawa keruangan untuk di periksa, Andi yang menunggu kabar di luar, merasa takut dan tetap tenang penuh perjuangan tidak lama dokter keluar.


"Dok, istri saya gimana?" tanya Andi.


"Istri anda hanya mengalami keram nanti juga membaik kok," ucap dokter.


"Jadi, saya harus gimana dok," ucap Andi.


"Tidak perlu khawatir pelan-pelan aja di pijat nanti lama-lama keramnya juga lewat itu hanya interaksi antara si ibu dan anak aja kok tidak perlu di khawatirkan," jawab dokter.


Andi yang mendengar itu merasa aneh walau terkadang juga senang mendengarnya, tidak lama akhirnya dokter pergi dari hadapan Andi, Andi masuk keruangan Rachel.


Andi mendekap lembut tangan Rachel, Rachel hanya diam tidak bisa berkata apa-apa tidak lama, akhirnya tangan Rachel bergerak Andi kaget melihat ke arah Rachel.


"Sayang, kamu udah bangun, ada rasa sakit tidak? kalau ada kasih tau aku sayang," ujar Andi.


"Tidak kok, kamu tenang aja sama sekali tidak ada ini kita dimana sayang," ucap Rachel.


"Hmm ini di rumah sakit sayang, soalnya kamu tadi keram dan pingsan jadi aku bawa kerumah sakit aku takut kamu kenapa-kenapa," ungkap Andi.


"Maaf ya aku jadi ngerepotin kamu, tidak seharusnya aku ngerepotin kamu, harusnya aku lebih bisa jaga diri aku, kalau kamu lagi sibuk kerja aku harus gimana," kata Rachel.


Andi hanya menghelus kepala Rachel, tidak lama Andi mendekap Rachel setelah itu balik ke Pearl dan juga Theo, yang main bersama Ivano.


"Sayang, anak papa kamu kalau udah gede mau jadi apa?" tanya Theo.


"Sayang, kamu kalau nanya yang benar aja, anak kita belum bisa bicara emangnya, kamu mau dia jadi apa," jawab Pearl.


"Aku terserah anak aku aja, huaa papa pengen Ivano bisa cepat bicara, biar papa ada teman ngobrol," ujar Theo.

__ADS_1


"Emang, aku tidak bisa di ajak bicara ya!" ketus Pearl kepada Theo.


Theo hanya senyum tidak enak sontak sembari menoel ke arah Pearl, Pearl yang buang muka tidak mau melihat ke arah Theo.


"Sayang, mamanya Ivano jangan marah dong maksud aku baik, aku tidak mau menganggu kamu kan kamu kalau udah sama dunia kamu, kamu sendiri aja mana pernah kamu mau bicara sama aku, benar tidak kata aku," ucap Theo.


"Jadi kamu salahin aku karen aku terlalu seru dengan dunia aku sendiri, gitu ya maksudnya," jawab Pearl.


Theo merasa situasai semangkin tidak benar, sampai akhirnya Theo menaruh Ivano ke dalam tempat tidur, Theo menarik tangan Pearl dengan lembut keluar dari ruangan Ivano.


"Sayang, dengarin aku ya maksud aku itu bicara sesama laki, bukan bicaraan biasa kita," ungkap Theo.


"Sama aja intinya aku tidak seru dan kamu bosan sama aku, yaudah kalau gitu aku cari suami baru aja biar kamu bisa bicara, sama istri baru kamu," sahut Pearl dengan emosi.


"Loh! kenapa jadi istri baru sih, aku tidak bilang gitu," ucap Theo.


Pearl tidak mau memandang Theo sama sekali, Theo hanya tersenyum merasa lucu kepada Pearl, sampai akhirnya Pearl juga malas melihat ke arah Theo, Theo mengecup Pearl dan Pearl kaget sontak ingin menampar tapi karena suaminya, jadi diam aja lalu suaminya melakukan kembali.


"Theo, sekali boleh tapi kalau keterusan juga kurang ajar!" ketus Pearl.


Pearl hanya diam dan mencoba mundur dari hadapan Theo, merasa malu saat berbicara seperti itu kepada Theo, Theo yang tau hanya tersenyum tidak lama akhirnya Theo menutup Pearl agar Pearl tidak bisa lewat.


"Theo misi, aku mau lewat," ucap Pearl.


Theo tetap menahan Pearl, tanpa menanya Pearl tidak lama akhirnya Pearl hanya diam sontak Theo mendekatkan wajahnya kepadanya.


"Sayang, kamu kenapa?" tanya Theo.


Sontak Pearl membuka mata Theo mengecup Pearl dan Pearl kaget, setelah itu Pearl hanya diam lalu membalas perbuatan Theo.


"Theo, kamu itu ya bandel banget kalau di bilangin," ucap Pearl.


Handphone keduanya berdering tidak lama mereka hanya diam dan bingung mau menjawab apa tidak soalnya ini kesempatan langkah untuk mereka berdua.


Akhirnya mereka hanya menghela nafas dan menjawab telepon tersebut walau sebenarnya mereka tidak terlalu senang.

__ADS_1


"Halo Andi, ada apa?" tanya Pearl.


"Iya,  ada urusan apa," kata Theo.


Keduanya sibuk berbicara soal bisnis, tidak lama Ivano merasa kedua orangtuanya tidak peduli kepadanya sontak Ivano menanggis, setelah menanggis kedua orangtua mematikan telepon bergegas pergi ke kamar Ivano.


Ivano sontak diam tidak berkata apa-apa dan tidak menanggis kembali, lalu kedua orangtuanya saling melihat satu samalain, apa tadi mereka salah dengar sehingga mereka merasa anak mereka menanggis, tapi benar kok tadi suara Ivano menanggis.


Kedua orangtua kembali ke kamar, setelah itu kebesokan paginya mereka tidur setelah itu Pearl memberi susu kepada Ivano, sambil cek kerjaan yang ada.


"Sayang, Ivanonya biar aku yang jaga aja," ucap Theo ingin membantu Pearl.


"Tidak usah sayang, tidak apa-apa biar aku aja, aku bisa sendiri kok kamu tenang aja ok," ujar Pearl.


Theo hanya mengerutkan dahi sontak memutar kursi kerjanya sembari melihat dengan jarak dekat, begitu juga dengan Ivano.


"Kamu kasih aku, atau kamu sama sekali tidak boleh kerja?" tegas Theo.


Pearl hanya menghela nafas dan menurut kepada Theo, tidak lama akhirnya Pearl memberi Ivano kepada Theo, Ivano merasa bangga dengan kedua orangtuanya yang selalu sayang dengan dirinya.


"Sayang, kamu tidak pergi kerja," kata Pearl.


"Tidak hari ini mau dirumah aja main sama Ivano," ucap Theo.


"Huh kamu ini ya malas banget, nanti soal Ivano biar aku aja," ketus Pearl.


"Apaansih Ivano kan anak aku, emang dia cuman boleh main sama kamu," tutur Theo.


Pearl terdiam mendengar perkataan Theo, seketika Pearl merasa dirinya agak egois kepada Theo, akhirnya Pearl mendekap Theo dengan Ivano di pelukan Theo.


Theo tersenyum sembari mengecup kepala Pearl, melihat ke arah Pearl dan Pearl hanya diam tidak berkata apa-apa kepada Theo sangking merasa bersalahnya.


"Iyaudah terserah kamu aja, kalau gitu aku kerja kalau butuh apa-apa kasih tau aku ya dan ingat kalau misalnya, kamu ada kerjaan juga kabarin aku jangan tinggalin Ivano sendirian," perintah Pearl.


Theo hanya menganggukan kepala sembari senyum tidak lama, akhirnya mereka pisah dan Pearl tetap merasa senang melihat sikap Theo yang kebapakan dan bikin Pearl mangkin cinta.

__ADS_1


__ADS_2