
Pearl menghelus wajah Andi, sembari mengecup Andi tidak lama Andi bangun Pearl sontak mandi, agar tidak ketawan Andi.
Andi hanya tersenyum tanpa bereaksi apa-apa, setelah selesai handphone Pearl berdering dari Theo, sontak Pearl menjawab tanpa ragu.
"Halo Theo, ada apa?" tanya Peal dengan lantang.
"Aku udah di depan bukain dong aku bawain kamu sarapan juga," jawab Theo dengan nada tenang.
"Ok, bentar ya," ucap Pearl dengan nada takut.
Setelah selesai mengakhiri telepon, Pearl meminta Andi untuk masuk ke dalam kamar serta mengunci pintu tidak lama, akhirnya semua barang-barang Andi di taro Pearl dan Pearl membuka pintu untuk Theo.
"Loh sayang, kok lama ada apa? kamu tidak sembunyinn pria lain kan di sini," tanya Theo dengan nada iseng.
"Tidak, aku habis beresin apartemen aku tau sendiri wanita gimana kalau sendiri kan, pasti malas dan berantakan jadi wajarin aja Theo," jawab Pearl dengan nada ragu-ragu.
"Iya, aku percaya kok sama kamu, oh ya ini makanan ayo makan bareng ambil alat makan gih biar langsung makan," ucap Theo dengan senyum di bibirnya.
Pearl bergegas ambil semua peralatan dan merasa tidak enak kepada Andi, sontak Andi sudah pergi mengunakan jendela kamar tidak lama akhirnya mereka makan bersama.
"Oh ya, apa yang bawa kamu ke sini Theo," tanya Pearl untuk mengalihkan Andi.
"Hmm aku kasihan sama kamu jadi makan kamu tidak teratur aku ke sini biar kamu ada yang jagain, kenapa kamu tidak suka ya kalau tidak suka aku tidak bakal datang lagi kok," ucap Theo dengan nada santai.
"Tidak, aku kaget aja tiba-tiba kamu datang setau aku, kamu bukan tipe yang tiba-tiba deh kenapa bisa ada kamu gitu," kata Pearl sembari menatap Theo.
__ADS_1
Hendak Theo ingin berbicara tiba-tiba ada sisa makanan di sisa pinggir bibir Pearl, sontak Theo mengambil dengan bibirnya lalu Pearl kaget.
"Theo kamu ngapain sih, aku kaget tau," ucap Pearl dengan nada yang bingung.
"Itu ada sisa makanan di dekat bibir kamu kalau pake tisu sayang, jadi pakai bibir aja biar bisa sekalian cicipin lagian makanan aku sama kamu kan beda emang kamu tidak sadar," kataTheo dengan Pearl.
"Seengaknya kamu kasih tau aku dong, jadi aku tidak kaget gitu," ujar Pearl kepada Theo.
Theo hanya tersenym sembari lanjut makan, setelah selesai makan Theo mau pergi bersama Pearl, tapi Pearl pura-pura ada barang ketinggalan dan menyuruh Theo duluan ke mobil, sontak Theo menunggu Pearl di dalam mobil.
Pearl ke kamar Andi tapi Andi mengunci pintu dan mendapat pesan dari Andi, kalau Andi udah di perusahaan Pearl, Pearl sontak merasa lega lalu masuk ke mobil Theo.
"Ayo jalan," ujar Theo kepada Pearl.
"Theo, kenapa kamu liat aku terus ada yang aneh ya di wajah aku, sampai kamu liatin aku terus kalau emang ada kasih tau aku, biar aku tau dimana letak keaanehanya," ungkap Pearl kepada Theo.
Theo hanya tertawa kecil dengan sikap Pearl, Pearl bingung ada apa sontak Theo hanya menghelus kepala Pearl, Pearl merasa nyaman dan aman saat Theo menghelus kepalanya.
"Tidak sayang, kamu hari ini cantik banget aku sampai pangling liat kamu kadang kalau liat kamu secantik ini, aku jadi tidak rela biarin kamu di kantor sendirian apalgi kamu berduaan sama Andi, dia masih berusaha dekat sama kamu kan," ucap Theo kepada Pearl.
Pearl yang mengingat kejadian kemarin merasa bersalah dengan Theo, tidak lama akhirnya Pearl diam aja saat sampai di perusahanya Theo menahan tangan Pearl sembari melihat ke arah Pearl.
"Pearl, aku tau kamu ada sembunyiin sesuatu dari aku tapi aku akan selalu percaya sama kamu, sampai kamu akan bicara sendiri ke aku, aku tidak mau maksa kamu tapi terserah kamu mikir gimana ya sayang aku selalu sayang kamu," tutur Theo kepada Pearl.
Pearl yang mendengar itu merasa kalau dirinya jahat dan tidak layak dengan Theo, setelah turun dari mobil Theo, Pearl pergi ke perusahaanya begitu juga dengan Theo pergi ke perusahaanya.
__ADS_1
"Oh ya Pearl, ini untuk laporanya kalau ada salah kasih tau gua ya, gua pergi dulu bye," ujar Andi kepada Pearl.
"Andi tunggu, ada yang mau gua bahas sama lu," jawab Pearl dengan nada tidak enak.
"Gua cuman mau bilang, hubungan kita tidak lebih dari teman kemarin yang gua lakuin itu tidak sengaja dan maaf kalau gua terlalu sering sakitin perasaan lu sampai gua tidak sadar udah sakitin lu berkali-kali sekali lagi gua minta maaf ya," kata Pearl kepada Andi.
Andi hanya tersenyum kepada Pearl tidak lama akhirnya mereka hanya diam, sontak Andi mendekap Pearl sebagai teman begitu juga dengan Pearl membalas dekapan Andi.
"Andi maaf ya kalau gua tiba-tiba ketus gua ngerasa gua udah jahat banget sama Theo, tidak seharusnya gua lakuin itu ke Theo," ucap Pearl dengan nada sedih.
"Iya, gua paham kok gua juga tau kalau lu selalu sayang dia udah tidak apa-apa, kita saling menjaga aja rahasia ini ya dan jangan ketawan dia gua tidak akan ngulangin hal yang sama kok," ujar Andi kepada Pearl.
Andi melepas dekapan mereka sontak Pearl tetap murung dan merasa sedih, walau sebenarnya Andi udah bilang berkali-kali jangan sedih tapi Pearl tetap sedih.
"Iyaudah kalau gitu gua balik kerja ya, lu jangan lupa sama kerjaan kita ya kita harus bisa ini cari yang lebih baik, jangan sampai kita ketinggalan pelanggan setia," kata Andi dengan nada semangat.
Pearl hanya bisa senyum setelah di semangatin oleh Andi, tidak lama akhirnya Andi balik keruanganya setelah balik Pearl hanya menghela nafas, sembari tiduran di dekat dinding lalu menyesali dirinya yang sekarang serta bingung harus berbuat apa begitu juga dengan Andi.
Pearl kembali berkerja begitu juga dengan Andi, walau pikiran mereka sedang kacau mereka tidak punya alasan untuk tidak kerja tapi mereka tetap ingin meneruskan pekerjaan mereka sampai semaksimal mungkin, Theo mengetuk ruangan pintu Pearl lalu Pearl bingung siapa saat buka pintu.
"Theo," panggil Pearl kepada Theo dengan senyum.
Theo mendekap Pearl, Andi yang melihat itu sontak tidak jadi keluar tetap di ruangan begitu mereka masuk ke dalam ruangan Andi pergi tanpa berkata apa-apa pada mereka, saat masuk ke dalam ruangan Theo sadar kalau Andi belum menyerah kepada Pearl.
Theo menghelus kepala Pearl sembari membuka makanan yang di bawanya, setelah membuka semua makanan akhirnya mereka makan Theo melihat hasil kerja Pearl hanya tersenyum sontak membuatnya bangga memiliki Pearl, tidak lama Pearl bingung ada apa dengan Theo.
__ADS_1