Duku Mateng(Duda Kuat Mapan Dan Ganteng)

Duku Mateng(Duda Kuat Mapan Dan Ganteng)
Permainan Hidup


__ADS_3

"Alkan? Alkan Alkan Alkan Alkan?" Cia terus saja menggumamkan nama si bapak penghulu tampan berlesung pipi.


"Ya Tuhan hati seorang Grecia Vyga sudah ter Alkan Alkan, adakah yang bisa menenangkannya?" monolog Cia terus saja berlanjut, bahkan gadis itu terlihat tidak bisa diam.


Rasanya saat dia naksir Reky tidak seperti ini, begitu sangat berbeda. Dulu, biarpun dia tidak bisa bertemu dengan Reky selama dua atau tiga hari, Cia tidak segelisah ini. Apa dia benar benar sudah jatuh kedalam pesona si penghulu?


"Masa iya aku kudu ngapel ke kantor KUA biar bisa ngelihat dia? nyari alasan apa coba biar aku bisa ketemu sama dia? ih gak ada orang yang mau nikah lagi apa, biar aku bisa tp tp sama dia." gerutunya lagi


Cia menghela napasnya kasar, satu tangannya terulur untuk meraih ponsel yang ada dinakas.


"Kalau gak bisa ngapel ke KUA, bisa dong ngapel langsung ke rumahnya." Cia terkikik saat berhasil mengambil alih akun pribadi si penghulu pujaannya. Cia hanya ingin mencari alamat asli pria itu, pasti disalah satu akun media sosialnya ada yang real.


🍌


🍌

__ADS_1


🍌


"Apa yang sudah kamu lakukan padanya Arjun? kenapa Anjeli terlihat begitu sangat ketakutan?"  Rayhan terus saja mencecar putra semata wayangnya.


Beberapa menit yang lalu dia baru saja mendapat kabar kalau Anjeli pulang kekediamannya dalam keadaan shock dan menangis setelah pergi bersama Arjuna.


"Kami hanya bermain Pa, Anjeli saja yang tidak seru. Belum apa apa dia sudah menangis, padahal kami bertiga belum selesai bermain. Ah sudahlah, aku mau istirahat." Arjuna menjawab semua ucapan Rayhan sang Papa dengan santai.


"Arjuna tunggu! bermain? bermain yang seperti apa, yang kamu maksud?" seruan lantang Rayhan membuat langkah Arjuna terhenti sebelum sampai ditengah tangga.


Begitu pula dengan Tiara yang baru saja datang dari arah dapur untuk mengambilkan minum untuk suaminya. Gelas yang dia bawah jatuh begitu saja kelantai, salah satu tangannya memegangi dada, sepertinya sesak napasnya hampir saja kambuh.


Tiara segera mendekat pada Rayhan saat mendengar Arjuna tertawa, namun bukan tawa bahagia melainkan tawa putus asa dan frustasi.


"Putraku kenapa Ray?" pertanyaan itu keluar begitu saja dari mulut Tiara, kedua tangannya mencengkram erat kemeja yang dipakai suaminya.

__ADS_1


"Tidak apa apa, Arjuna hanya lelah. Ayo aku antar kamu kekamar, kamu tidak boleh lelah bukan? ingat apa yang sudah dikatakan dokter." Rayhan kembali mengingatkan keadaan Tiara saat ini.


Sedangkan dilantai atas sana, Arjuna masih terkekeh sendiri kala melihat foto foto pertunangannya dipajang sempurna dilantai dua.


Salah satu tangannya meraih bingkai foto yang menampilkan Anjeli tengah tersenyum lebar pada kamera, sedangkan dia terlihat datar dan malas.


"Sepertinya, kalau aku bermain sedikit denganmu, akan lebih menyenangkan bukan?" monolognya


Praang!


Sekali lemparan yang dilakukan oleh Arjuna membuat pigura itu hancur seketika. Arjuna tersenyum sinis kala melihat bingkai foto itu sudah hancur.


"Dan perlahan aku akan membuat mu sama seperti pigura mahal ini, hancur tak berguna. Lalu setelah itu aku akan memiliki Elira sepenuhnya, Elira harus menjadi milik Arjuna bagaimana pun caranya! tidak akan aku biarkan pria lain menyentuh wanita yang pernah aku sentuh. Gadis nakal itu harus merasakan hal yang sama seperti apa yang sudah dia lakukan padaku tadi. Akan aku buat dia menjerit disetiap napasnya. Kita lihat saja nanti, Elira Dianty Malik," ujar Arjuna begitu yakin, sepertinya kali ini dia akan sedikit bermain terlebih dahulu dengan Anjeli, permainan seperti apa? entahlah, hanya dia yang tahu.


__ADS_1


ELIRA


__ADS_2