Duku Mateng(Duda Kuat Mapan Dan Ganteng)

Duku Mateng(Duda Kuat Mapan Dan Ganteng)
Astaga Dragon Ball


__ADS_3

Film baru saja diputar, suasana hening seketika. Bahkan Berliana terlihat sangat tidak sabaran, untuk melihat film hindi yang di rekomendasikan oleh Radja. Film ini baru saja keluar beberapa hari yang lalu, dan ternyata Berliana si pencinta Bolly ketinggalan berita besar ini, gara gara terlalu sibuk di DIAMOND QUEEN dan ADAM CORP.


Saat film yang katanya komedi romantis itu dimulai, Berliana terlihat menatap layar besar itu tanpa berkedip sedikit pun. Suasana didalam ruang bioskop redup, hanya cahaya dari layar saja yang menyinari penonton.


Entah sudah berapa banyak popcorn yang dilahap oleh Berlian saat ini, tangannya terus saja meraih berondong jagung, dan memasukan kedalam mulutnya secara perlahan. Bahkan aksinya itu, tidak lepas dari pandangan Radja, yang sedari film di putar, dia terus saja menatap wajah cantik Berliana, yang tengah terlihat sangat serius menonton.


Radja menyunggingkan senyuman tipisnya, saat melihat pipi Berliana yang menggelembung, kala wanita itu memasukan popcorn yang ada ditangannya sekaligus kedalam mulutnya. Wanita cantik, sempurna namun sederhana dan apa adanya, itulah yang ada di mata Radja.


Radja kembali mengalihkan pandangan, kearah layar lebar yang ada dihadapannya. Tanpa Radja sadari, kini giliran Berliana yang tengah menatapnya penuh kagum dan puja padanya. Senyuman tertahan Berliana terus saja mengembang, saat melihat wajah tampan tanpa cacat milik Radja. Pria yang begitu sempurna dikedua mata dan hatinya, Berliana tidak peduli dengan status duda beranak satu, yang disandang oleh pria ini.


Bagi Berliana adalah pria ini baik, sedikit pendiam, tidak agresif, tampan jangan lupa, juga mungkin dia kuat, diluar dan didalam. Maksudnya kuat fisik dan hatinya, kalau soal mapan Berliana tidak terlalu memikirkan itu semua. Harta bisa dicari bersama sama, saat mereka bersatu nanti bukan, semoga saja Tuhan mengabulkan segala keinginannya.

__ADS_1


Tatapan Berliana turun kearah jakun Radja, yang terlihat naik turun karena sedang menelan popcorn nya. Kemudian naik lagi kearah wajah Radja, pandangan Berliana terpaku pada wajah itu. Wajah yang selalu membuatnya insomnia, entah bagaimana Berliana nanti malam. Apa dia akan mampu memejamkan kedua matanya dengan nyaman, atau tidak akan bisa tidur sedikit pun.


Berliana tersenyum kala mengingat hal itu, pandangannya dia alihkan kembali pada layar besar yang ada dihadapannya, setelah dia memejamkan mata sejenak, saat mengingat hari dimana dia tidak bisa tidur sepanjang malam. Namun sebelum Berliana mengalihkan pandangannya dengan sempurna kearah layar, Berliana masih menyempatkan diri untuk melirik wajah Radja terlebih dahulu.


Deg!


Pandangan keduanya bertemu, saat Berliana ingin menatap sekejab, wajah Radja sebelum dia kembali fokus ke layar lebar, ternyata Radja juga ingin melihat wajah wanita yang sedari tadi di pandanginya, tanpa jemu.


Berliana sekuat tenaga, mengepalkan kedua tangannya agar tidak sampai tergoda, oleh rayuan maut setan terkutuk, dan kini napas Berliana semakin dibuat tercekat, saat melihat Radja semakin mendekatkan wajah kearahnya.


Entah kenapa, Berliana malah memejamkan kedua mata bukan menghindarinya. Kedua tangannya terulur, untuk meremas ujung kaos yang dipakai oleh Radja, saat pria itu hendak meraih tengkuknya,

__ADS_1


hingga...


"Queen?"  Kedua mata Berliana terbuka saat mendengar suara Radja memanggilnya. Wanita itu terlihat seperti orang linglung, saat melihat orang orang yang menonton bersamanya, sudah bangkit dari tempat duduk masing masing.


Dan betapa terkejutnya Berliana, saat dia mengalihkan pandangannya kearah layar, film yang dia tonton ternyata sudah selesai.


Astaga dragon ball, berapa lama dia berhalusinasi tentang Radja. Bahkan film yang waktu putarannya hampir 2 jam saja sudah selesai.


'Aku tidak bisa begini terus, Tuhaaaannn aku pingen nikah sama dudaaaa!' pekiknya dalam hati.


__ADS_1


__ADS_2