Duku Mateng(Duda Kuat Mapan Dan Ganteng)

Duku Mateng(Duda Kuat Mapan Dan Ganteng)
Si Ratu Gombal


__ADS_3

Seminggu berlalu


Radja sudah siap untuk menghadiri pesta pertunangan saudara sepupunya. Malam ini dia akan menjemput Berliana, karena ternyata keluarga Malik juga mengundang Barata dan keluarganya.


Dengan sebelah tangannya menggendong Lora yang sudah cantik dan imut, Radja menuruni anak tangga dengan hati hati. Ternyata di ruang keluarga kedua orang tua serta adiknya sudah siap berangkat.


"Sini, Lora biar sama Ibu! kamu jemput saja Bell ya." Soraya segera meraih tubuh kecil Lora, dan untungnya balita itu menurut dan tidak menangis.


Rajasa pun ikut mencubit pelan pipi cucunya dengan gemas, walaupun di tubuh Lora tidak ada sama sekali gennya, tapi Rajasa sangat menyayangi balita malang ini.


"Iya benar kata Ibu mu, Lora biar ikut dengan kami. Kau jemputlah ratumu itu, aku yakin si Barata saat ini sedang nengomel karena Berliannya tengah cemberut akibat kau terlalu lama menunggumu." Rajasa terkekeh kala membayangan rival sekaligus calon besannya itu terkena darah tinggi karena terus saja marah marah.


"Kalau begitu Radja berangkat, nanti kita bertemu disana. Dah sayang, Papa jemput Mommy Bell dulu ya, jangan nakal sama Nenek." Sebelum pergi Radja memberikan satu kecupan dipipi gembul Lora.


💝


💝

__ADS_1


💝


"Kamu mau ikut sama Papa, atau mau nunggu Radja?" Bara terus saja bertanya dengan pertanyaan yang sama sedari tadi. Bara tidak tahan saat melihat wajah masam Berliannya, rasanya dia ingin menyiramkan satu karung gula pada wajah sang putri.


"Bell nunggu Radja aja, kalau Papa Mama sama Lira mau duluan, ya duluan aja." ucap Berliana tenang, lebih tepatnya ditenang tenangkan. Padahal sebenarnya saat ini didalam hatinya saat ini dia tengah gundah gulana karena Radja yang akan menjemputnya telat 30 menit.


"Oh ya sudah, ayo sayang." Ucap Bara santai, pria itu meraih pinggang sang istri. Agatha hanya menggelengkan kepalanya melihat interaksi antara Suami serta putrinya.


"Mama berangkat duluan ya Sayang, kamu sama Radja hati hati berangkatnya, ayo Ra!" Agatha mengusap lembut pipi Berliana sebelum dia ikut melangkahkan kedua kakinya mengikuti Bara. Agatha juga tidak lupa mengajak Elira untuk segera berangkat.


"Kita duluan ya Bell." pamit Elira pada saudara sepupunya.


Berliana melirik kearah Gavyndra sang adik yang tengah sibuk dengan headphone serta laptopnya. Bocah itu kalau sudah bermain dengan laptop dan headphone, pasti lupa sekitar.


Berliana bahkan sempat sempatnya membaringkan dirinya diatas sofa karena merasa lelah. Kedua matanya terpejam, namun baru beberapa menit kedua matanya tertutup, suara hentakan sepatu fantofel mulai memasuki area rumahnya. Kedua telinganya mendengar jelas, namun kedua matanya enggan terbuka.


"Queen?" panggilan lembut seseorang terdengar sangat jelas ditelinga Berliana.

__ADS_1


"Teriak aja dikupingnya Kak Radja, Kak Bell susah bangun kalau sudah merem!" suara seorang bocah yang tidak jauh dari Radja membuat si Duku Mateng itu mengalihkan pandangannya.


Sebelah sudut bibir Radja terangkat, calon adik iparnya itu mulai berani berbicara dengannya. Padahal sebelumnya Gavyn tidak banyak bicara, ingin rasanya Radja mencoba usulan Gavyn, namun rasa tidak tega menyelimuti hatinya. Berliana sampai tertidur karena terlalu lama menunggunya.


"Queen, ayo bangun! kita akan berangkatkan? maaf, kamu lama nunggu akunya." Radja berucap pelan dan lembut


Diam diam Berliana mengulum senyumannya, apa lagi saat mendengar Radja mengucapkan kata maaf. Rasanya Berliana ingin sekali berlama lama memejamkan kedua matanya. Berharap Radja akan menggendongnya dan memindahkan tubuhnya kedalam kamar.


"My Queen?" Panggil Radja lagi


Perlahan kedua netra hitam bening itu terbuka, kedua sudutnya terangkat saat melihat wajah Radja sudah berada dihadapnya.


"Kamu ganteng banget sih." Entah kenapa kata kata itu meluncur begitu saja dari mulut Berliana. Gombalan receh Berliana mampu membuat Radja memalingkan wajahnya kearah lain karena salah tingkah. Entah kenapa Radja mudah sekali terbawa perasaan kala Berliana menggombalinya receh seperti ini.


"Udah gak usah salting gituh, gemes tau! jadi pingin gigit, yuk berangkat!" ucap Berliana santai, dia tidak merasakan betapa tremornya Radja kala dia menggombalinya seperti tadi, dan tremornya Radja hanya berlaku kala Queenza menjahilinya dengan kata kata alay.


__ADS_1


SENYUM AJA BANG, GAK USAH DITAHAN YA ELAH BIKIN GEMES PINGEN NGECUP🙈🙈🙈🙈


__ADS_2