
"Maaf sayang bukan aku tidak percaya kamu cuman, kadang kekhawatiran aku selalu benar jadi aku mau cari tau, biar kita tidak salah paham sekali lagi aku minta maaf sayang," gumam Theo kepada dirinya.
Selesai kerja akhirnya Pearl pulang tanpa ada bercakap dengan Andi, Andi menahan tangan Pearl sontak Pearl menepis tangan Andi.
"Ada apa Andi, bicara aja gua pasti dengar apa yang lu bicarain kok," tegas Pearl dengan hatinya.
"Gua tau selama ini kita salah paham gua harap, kita jangan diam-diam gini gua rasa, kita emang tidak bisa bersama untuk apa juga di paksakan kalau emang dunia lu bukan untuk gua, tapi cuman untuk Theo semata untuk apa kita memaksakan keadaan," kata Andi dengan penuh pasrah.
Pearl yang mendengar Andi berkata demikian, membuat dirinya hancur serta mikir sebenarnya siapa orang yang dia sayang, kenapa keadaan ini sepertinya semangkin lama semangkin sulit dan buatnya tidak bisa memutuskan.
"Maaf Andi gua harus pergi bye," tegas Pearl kepada Andi.
Pearl pergi sontak Andi menahan tangan Pearl, Pearl kembali menepis tapi Andi tidak terima mendekap Pearl dengan erat, membuat Andi lalu Pearl juga terdiam.
"Pearl, jangan begini kita masih bisa jadi teman kan kenapa sikap lu dingn banget sama gua," ucap Andi sembari menahan Pearl.
"Yang jangan gini itu lu, lu udah tau kan kalau gua ada Theo, kenapa lu tetap tahan gua sih," kata Pearl kepada Andi.
Pearl pergi tanpa memikirkan perasaan Andi, sontak sampai di rumah Theo, Theo mendekap Pearl tanpa berkata apa-apa.
"Theo, kamu kenapa?" tanya Pearl kepada Theo.
"Aku kangen kamu sayang, kamu nanya lagi aku kenapa," ucap Theo kepada Pearl.
"Iya, pekerjaan aku lagi banyak nanti kalau gak lagi banyak aku janji ajak kamu jalan, ok sayang," kata Pearl kepada Theo.
Theo hanya senyum seketika akhirnya mereka diam dan pergi setelah itu melihat ke arah Pearl, seketika Pearl mendekap kedua wajah Theo.
"Theo, kamu itu lucu banget sih," ucap Pearl kepada Theo.
"Hah? lucu gimana emang aku boneka apa lucu," jawab Theo kepada Pearl.
"Tidak, intinya kamu lucu aja dan kamu berbeda dari yang lain lalu satu lagi, aku selalu sayang kamu walau bagaimana kamu," ungkap Pearl kepada Theo.
__ADS_1
Pearl mengecup Theo tanpa meminta izin kepada Theo, Theo menjadi bingung ini perasaan sementara apa sungguhan kadang sifat Pearl, bisa berubah tergantung dirinya tapi bisa menikmati suasana begini dengan Pearl sudah membuat Theo bahagia akan memiliki Pearl.
"Iyaudah aku mandi dulu ya sayang, kamu udah makan?" tanya Pearl kepada Theo.
"Belum, aku lagi tunggu kamu nanti kita makan bersama gimana sayang," ucap Theo kepada Pearl.
Pearl hanya diam sembari mengeleng kepala tidak lama, selesai mandi Pearl melihat ke arah Theo ternyata Theo sedang tidur, Pearl jalan ke arah Theo.
"Sayang bangun jangan tidur sini, nanti kamu masuk angin tidur di meja," ucap Pearl kepada Theo.
Theo terbangun melihat ke arah Pearl tidak lama akhirnya Theo dekap di pelukan Pearl, Pearl merasa berat sontak mendekap dan memapah Theo ke kamar.
"Sayang, tidur sini ya aku mau pergi bentar," ucap Pearl kepada Theo.
Theo terbangun sembari menarik tangan Pearl, tidak lama akhirnya Pearl merasa kaget saat melihat Theo menarik dirinya.
"Sayang, kamu ngapain sih aku mau bangun bentar rambut aku masih basah," pekik Pearl kepada Theo.
Theo hanya tersenyum sontak duduk serta Pearl di atas pangkuan Theo, tidak lama Pearl melihat ke arah Theo dengan kesal.
"Iya! marah karena aku kesal sama kamu, kamu ngapain tarik-tarik aku kalau misalnya kamu belum tidur harusnya kamu bilang jangan tarik-tarik aku ini rambut aku basah kalau kena kamu gimana," tutur Pearl kepada Theo.
"Jadi kamu takut rambut kamu kena aku, atau kamu takut aku ganggu hah," ujar Theo kepada Pearl.
Pearl hanya diam sontak Theo menaruh Pearl di atas kasur, Theo mengambil pengering rambut untuk mengering rambut Pearl.
"Ini, aku keringin diam ya jangan marah lagi nanti kalau marah aku kasih kamu hukuman, mau tidak hukuman," ucap Theo kepada Pearl.
Pearl hanya diam sembari membalas pesan di handphonenya, Theo yang melihat itu merasa kesal tidak suka kalau dirinya di cuekin oleh istri sendiri.
"Pearl, kamu dengar aku bicara tidak sih," tegas Theo kepada Pearl.
Pearl hanya menganggukan kepala tidak lama akhirnya mereka diam aja, setelah diam selesai kering rambut Pearl, Pearl melihat ke arah Theo sembari menarik tangan Theo.
__ADS_1
"Kamu mau makan tidak aku temanin, kalau tidak mau tidu aja," ucap Pearl kepada Theo.
"Aku udah makan sayang, aku cuman becanda aja aku mau kamu lebih peduli aja maaf aku kayak anak kecil ya," ujar Theo kepada Pearl.
Pearl tetap tidak peduli dengan Theo sontak mengajak Theo pergi makan di meja makan, sembari memasak hal yang simple untuk Theo makan.
Theo yang menunggu di meja makan merasa terharu dengan perbuatan istrinya tidak nyangka orang secuek Pearl, bisa peduli juga kalau Theo lagi mau makan.
"Ini makan," ucap Pearl kepada Theo.
Theo hanya diam sembari mengambil sendok, karena pergerakanya terlalu lama di rebut oleh Pearl sontak Pearl suapin Theo tanpa berkata apa-apa.
"Ini di makan, enak kok tidak panas udah aku tiup juga," ungkap Pearl kepada Theo.
Theo hanya bisa menurut kepada Pearl, walau sebenarnya di dalam hati juga senang di perlakukan seperti ini setelah selesai makan, Theo menunggu Pearl.
"Loh kamu tidak ke kamar katanya ngantuk kan kamu udah makan, kurang apalagi," ujar Pearl kepada Theo.
"Emang aku sengaja tungguin kamu kok, emang aku mau kemana lagi," jawab Theo kepada Pearl.
Pearl sontak melap tangan setelah selesai cuci piring, sampai akhirnya mempapah Theo ke kamar, sampai di kamar mereka berdua hanya duduk di atas kasur.
"Udah tidur sayang, udah malam" ujar Pearl kepada Theo.
Theo mencoba untuk tidur tapi tidak bisa karena ada pekerjaan yang belum dia selesaikan sampai akhirnya Pearl bingung, ada apa dengan Theo sontak Theo tidur melihat ke arah Pearl.
"Sayang," panggil Theo kepada Pearl.
"Apa," jawab Pearl dengan nada ngantuk.
"Kamu pernah tidak curangin perasaan aku," ucap Theo kepada Pearl.
Pearl yang mendengar itu sontak diam sembari membuka mata dan melihat ke arah Theo mendekap Theo dalam pelukannya tanpa menjawab pertanyaan Theo yang sesungguhnya.
__ADS_1
Pearl lebih memilih untuk diam di banding menjawab, mungkin Theo sudah tau yang sesungguhnya karena itu Pearl tidak mau menjelaskan lebih lanjut, kebesokan paginya.