
Kedua pria itu terlihat saling menatap satu sama lain, bila Radja menatap santai pada Arjuna, lain dengan Arjuna. Pria itu terlihat menatap penuh intimidasi pada kakak sepupunya.
"Ada hubungan apa antara Kak Radja dan Berliana?" Arjuna mulai berbicara, sebenarnya sudah sedari tadi dia ingin bertanya seperti itu pada Radja, namun kesempatannya belum dia dapatkan,dan saat inilah kesempatan itu datang.
"Tidak ada hubungan apa apa." Radja menjawabnya dengan santai.
"Tapi tidak tahu kalau kedepannya?" lanjut Radja.
Dan itu membuat kedua tangan Arjuna terkepal erat, pria mencondongkan tubuhnya agar lebih dekat pada Radja.
"Kau masih ingatkan apa yang sudah terjadi pada Disha, kau tidak mau kan kalau Berliana juga, mengalami hal yang sama karena petaka darimu. Disha melompat dari lantai 20 apartemen kalian, dan sampai saat ini kita tidak tahu apa alasan dia nekat melompat dari sana. Kau masih ingat perkataan Bibi Lasmi dan Paman Rajh waktu itu bukan? kau dan Lora itu pembawa petaka bagi Malhotra dan Malik, jadi kau tid...,"
Bruuuk!
Radja menarik kerah kemeja yang tengah dipakai oleh Arjuna, hingga tubuh pria Arjuna terbentur meja. Bahkan Arjuna sedikit kesulitan untuk bernafas.
__ADS_1
"Kau boleh saja mengatai ku sebagai pembawa petaka atau sebagainya, tapi jangan pernah kau membawa putriku dalam hal itu. Dia bukan pembawa petaka untuk siapa pun, dia anugerah bagi kami. Bagi keluarga Dewangga, kalau Malhotra dan Malik tidak menginginkannya itu tidak masalah, karena Lora pun tidak butuh manusia manusia macam kalian. Satu lagi, aku tidak akan membiarkan hal buruk itu terjadi pada siapapun, termasuk pada Queenza!" Tegas Radja
Braak!
Radja kembali melepaskan cengkeramannya dari kerah kemeja Arjuna, nafasnya sedikit memburu karena menahan emosi. Bahkan rahangnya terlihat mengeras, kedua mata hazel itu terus memindai orang orang yang tengah memperhatikan kearahnya dan Arjuna.
"Kau sebegitu sayangnya pada anak itu, padahal Lora buk...,"
"Dia putriku! sampai kapan pun dia akan tetap menjadi putriku, jadi sekarang tolong hentikan segala ocehan mu itu Arjuna, sebelum kita membuat keributan ditempat ini." Radja benar benar memperingati Arjuna kali ini, adik sepupu tirinya itu benar benar memancing emosinya.
"Ayo kita pulang?" Ucapan Arjuna terpotong, saat Berliana tiba tiba menarik lengan Radja, saat wanita itu baru saja datang dan mengajak Radja pulang.
"Sudah selesai?" Radja terlihat bangkit saat melihat Berliana meraih lengannya.
"Sudah, ayo pulang!" Berliana kembali meraih lengan Radja, dia tidak sedikit pun menoleh pada Arjuna, yang semakin dibuat panas oleh interaksi mereka berdua.
__ADS_1
Panas? kipas mana kipas!
"Arjun, ayo kita pulang!" ajak seorang wanita.
Saat Berliana dan Radja hendak pergi dari sana, Anjeli pun ikut mengajak Arjuna untuk pulang. Tanpa menghiraukan Anjeli dan Arjuna, Berliana dan Radja kembali melanjutkan langkahnya.
"Pulang saja sendiri, aku mau ke club'!" Arjuna meraih kunci mobilnya, lalu pergi begitu saja, meninggalkan Anjeli yang tengah memangil namanya terus menerus.
Arjuna semakin mengencangkan langkahnya, kala dia melihat Berliana dan Radja tengah saling mengembangkan senyuman, saat mereka berada disalah satu stand boneka.
Arjuna mengumpat berkali kali didalam hatinya, dulu saat Rohid membawa Disha kerumah mereka untuk pertama kalinya, dia langsung menyukai wanita itu. Namun ternyata sang Kakek malah menjodohkannya dengan Radja. Saat itu Arjuna merasa dikhianati oleh Kakak sepupunya sendiri, pertama kali dia menyukai seorang wanita, tapi ternyata wanita itu malah dijodohkan dengan saudaranya. Bahkan saat Disha ternyata dinyatakan hamil sebelum menikah dengan Radja, rasa suka itu tidak mudah hilang begitu saja, Arjuna ingin memiliki Disha, tapi tidak dengan Lora anaknya, itu egois bukan.
Dan kini, ketika dia menyukai seorang wanita kembali, lagi lagi Radja selangkah lebih maju darinya, dan itu semakin membuat Arjuna muak.
"Sialan kau Radja!"
__ADS_1