Dj Kesayanganku

Dj Kesayanganku
DJK PART 57


__ADS_3

“Halo ma, ada apa ma?” tanya Ivano.


“Sayang, kamu dimana mama cariin kamu daritadi, kata guru kamu, kamu udah pulang siapa yang ngantar kamu sayang,” ucap mama Pearl.


“Aku lagi di kantor papa kok, mama tenang aja aku tidak bakal buat mama khawatir kok kan aku udah janji sama mama,” ujar Ivano.


“Terus, kenapa papa kamu tidak kasih tau mama hmm kalian berdua ya nanti mama hukum dua-duanya pas udah pulang kerumah,” pekik mama Pearl.


Pearl mengakhiri telepon, Ivano dan Theo mendengar itu hanya menghela nafas tidak lama ketawa, sontak akhirnya pengawal Theo datang.


Tok tok tok.


“Masuk,” ucap Theo.


“Pak, hari ini udah tidak ada jadwal, besok pagi jam 11 ada rapat di kantor, siang ke sore kosong,” kata pengawal.


“Iyaudah kalau gitu, sayang Ivano pergi makan ayo sama papa kamu mau kemana,” ujar papa Theo.


“Emangnya tidak apa-apa pa, mama lagi marah loh nanti kalau kita berdua di hukum gimana,” tanya Ivano dengan takut.


Pengawal dan juga Theo tersenyum melihat sikap Ivano, akhirnya Theo menghelus kepala Ivano sembari jalan ke arah mobil.


“Urusan mama kamu biar jadi tanggung jawab papa, lagian ini bukan salah kamu kok, ini salah papa kan papa yang culik anak papa sendiri,” tegas Theo.


“Tapi, aku tidak mau papa di hukum sendirian laki-laki sejatih harus sadar akan kesalahnya,” jawab Ivano.


“Iyaudah kalau emang Ivano maksa, tapi kita makan dulu ya papa lapar nanti kita beli makanan kesukaan mama kamu, sama bunga,” ujar papa Theo.


Ivano tersenyum setelah seharian pergi sama Theo, Ivano merasa senang tidak lama akhirnya mereka pulang kerumah dan suasana rumah jadi hening seperti ada yang tidak beres.


“Kemana aja kalian,” kata mama Pearl.


Ivano sontak mendekap Pearl, Pearl yang merasa dirinya sudah terlalu keras dengan anak pertamanya membalas dekapan tersebut.

__ADS_1


“Ivano kemana aja sayang, mama khawatir sama kamu kata teman kamu, kamu di culik,” kata mama Pearl dengan nada lembut.


“Iya di culik sama papa, tapi Ivano di kasih makan enak kok sama papa,” ucap Ivano.


“Hmm yaudah kalau gitu, lain kali jangan gitu ya kemanapun harus kabarin mama, kalau tidak mama akan benar-benar marah dan tidak tegur kamu satu bulan, biarin aja biar kamu belajar dari kesalahan,” ketus mama Pearl.


“Iya ma, sekali lagi Ivano minta maaf dan janji oh ya ma teman Ivano yang mana, yang kasih tau mama,” kata Ivano.


Pearl terdiam dan merahasiakan siapa temannya, tidak lama Pearl menyuruh Ivano untuk bersih-bersih setelah itu, Ivano masuk ke kamar tinggal Pearl dan Theo.


Pearl meregangkan jari-jarinya sembari ingin menonjok Theo, Theo hanya tersenyum tidak enak sontak memberi bunga dan juga makanan kesukaan Pearl, Pearl berjalan ke arah Theo sontak Theo menutup mata, Pearl mendekap Theo.


“Sayang, kenapa kamu tidak kasih tau anak kita sama kamu, aku hampir aja pingsan gara-gara anak kita hilang, aku takut dia di buli lagi di sekolah baru,” ucap Pearl.


Theo membuka matanya sontak membalas dekapan Theo, tidak lama Theo mengecup Pearl sembari menaruh bunga dan juga kue duduk di meja makan.


“Maaf ya, tadi aku lagi sesi curhat sama anak aku sendiri, dia cerita tentang temannya jadi aku lupa kabarin kamu, emang salah aku juga sih sekali lagi aku minta maaf ya sayang,” ujar Theo.


“Iyaudah tidak apa-apa yang penting jangan di ulang ya,” jawab Pearl.


“Mama dan papa tidak boleh dekat-dekat, nanti aku ada adik aku tidak mau punya adik,” kata Luis.


Kedua orangtuanya hanya tersenyum tidak lama akirnya mengelitik Luis, sontak Ivano keluar dari kamar Pearl menangkap Ivano dan bermain bersama.


Theo merasa dengan adanya Pearl rumah ini terasa lengkap, tidak bisa bayangin kalau di rumah ini tidak ada dia, apa yang harus Theo lakukan.


“Ma, pa” ujar Ivano.


“Apa anak mama yang gemes,” jawab mama Pearl.


“Makasih ya mama sama papa selalu siap siaga buat aku dan juga Luis,” ucap Ivano.


“Bukannya udah seharusnya ya kan peran orangtua kayak gitu, kalau tidak begitu gimana anaknya mau lebih baik lagi,” sahut mama Pearl.

__ADS_1


Ivano hanya senyum tidak lama mendekap kedua orangtuanya, berserta adiknya yang selalu manja kepada semua yang ada dirumah.


“Makan kue ayo, papa bawa pulang kue tadi, kue kesukaan mama dan kesukaan kalian juga kalau kalian tidak mau, mama habisin,” ucap mama Pearl.


“Jangan nanti mama gendut,” jawab Ivano.


“Kalau mama gendut kenapa? Tidak cantik lagi terus Ivano tidak sayang mama ya, huaa yaudah deh Ivano jahat,” ujar mama Pearl.


Pearl menangis di pojokan Ivano merasa bersalah kepada mamanya, sontak Ivano berlutut kepada mamanya dengan ucapanya yang kasar barusan.


Pearl hanya diam dan tidak menyangka anaknya akan melakukan hal tersebut walau dirinya tidak pernah mengajarkan tapi melihat anaknya seperti itu membuatnya sakit hati sontak mendekap Ivano dengan erat.


“Sayang, siapa yang ajarin kamu kayak gini?” tanya mama Pearl.


“Tidak, ada aku ngaku salah karena udah buat mama sedih padahal aku udah janji tidak mau liat mama nangis, tapi dengan ucapan kejam aku, jadinya aku harus ngaku salah ke mama,” ucap Ivano.


“Tidak sayang kamu tidak salah, udah lupain aja mama udah maafin kamu ya, tapi lain kali jangan bicara begitu kepada siapapun kecuali dia memulai percakapan tidak enak ok sayang,” ujar mama Pearl.


Ivano menganggukan kepala dan menurut kepada mama, Pearl hanya senyum sedangkan Theo mengecup Pearl.


“Theo, kamu memberi contoh yang tidak baik di depan anak kita, kalau dia begitu ke teman cewe mereka gimana?” pekik Pearl.


“Tidak mungkin, kata Ivano dia mau cari tipe wanita kayak kamu di sekolah dia, tapi aku tidak tau ada atau tidak,” ucap Theo.


Pearl hanya ketawa kecil mendengar perkataan Theo, tidak lama Theo sembari makan kue melihat sinis kepada Pearl.


“Kenapa kamu ketawa?” tanya Theo.


“Iya kamu kenapa cemburu sama anak sendiri, dia itu masih kecil gimana kalau dia udah dewasa, masih cemburu juga,” ucap Pearl.


“Tidak tau kenapa aku cemburu sama anak aku sendiri ya, apa karena mamanya yang cuek sama papanya jadi papanya mudah cemburuan,” ujar Theo.


“Apa salah aku, kamu yang sibuk emang aku minta kamu sibuk, kamu yang suka lembur di kantor bukan salah aku dong kalau aku lebih dekat sama anak-anak udah ah mau tidur, hoam ngantuk,” kata Pearl.

__ADS_1


Semuanya sudah tidur sontak Theo mengendong Pearl ke kamar dan tidur bersama dengan dirinya, karena kesal melihat Pearl yang cuek tidak penuh perhatian.


__ADS_2