Dj Kesayanganku

Dj Kesayanganku
DJK PART 54


__ADS_3

Ivano hanya menurut kepada mamanya, tidak lama tiba-tiba dirinya pucat, Pearl bingung ada apa sontak mendekat ke arah Ivano.


“Sayang, kamu kenapa? Lagi tidak sehat ya apa tidak enak badan, kalau emang lagi tidak sehat tidak usah sekolah ya sekolahnya di tunda aja sampai kamu sembuh, gimana sayang?” tanya mama dengan nada khawatir.


“I-ivano takut hal kemarin keulang lagi ma,” ucap Ivano.


Pearl sontak meraih kedua wajah Ivano dengan kedua tangan yang lembut dan penuh sayang, sembari senyum menatap anaknya.


“Ivano sayang, kejadian kemarin tidak akan terjadi tenang aja ya, mama dan papa kamu udah bicara sama kepala sekolah, kalau masih ada hal itu anak itu akan di pindahin kalau tidak kamu di pindahin kalau tidak kita pindah negara lagi, demi Ivano jadi Ivano jangan pusing akan hal itu, Ivano fokus belajar aja ok sayang,” kata mama Pearl.


Ivano hanya menurut kepada Pearl, tidak lama selesai sarapan Pearl mengantar Ivano bersama adiknya Luis ke sekolah.


“Ka, tenang aja kakak itu keren tidak bakal ada yang bisa nyakitin kakak, kakak harus selalu bahagia kalau ada yang sakitin kakak kasih tau Luis, biar Luis gigit mereka semua,” ucap Luis.


Ivano merasa terhibur dengan perkataan adiknya, walau adiknya masih kecil tapi pintar menghibur dirinya yang udah dewasa sontak Ivano mendekap Luis.


“Makasih ya Luis, udah mencoba menghibur kakak, kakak senang banget pas Luis berkata begitu kakak jadi semangat ke sekolah, tunggu kakak pulang ya kakak janji tidak bakal bikin Luis khawatir,” ujar Ivano.


Luis hanya senyum sontak mengeluarkan jari kelingking untuk janji, setelah itu Ivano keluar dari mobil Pearl telepon pengawal untuk menjaga Ivano dari jarak jauh, kalau ada apa-apa langsung hajar aja dan keluarkan surat perintah dari bapak (Theo).


Sampai dirumah Pearl bingung mau berbuat apa, tidak lama Luis terus melihat ke arah mamanya Pearl, Pearl yang merasa di lihatin sontak liat.


“Sayang, kenapa liat mama kayak gitu emang mama bisa makan orang ya?” tanya mama Pearl.


“Tidak, aku curiga aja sama mama seperti ada yang mama sembunyiin dari aku,” jawab Luis.


“Iyaampun sayang anak mama, kenapa kamu pintar banget dan tau aja mama sembunyiin sesuatu sayang,” ujar mama Pearl.

__ADS_1


“Aku tau mama khawatir sama kakak, tapi aku percaya kakak tidak apa-apa mama tenang aja selama ada pengawal dari jarak jauh pasti kakak aman ma, kalau pengawal tidak bisa jaga kakak pecat aja,” tegas Luis.


Pearl merasa senang memiliki anak seperti Luis yang selalu dewasa, tegas seperti melihat Theo kecil, walau tidak sama dan berbeda tapi satu darah akan tetap sama mungkin aja Luis lebih keren daripada Theo.


“Ma, mama dengar tidak sih apa yang di bicarain Luis, apa jangan-jangan bicara Luis tidak penting ya makanya mama tidak dengarin, ih mama mah!” pekik Luis.


“Luis sayang, mama dengar tapi tidak boleh teriak-teriak bicara sama orangtua sayang, namanya tidak sopan dan mama tau kamu marah karena mama melamun, tapi di lain sisi mama bangga sama sikap kamu sayang, makasih ya kamu selalu buat mama berpikir baik mama bangga sama kamu dan juga kakak kamu,” ucap mama Pearl.


Luis hanya senyum dan mendekap mamanya semabari itu mamanya membalas dekapan tersebut dan tidak lama Luis berkata.


“Yang harusnya bersyukur aku dan kak Ivano ma, karena aku tidak bisa milih siapa orangtua kita tapi di kasih orangtua seperti mama yang lembut, seperti papa yang tegas semua udah lengkap dan aku jadi ngerti kadang aku bisa punya sifat kayak mama dan juga papa, sedangkan kakak lebih ke mama makanya, kakak selalu takut melangkah tapi aku tidak salahin kakak tapi semua orang akan berubah ma,” ujar Luis.


“Iya sayang benar kok kata kamu mama setuju, gimana kalau kita makan sayang kamu belum makan loh, emang kamu tidak lapar?” tanya mama Pearl.


“Mama selalu aja bisa mengalihkan pembicaraan yaudah ayo ma makan, aku juga tau mama makan tadi mama antar kakak lupa sarapan kan, cuman sarapan roti doang mana bisa mama, mama ada-ada aja mama ini,” kata Luis.


Theo balik ke ruanganya dengan perasaan kaget serta senang, saat hendak berisik Pearl menutup mulut Theo, karena Ivano dan juga Luis sedang tidur, Pearl mendekap Theo.


“Sayang, aku tau kamu belum makan, jadi aku bawain kamu makan,” ungkap Pearl.


Pearl mengambil kotak makan yang ada dimeja sembari Theo duduk dan setelah itu Pearl suapin Theo dengan pelan-pelan dan juga ada minumnya.


“Sayang,” panggil Theo.


“Hmm, apa sayang?” jawab Pearl.


“Kamu kenapa mendadak romantis,” ucap Theo.

__ADS_1


“Tidak apa-apa aku ngerasa udah lama aja tidak romantis sama kamu, selama kita punya anak kita hanya fokus ke mereka walau itu penting, tapi harus ada yang di korbankan untungnya mereka pengertian jujur aku senang punya anak seperti mereka baik dan juga penurut kadang suka mikir punya anak kayak mereka seperti mimpi,” kata Pearl.


Theo menarik lengan Pearl sembari duduk di pangkuan Theo, Theo mengecup Pearl, Pearl bingung ada apa dengan Theo.


“Sayang, ini bukan mimpi ini kenyataan jadi kamu tidak perlu merasa itu mimpi jadi tenang aja ya sayang,” ujar Theo.


“Tapi aku tetap merasa ini kayak mimpi aja sih,” ucap Pearl.


“Hmm jangan bicara gitu nanti aku sedih kalau kamu anggap ini mimpi paham kamu,” kata Theo.


Pearl hanya senyum serta menurut kepada Theo, tidak lama akhirnya mereka hanya diam setelah diam, selesai makan kedua anak mereka tetap masih tidur, sontak Theo mengendong Ivano sedangakan Pearl mengendong Luis.


“Ibu dan bapak, tuan muda Ivano dan Luis mau di gendong?” tanya pengawal.


“Tidak perlu ini anak saya biar saya aja yang gendong mereka, kalian boleh pulang dan kembali lagi kerja seperti besok ya,” ucap Theo.


“Baik ibu dan bapak selamat malam,” ujar pengawal.


Setelah masuk ke dalam mobil Ivano dan juga Luis, tidur di dekat Pearl sedangkan Pearl di tengah, Theo tertidur di mobil depan sampai dirumah, mereka sontak mengangkat anak mereka kembali ke kamar masing-masing.


“Pft, akhirnya selesai juga ya sayang,” ucap Pearl.


“Iya,” jawab Theo.


“Oh ya sayang, hari ini kantor kamu gimana?” tanya Pearl.


“Baik-baik aja tapi lebih baik lagi ada kamu jadi aku tambah senang,” ujar Theo.

__ADS_1


Pearl hanya tersenyum sembari mengeleng kepala selesai bersih-bersih, Theo tertidur sontak Pearl merangkul Theo dari belakang sembari mengecup pipi kanan Theo, Theo terbangun mengecup kening Pearl.


__ADS_2