
Berliana duduk diantara Radja dan Soraya, Berliana terlihat tenang saat Rohid terus saja menatapnya penuh intimidasi. Bahkan wanita itu menyunggingkan senyuman tipis pada pria tua yang akan menjadi kakek mertuanya.
"Aku tidak menyangka kalau kau menyukai cucuku? padahal sebenarnya aku ingin menjodohkan Radja dengan Divya. Lalu apa istimewahan dirimu selain menjadi berliannya ADAM CORP?" ucapan Rohid begitu menohok, mungkin kalau wanita itu bukan Berliana, dia sudah keluar dari ruangan penuh intimidasi ini.
"Banyak, anda mau tahu keistimewahan apa saja yang saya miliki? saya penyuka buah pisang, saya penyuka warna kuning, saya juga cantik, tubuh saya profosional, saya pemilik DIAMOND QUEEN, dan yang pasti saya berdiri diatas kaki sendiri tanpa mengandalkan nama besar Papa atau pun keluarga besar saya. Kalau anda mau mendengar lebih banyak lagi keistimewahan yang saya miliki, silahkan anda tanya semdiri pada Radja. Tapi sebenarnya ada yang perlu anda ketahui Tuan Rohid atau saya bisa memanggil anda dengan panggilan Kakek? oke baiklah, kakek saja [Berliana menjeda sejenak]. Semua wanita yang hidup didunia ini memiliki keistimewahan masing masing kakek. Jadi menurut saya, saya sudah memiliki keistimewahan yang tidak dimiliki oleh wanita lain, walaupun mungkin dimata kakek saya tidak istimewah. Tapi dimata seseorang saya begitu istimewah, bukan begitu My King?" Ucapan Berliana terkesan santai, bahkan sangat sangat santai sekali, dia tidak memberikan sedikit pun ruang pada Rohid untuk menyela.
Berliana bahkan masih mengedipkan sebelah matanya pada Rohid dan Radja secara bergantian. Senyuman dibibirnya tidak surut sedikit pun bahkan setelah dia selesai berbicara.
Rohid dibuat terdiam oleh Berliana, pria paruh baya itu menyenderkan tubuhnya pelan setelah Berliana berkedip nakal padanya.
Sedangkan Radja, pria itu sama terdiamnya dengan Rohid. Radja lebih memilih untuk mengalihkan pandangannya kearah lain saat Berliana terus saja mengembangkan senyuman padanya.
__ADS_1
Lain dengan Arjuna, pria itu terlihat menatap dalam pada Berliana. Kedua tangannya mengepal saat melihat wanita itu terus saja tersenyum pada sepupunya.
'Aku bisa gila kalau begini!' teriak Radja didalam hati.
"Mungkin kau benar, Kau adalah wanita yang memiliki banyak keistimewahan. Tapi, apa Radja juga memiliki banyak keistimewahan sepertimu? kau belum tahu kan apa penyebab status duda yang disandang oleh keponakanku ini Nona Berliana?" Rayhan ikut angkat bicara, pria itu sepertinya tengah mencari celah untuk masuk dan mengacaukan segalanya.
"Almarhum istrinya Radja meninggal bukan, aku sudah tahu." Berliana menjawab seadanya
"Ya kau benar, Disha sudah meninggal. Tapi apa kau tahu penyebab kematian Disha?" Senyuman Rayhan semakin lebar saat melihat wajah Rajasa mengetat.
"Berhenti bicara Rayhan, atau aku akan...," Rajasa akhirnya angkat bicara, dia tidak ingin Berliana mengetahui semua masalah itu dari mulut orang lain, bukan dari keluarganya.
__ADS_1
"Biarkan saja Ayah, biarkan Paman ini yang menjelaskan. Ayo Paman lanjutkan!" Berliana memotong ucapan Rajasa dengan tenang. Aura Agatha memang merasuk seluruhnya pada jiwanya saat ini, tenang? cukup itu saja.
"Penyebab kematian Disha adalah karena dia melompat dari balkon apartementnya yang berada dilantai 20, dan harus kau ketahui kalau penyebab kematian wanita malang itu karena Radja, kekasihmu!" Rayhan semakin bersemangat berceloteh saat melihat Berliana terdiam.
"Hentikan omong kosongmu, Putraku bukan penyebab Disha atau siapa pun meninggal. Bahkan saat wanita itu bunuh diri, Radja sedang berada di Turki mengurus pekerjaannya. Lalu kenapa kalian masih saja menyalahkan putraku?" Rajasa menatap menyalang pada Rayhan, dia benar benar tidak menerima kalau keluarga adik tirinya itu selalu menyalahkan Radja perihal kamatian Disha.
"Karena Radja dan Lora adalah pembawa petaka untuk keluarga Malik dan Malhotra. Jadi Nona manis, apa kau tetap mau bersama Radja mu ini setalah kau mengetahui kebenarannya?" senyuman Rayhan semakin mengembang saat melihat Berliana mengatupkan bibirnya, dan beberapa saat kemudian wanita itu menoleh kearah Radja yang juga tengah terdiam.
KALO TIAP PAGI PAS BANGUN LIATNYA YANG BEGINIAN, AUTO KU TARIK KAU KEKASUR 🙈🙈🙈🙈🙈
__ADS_1