Duku Mateng(Duda Kuat Mapan Dan Ganteng)

Duku Mateng(Duda Kuat Mapan Dan Ganteng)
Calon Istri?


__ADS_3

"Arjun, siapa wanita ini?" tanya Rohid pada cucunya, bahkan Rayhan serta Tiara pun ikut menatap penuh penasaran pada Arjuna dan Devikha.


"Calon istriku!" jawab Arjuna santai, bahkan terkesan begitu santai. Namun tidak santai untuk keempat orang yang ada disana. terutama Devikha, wanita itu membuka mulutnya lebar kala mendengar ucapan Arjuna.


"Arjun, kau jang...," ucapan Rayhan terputus.


"WHAT THE FUC*K!" pekik keras dan kasar Devikha, dia benar benar shock kali ini, bahkan semarah apa pun, dia jarang bahkan tidak pernah mengumpat kasar.


Namun kali ini, urusannya berbeda. Menyangkut dengan masa depannya yang cerah dan terang, kini terancam gelap gulita oleh keputusan semena mena, pria yang ada disebelahnya.


"Tidak! kali ini kau benar benar tidak waras Tuan! setelah tadi kau memaksaku, untuk menjadi asisten pribadimu, sekarang kau bilang kalau aku calon istrimu? astaga, kau? ya Tuhan, aku bisa gila kalau terlalu lama disini." ucapan Devikha sudah tidak karuan, dia terlalu shock bahkan benar benar shock.


Tanpa peduli apa pun lagi, Devikha segera keluar dari rumah besar itu. Bahkan Devikha harus menghirup napasnya berkali kali, emosinya saat ini sedang tidak stabil.


"Tunggu! kenapa kau pergi! please jangan pergi dulu," cegah Arjuna, bahkan pria itu segera berlari mengejar Devikha, saat wanita itu pergi meninggalkan dia dan keluarganya.

__ADS_1


"APA HUH! SEKARANG KAU MAU APA LAGI, TUAN? APA KAU PIKIR KARENA AKU HIDUP SEBATANG KARA DISINI, KAU BISA SEENAKNYA PADAKU!" jerit keras Devikha, tepat di depan wajah Arjuna.


"Tidak! aku tidak selemah itu, kau pikir pernikahan itu permainan? kau berencana menjadikanku bonekamu, begitu? maaf, aku memang miskin tapi aku tidak bodoh!" lanjutnya lagi, Devikha merasa kalau harga dirinya diinjak oleh Arjuna.


Mengajaknya menikah, seolah tengah mengajaknya membeli barang pecah belah. Ketika baru, dengan mudahnya dia beli, setelah bosan dan rusak nanti dicampakkan begitu saja.


"Tidak ada yang ingin bermain boneka, please dengarkan aku terlebih dahulu. Tolong bantu aku, keluar dari belenggu masa lalu ku. Mau percaya atau tidak, saat pertama kali aku melihatmu, aku melihat sesuatu yang berbeda dari mu- tunggu! aku bilang tolong dengarkan aku!" sentak Arjuna tidak sadar, bahkan salah satu tangannya sudah mencengkram lengan Devikha erat.


Membuat wanita itu merintih, cengkraman Arjuna membuat lengannya sakit.


Tanpa peduli, Devikha kembali melanjutkan langkahnya. Namun baru saja melangkah, suara seorang wanita memaksa dia untuk berhenti.


"Apa kau benar, calon istri putraku?" tanyanya


Devikha memejamkan kedua mata, bahkan wanita itu terlihat meremas tali sling bagnya erat. Devikha bahkan menghirup udara sebanyak mungkin, perlahan dia kembali berbalik. Benar saja, didekat Arjuna sudah ada seorang wanita paruh baya, yang terlihat berkaca kaca.

__ADS_1


Bahkan tubuh Devikha sedikit terhuyung kebelakang, kala wanita paruh baya itu menubrukan diri padanya.


"Kalau benar kau adalah calon istri putraku, aku sangat berterimakasih padamu. Karena sudah menarik Arjun dari keterpurukannya, membuatnya hidup kembali setelah beberapa bulan ini dia seperti mayat hidup." ucap pelan wanita yang tengah mendekap Devikha.


Sementara Devikha hanya bisa terdiam, dia tidak tahu harus berbuat apa lagi berbicara apa sekarang. Lidahnya terasa kelu, terpuruk? mayat hidup? apa maksud semua ini.


Tatapan yang tadinya tertuju kearah tanah, kini tertuju pada Arjuna yang masih mematung ditempatnya.


Bahkan Devikha dapat melihat wajah sendu, serta tatapan kosong pria gila serta arogan, yang berani menculiknya.


"Kau mau ikut denganku sebentar, ada yang ingin aku bicarakan. Aku tahu kalau saat ini, kau bingungkan," ujarnya lembut pada Devikha.


Setelah sekian detik terdiam, akhirnya Devikha menurunkan egonya. Wanita itu mengangguk pelan, membuat wanita paruh baya itu kembali memeluknya, bahkan terlihat menitikan air mata.


__ADS_1


CALON ISTRI CEUNAH?


__ADS_2