
"Ingat pulang juga kamu?" sinis Mace Reina pada Raga putranya.
Sedangkan pria berusia 41 tahun itu mengulum senyumannya kala melihat sang Mami merajuk padanya. Jujur Raga begitu sangat meridukan ocehan sang Mami, ocehan yang tidak bisa dia dengar secara langsung selama 2 tahun ini. Mace Reina memang sering mengomeli sang putra, tapi hanya lewat visual saja, dan bagi Mace Reina kalau tidak mengoceh secara langsung hatinya tidak puas.Inilah saatnya nenek cantik itu mengomeli sang putra habis habisan.
"Raga kan disana kerja Mami sayang, oke Raga salah gak pulang dua tahun ini. Tapi Raga kan selalu video call sama Mami juga sama yang lainnya, udah dong jangan ngambek gituh nanti keriputnya tambah banyak." ujar Raga pelan, bahkan pria itu terkekeh melihat wajah sang Mami yang semakin masam.
"Udah tau Mami makin keriput, cepet nikah makanya! Mami pingin punya cucu dari kamu, biar kalau nanti Mami meninggal gak penasaran." ucap Mace Reina serius
"Mam! gak usah ngomongin meninggal deh Raga gak suka dengernya! pokoknya Raga mau Mami sama Papa selalu sehat dan selalu ada buat Raga." ucap Raga tegas
Pria itu bahkan segera memeluk tubuh Mace Reina, Raga mengecupi seluruh wajah sang Mami dengan sayang. Raga tidak akan membiarkan sesuatu terjadi pada Reina maupun Ilham. Suasana menjadi haru, bahkan Lovy dan Cia saja segera memeluk Mace Reina, dikuti oleh Berliana dan Yasmine.
"Mami udah tua Nak, Mami sama Papa gak mungkinkan selamanya sama kamu. Kamu butuh pendamping, yang bisa menemani kamu saat sakit, saat sendiri, menemani kamu saat Mami dan Papa sudah tidak ada. Tolong pikirkan hidup kamu, Raga sayangkan sama Mami?" ucap lirih Mace Reina membuat semuanya terdiam, terutama Raga.
__ADS_1
Pria itu terdiam tak bersuara sedikit pun, Raga malah terdengar menghela napasnya kasar, dan semakin mengeratkan pelukannya pada Sang Mami.
"Akan Raga usahakan, tapi gak bisa janji, sekarang Mami senyum dulu." ucap Raga pelan.
Diam diam Mace Reina dan yang lainnya mengulum senyum. Raga bahkan tidak menyadarinya sama sekali.
"Dapat janda juga gak apa apa Ga, yang penting kamu nikah! dia wanita baik yang mau nerima kamu yang udah tua ini, Mami gak masalah. Pokoknya anak anak Mami harus nikah semua sebelum Mami ma..," ucapan Mace Reina terputus.
"Oke oke, Raga bakalan usahain. Udah sekarang Mami jangan bahas tentang kata Mati lagi!" Raga benar benar menyerah kali ini, padahal selama hampir 16 tahun ini Raga mampu menghindari pembahasan ini. Tapi ternyata kali ini sang Mami membuatnya tidak bisa berkutik lagi.
"Iya Mamiku sayang, udah Raga mau makan udah lapar, di pesawat makan cuma dikit gak kenyang." gerutu Raga
Pria itu melepaskan pelukannya pada Mace Reina, Raga terlihat melepaskan jaket hoddie yang sedari tadi dia pakai.
__ADS_1
"Lira?" panggil Mace Reina
"I-iya Mace?" jawab Elira terbata
"Tolong kasih makan bujang lapuk ini yang banyak, katanya dia lapar." ucap Mace Reina sedikit kesal.
Raga menatap sang Mami tidak percaya, mulut sang Mami memang sama pedasnya seperti Galaska. Keponakannya yang satu itu bahkan tidak pandang bulu saat mengeluarkan bom atom mulutnya.
"I-iya Mace, ayo Om Lira tunjukin ruang makannya." ucap Lira ramah.
Bahkan wanita cantik itu tidak berani untuk menatap wajah Ragata, entahlah Elira juga tidak tahu kenapa kedua mata pria itu terlihat tajam, setajam tatapan Elang.
Tanpa Elira sadari nama Raga memang mengandung unsur sang penguasa udara.
__ADS_1
Ragata Elang Samudera, saudara kembar Lovyna Iren Samudera. Raga bangkit dari duduk dan segera mengikuti langkah Elira dari belakang.