Dj Kesayanganku

Dj Kesayanganku
DJK PART 80


__ADS_3

“Theo, aku emang marah sama kamu tapi bukan berarti aku harus tinggalin kamu, justru karena kamu tau udah ada Lia, bukannya harusnya kita bersama untuk memperbaiki kejadian 10 tahun lalu,”


“Maksud kamu aku tidak ngerti,”


“Iya belajar jadi papanya Lia dan kalau kamu emang mampu aku akan pertimbangkan balik sama kamu, tapi kalau kamu tidak mampu aku harus gimana, mungkin selamanya harus menjadi orangtua tunggal,”


Theo yang mendengar itu senang sekaligus sedih, sontak mengeluarkan air mata, tidak lama Pearl mendekap ke arah Theo.


“Dasar bodoh,”


Theo tidak peduli dengan semua perkataan Pearl, baginya memiliki Pearl selamanya sudah cukup baginya andai dulu dirinya tidak sejahat itu.


“Nah mikir apa, bengong aja kenapa sih bengong terus kesal deh liatnya,”


“Emang aku tidak boleh bengong ya,”


“Menurut kamu? Pantas pria seganteng kamu bengong hah?”


“Terus yang boleh bengong itu kamu gitu maksudnya,”


Pearl hanya senyum seketika Theo merasa senang ada Pearl di hidupnya, tidak lama akhirnya mereka pergi berdua.


“Sayang,”


“Apa Theo,”


“Udah lama ya kita tidak pergi kayak gini terakhir 10 tahun yang lalu,”


“Pft bisa tidak sih jangan bawa 10 tahun terus, jujur aku muak dengarnya,”


Pearl merasa kasihan kepada Theo, sampai akhirnya Pearl melihat ke arah Theo, Theo sembari mengecup tangan Pearl.


“Aku minta maaf ya jangan benci aku, aku cuman bercanda kok tapi benaran 10 ta-”


“Ssst udah, jangan di bahas lagi sakit kuping aku dengarnya,”


“Tapi aku mau tau dari situ aku lebih belajar menghargai kamu, percaya tidak percaya aku pada saat itu kangen banget sama kamu, kalau andai kamu bisa dekap kamu pada saat itu aku yakin aku tidak bakal lepasin kamu kayak sekarang,”


“Jadi kamu mau selamanya sama aku,”


Pearl tersenyum sembari menganggukan kepalanya, Theo mengenggam erat tangan Pearl seraya tidak ingin di lepas.


Ketiga anak itu bingung harus melakukan apa, setelah itu Ivano bermain bersama Lia melihat video Lia mengunakan makeup membuat Ivano tersenyum dan merasa lucu.


“Lia emang suka dandan begini ya?”

__ADS_1


“Iya, kenapa kak Ivano,”


“Lucu liatnya,”


Lia hanya tersenyum tidak lama handphone Ivano berdering dari Katy, Ivano menghela nafas dan meminta izin pergi kepada Lia.


“Tuan putri, kakak pergi dulu ya bye,”


“Ok ka,”


Pergi Ivano datanglah Luis bermain bersama Lia, Ivano hanya mengeleng kepala melihat ke arah Luis.


“Ada apa Katy?”


“Kamu dimana sih, hari ini kita jadi jalan kan, kok kamu telat banget kamu tidak mau pergi sama aku emangnya?”


“Eh, maaf hari ini kita ada janjian ya, aku baru tau,”


“Parah ya kamu semenjak keluarga kamu udah kumpul, kamu jadi lupa sama aku, kamu anggap aku apa sih,”


Ivano yang mendengar itu ingin marah tapi walau bagaimanapun yang selalu ada untuknya hanya Katy, akhirnya Ivano melembut kepada Katy.


“Iyaudah ya aku minta maaf, sekarang aku jalan kamu dimana kirim lokasi kamu aja ya,”


“Iya sayang,”


“Tuan putri, kakak pergi dulu ya kamu main dulu sama kak Luis, nanti kakak beliin alat makeup,”


“Benaran kaka, aa makasih kak aku senang banget, nanti aku fotoin alat makeup yang mau aku beli,”


“Iyaudah kalau tidak ada gimana, kalau tidak nanti kita pergi berdua kamu pilih sendiri gimana?”


“Boleh, sekali lagi makasih ya kak Ivano, bye kak hati-hati jangan ngebut-ngebut ya,”


Ivano hanya senyum sontak mengecup kening Lia, melihat ke arah Luis dengan kode, Luis hanya mengerutkan dahi dan terus main dengan Lia.


“Sayang,”


“Wendy kenapa kamu di sini,”


“Ini kan kafe aku, kamu ke sini mau ketemu aku kan,”


Katy merasa tidak enak takut ketawan Ivano, sampai akhirnya Ivano lewat dari pintu belakang melihat seperti bayangan Katy, terus jalan ke arah sanah dan mendengar.


“Wendy jangan gitu, nanti ketawan Ivano aku tidak mau putus sama Ivano,”

__ADS_1


“Emangnya kalau kamu putus sama dia, uang aku masih belum cukup untuk kamu emang kamu mau berapa banyak uang, untuk bisa cukupin kamu sayang?”


“Semuanya tidak selalu uang Wendy, tapi aku sayang sama Ivano kalau sama kamu, aku cuman rasa teman,”


Langkah kaki yang melaju ke sana sontak Ivano mendobrak pintu kamar mandi, keduanya melihat ke arah yang mendobrak.


“Udah berapa lama kalian menjalin kasih?”


“Sayang, ini tidak seperti yang kamu liat,”


Wendy sontak mengecup Katy, Ivano hanya diam dan serta Katy menahan tangan Ivano, Ivano menepis dengan kasar.


“Jangan sampai tangan kotor kamu menyentuh aku, aku anggap hubungan kita udah selesai jangan pernah lagi kamu ganggu aku!”


Ivano keluar dengan langkah kaki yang bahagia, walau sebenarnya dirinya memang tidak yakin kepada Katy tapi seengaknya mereka sekarang udah terlepas dari hubungan asmara mereka, Ivano pulang dengan pandangan yang palsu.


“Halo adik kakak, Lia cantik kamu lagi apa sayang?”


“Baru selesai edit video makeup aku, ada apa kak,”


“Tidak, kakak mau ajak kamu jalan mau tidak jalan sama kakak, beli alat makeup sekalian biar mangkin dekat,”


“okay kak, aku beresin dulu kalau tidak nanti mami marah, soalnya mami selalu ajarin kalau udah berantakin harus beresin lagi,”


Ivano hanya mengusap kepala Lia, Ivano menunggu di luar Luis melihat ke arah Ivano, Ivano menghampiri Luis.


“Adik, tidak pergi?”


“Tidak, ngapain gua pergi kurang kerjaan amat,”


“Hmm tumben tidak ada teman lu, dulu bilangnya ada teman,”


“Huft siapa Amanda? Dia bukan teman gua, gua sama dia tidak ada apa-apa tapi dia suka gua, Helen jadi menjauh dari dia pusing gua,”


Ivano terdiam saat adiknya memiliki wanita yang dia suka, tidak lama Lia keluar kedua kakanya melotot melihat ke arah Lia.


“Kak ada apa, aku jelek ya pakai baju ini kalau jelek, aku ganti deh,”


“Cantik kok cantik banget,”


Akhirnya tidak jadi pergi berdua melainkan bertiga sama Luis, karena Luis tidak mau kalau adiknya sampai kenapa-kenapa.


“Kok lu jadi ikut si katanya tidak mau pergi,”


“Liat Lia cantik gitu gua tidak tega tinggalin berdua sama lu, yang ada nanti dia culik lu kan cuek,”

__ADS_1


“Lu gila ya, mana mungkin gua begitu, lagian dia itu adik gua kalau dia kenapa-kenapa habis gua di marahin orangtua kita,”


Lia pegi tanpa berkata apa-apa, Luis sontak mengejar Lia, Lia hanya senyum seketika Ivano hanya tersenyum kepada kedua adiknya saat menghampiri di tahan oleh.


__ADS_2