
Theo mendekap Pearl dalam pelukannya, Pearl merasa kesal dengan sifat Theo yang serba dadakan sampai akhirnya Pearl memukul kecil ke arah Theo.
"Theo, kamu bangun atau aku siram air huh!" pekik Pearl kepada Theo.
Theo hanya diam membuka mata, sembari melihat Pearl di atasnya sontak Theo mengecup Pearl, Pearl hanya mengelindingkan matanya ke arah atas dan balik ke tempat semula.
"Aku udah mandi kalau kamu kecup aku, aku kotor lagi dong," ujar Pearl kepada Theo.
"Iyaudah si tinggal mandi lagi bareng, siapa suruh mandi duluan," ungkap Theo kepada Pearl.
"Eh, kurang ajar emang jadi suami udah ah aku mau buat sarapan dulu, habis itu aku tinggal kamu ya," kata Pear kepada Theo.
Theo tersenyum sembari mendekap Pearl dengan erat tidak lama akhirnya mereka hanya diam, sembari diam Theo mengecup Pearl sampai Pearl marah kehabisan kata-kata.
"Terserah kamulah, udah lelah juga buat marah malah kadang aku juga akan kangen hal ini sama kamu," tutur Pearl kepada Theo.
Theo yang mendengar itu sontak diam dan mundur, saat Pearl ingin isengin dia kembali sampai akhirnya mereka seperti itu, tidak lama Pearl melihat jam di mejanya.
"Hmm, telat kan sudah kuduga emang ya si Theo suka banget bikin orang telat kenapa si kamu kayak gitu," ketus Pearl dengan nada geram.
Theo hanya ketawa kecil senang menganggu Pearl yang suka marah, tidak lama Pearl mual Theo kaget ada apa sontak Theo mengendong Pearl kerumah sakit.
"Selamat ya pak, istri bapak hamil," kata dokter kepada mereka.
Pearl yang mendengar itu sontak pingsan tidak lama akhirnya Theo melihat ke arah dokter dengan senyum tidak enak, tidak lama akhirnya Pearl sadar.
"Sayang, kamu tidak apa-apa," ungkap Theo dengan rasa khawatir.
"Menurut kamu aja, tidak apa-apa darimana yang pasti aku kaget," ujar Pearl kepada Theo.
"Haha, aku senang kok kalau kamu ngandung anak aku, emang kamu gak suka ngandung anak aku," tegas Theo kepada Pearl.
Pearl merasa egois kepada dirinya sendiri tanpa memikirkan perasaan Theo, tidak lama akhirnya Pearl mengambil tangan Theo sembari dirinya duduk di atas kasur.
"Maafin aku udah egois tidak mikirin perasaan kamu," ucap Pearl kepada Theo.
__ADS_1
"Haha aku cuman becanda kok, jangan diambil pusing saya," ujar Theo kepada Pearl.
Theo sontak mengecup Pearl, setelah Pearl udah agak enakan akhirnya mereka pulang makan dirumah, selama di rumah Theo hanya diam Pearl bingung ada apa.
"Sayang, kamu kenapa sih? ngeselin banget aku ada salah sama kamu ya?" tanya Pearl kepada Theo.
"Tidak sayang, aku ada kerjaan kamu tidur aja kalau butuh apa-apa panggil aku ya, atau gak kirim pesan ke aku," ucap Theo kepada Pearl.
Theo mengecup kepala Pearl, tapi Pearl merasa Theo mangkin menjauh darinya sampai akhirnya Pearl tetap diam di atas tempat tidur, Theo menghampiri Pearl kerja sembari mendekap Pearl.
"Udah jangan marah lagi bumil (ibu hamil) mangkin hamil mangkin cantik, kan jadi gemes," ujar Theo kepada Pearl.
"Gemes tapi tidak di temanin istrinya gimana sih, heran," ucap Pearl kepada Theo.
"Hmm, maunya di temanin terus emang kamu sanggup kalau aku ke kantor gimana?" tanya Theo kepada Pearl.
"Aku ikut, kemanapun kamu pergi," ungkap Pearl kepada Theo.
Theo menghelus kepala Pearl, tidak lama handpone Theo berdering dari mama, Theo bingung ada apa sontak menjawab telepon dari mama.
"Selamat ya untuk anak kesayang mama, Pearl akhirnya hamil juga aa hebat kamu Theo, mama bangga punya anak kayak kamu sayang," ujar mama kepada mereka.
Theo hanya tersenyum, selama 1 jam berbicara tidak terasa akhirnya mereka tidur begitu juga dengan Theo yang menunda pekerjaanya harus tidur dulu, kalau gak bumil marah lagi.
Akhirnya pagi sudah Pearl bangun dari tempat tidur tidak ada Theo, Pearl hanya melihat punggung belakang Theo, sontak Pearl turun dari kasurnya mendekap Theo dari belakang.
"Sayang," panggil Pearl kepada Theo.
"Pagi," ucap Theo kepada Pearl.
Pearl duduk di pangkuan Theo, Theo hanya diam sembari mendekap Pearl dengan erat, melihat ke arah Pearl sedangkan Theo hanya fokus kepada laptop.
"Sayang, aku ada di depan kamu, kamu tidak anggap aku orang apa?" pekik Pearl dengan nada kesal.
"Aku liat sayang, tapi aku lagi sibuk bentar ya bentar aja boleh kan cantik," ujar Theo kepada Pearl.
__ADS_1
Setelah selesai kerjaan Theo, Theo menyimpan data tersebut serta mengirim ke semua akses dirinya begitu juga, ke sekertarisnya menutup laptop, fokus kepada istrinya yang cantik.
"Kenapa sih bumil cantik ini, ada apa cantik?" tanya Theo kepada Pearl.
"Apaan sih gemes banget, mau jalan temanin," ucap Pearl kepada Theo.
Theo melihat ke arah jam tangan, Pearl mulai kesal saat Theo melihat jam tanganya tidak lama akhirnya Pearl pergi dari hadapan Theo.
Theo hanya menghela nafas melihat sikap bumil, setelah selesai mandi Theo tidur di atas kasur, Pearl tidak tega dengan Theo sontak Pearl mengecup kening Theo.
"Maafin aku ya sayang, kamu pasti lelah ladenin aku, sekali lagi aku minta maaf ya sayang, aku selalu sayang kamu sayang," tegas Pearl kepada Theo.
Theo tertidur sedangkan Pearl merasa lapar, tidak lama Pearl turun sembari masak apa yang bisa dia masak, bibik membantu Rachel dan Andi masih tidur di kasur yang sama.
"Sayang, kamu tidak kerja?" tutur Rachel kepada Andi.
Andi bangun melihat ke arah jam meja di sebelahnya, tidak lama Andi tetap mendekap Rachel tanpa bertanya apa-apa, Rachel menguncang badan lengan Andi, Andi hanya senyum.
"Sayang, kita tidur lagi ya nanti baru pergi kerja," ucap Andi kepada Rachel.
"Eh, jangan mentang-mentang kamu bosnya, kamu suka-suak ya," ketus Rachel kepada Andi.
Andi hanya tersenyum mendengar perkataan Rachel, tidak lama Rachel hanya diam menurut kepada Andi, Andi mengecup kening Rachel.
"Sayang," ucap Rachel kepada Andi.
"Apa?" jawab Andi sembari mendekap Rachel.
"Kamu kalau telat tidak di marahin sama Pearl?" tanya Rachel dengan tegas.
"Tidak kok tenang aja, dia sama aku selalu sahabat lagian hari ini pekerjaan aku udah selesai, kemarin aku kerjain demi bisa berdua sama kamu kalau besok tidak bisa, pasti hari ini udah banyak bentar lagi aku mau buka laptop buat kerjain, kecuali kalau rapat," ungkap Andi kepada Rachel.
Rachel hanya diam dan merasa kasihan kepada suaminya, tidak lama Rachel mendekap dengan erat sembari mengecup Andi.
Andi bingung ada apa dengan Pearl sontak Andi membuka mata melihat ke arah Rachel, Rachel tersenyum sembari mendekap Andi.
__ADS_1