Duku Mateng(Duda Kuat Mapan Dan Ganteng)

Duku Mateng(Duda Kuat Mapan Dan Ganteng)
Aku Sudah Kotor


__ADS_3

"Bantu aku, please!" ucap Arjuna enteng, tanpa menunggu lagi pria itu menyeret lengan siwanita menuju mobilnya.


"Hei lepaskan! kamu mau bawa aku kemana?" Wanita itu memberontak saat Arjuna memaksanya masuk kedalam mobil.


"Sssttt, diam dan tenanglah Baby." Bahkan dengan beraninya Arjuna mengecup sekilas bibir tipis wanita yang sedang dia sekap itu.


"Keluarkan aku dari sini, kamu mau apa Tuan?" Wanita itu memberontak, satu tangannya sudah terulur untuk meraih handle pintu mobil, namun Arjuna berhasil menghentikannya.


"Kamu mau kemana Baby? tunggulah sebentar aku akan membawa mu dari sini." Arjuna mulai menyalakan mesin mobil Mercedes Bens miliknya, dan itu membuat sang Wanita panik setengah mati.


"Tolongggggg! siapa pun tolooongg aku! pria ini menculikku! tolooonggg! to hhmmmmppp!" teriakannya tertahan saat Arjuna menarik kepalanya dan segera membungkam mulutnya menggunakan bibir pria itu. Arjuna bahkan sampai terlena dibuatnya, kalau saja dia tidak mendengar suara klakson mobil dari arah depan, mungkin mobilnya sudah menabrak mobil lain dari arah berlawanan.


"Sialan! aku sudah tidak tahan!" Arjuna membelokan mobilnya kesebuah taman, kedua tangannya mencengkram kuat strir mobil. Sedangkan wanita yang ada disebelahnya hanya bisa menangis, harga dirinya hancur saat pria asing yang tiba tiba melecehkannya. Pria itu mengambil ciuman pertamanya dengan paksa, dan dia benci itu.


Citt!


Arjuna mengerem sekuatnya saat dia sudah menemukan lokasi yang cocok untuk memarkirkan mobilnya.


"Berhenti menangis cantik, sekerang mau kah kau membantuku hm?" ucap Arjuna lembut, satu tangannya terulur untuk menyingkirkan anak rambut yang menghalangi wajah wanita itu.


"Lepaskan aku, aku mohon. Kita tidak saling kenal kenapa kamu membawaku kesini?" Tangisan wanita itu semakin pecah saat Arjuna mulai mendekatkan wajahnya kearah ceruk lehernya. Kedua tangannya dicekal kuat, suaranya semakin terkecat saat Arjuna mulai menaikan kecupannya kearah rahang miliknya.

__ADS_1


"Tolong lepaskan aku, apa salahku padamu Tuan. Kalau kamu berani macam macam padaku, aku bersumpah akan membencimu seumur hidupku disetiap aliran darah serta air mataku yang terbuang sia sia karenamu!" Ucapan sang wanita tidak membuat Arjuna berhenti melakukan hal senonoh padanya.


"Please." Wanita memohon saat Arjuna semakin brutal, pria itu sudah berhasil membuka kacing blazer serta kemeja berdada cukup rendah yang dia pakai.


Dugh!


Satu tendangan berhasil dia berikan pada pria yang tengah menguasainya, namun sebelum dia berhasil keluar dari mobil, Arjuna sudah mencekal lengannya kembali lalu membanting tubuhnya kesofa mobil.


"Aku sudah lembut padamu sayang, apa kau ingin aku berlaku kasar hm?" Arjuna segera membungkam bibir wanita itu sebelum sang wanita kembali mengeluarkan suaranya.


Plak! satu tamparan keras Arjuna dapatkan dari wanita malang itu.


"Kau menjijikan." desis sang wanita, air matanya semakin mengalir, dan Arjuna semakin dibutakan oleh gairah. Arjuna meraih wajah sang wanita, lalu menekan kedua pipinya menggunakan salah satu tangannya.


Srekkk!


Dengan sekali tarikan Arjuna berhasil merobek semua kancing kemeja wanita itu,  bahkan Arjuna sudah memposisikan tubuhnya diatas tubuh wanita malang itu.


"Please jangan lakukan itu," ucap sang wanita lirih, dia terlihat sudah tidak berdaya, tenaga yang dia miliki kalah telak oleh pria yang tengah mengukungnya.


"Rileks oke," timpal Arjuna

__ADS_1


"Please, aku gak mau!" pekik wanita itu, dan langsung dibungkam oleh bibir Arjuna.


"Kenapa kau suka sekali menjerit Sayang, rileks oke." Arjuna kembali mengecupi dua gundukan kenyal yang sudah ada dihadapannya, akal sehat Arjuna mulai hilang. Dia tidak memperdulikan umpatan kasar serta tangisan wanita yang tengah dilecehkannya saat ini.


"Lepaskan aku brengsek! lepaskan aku AAAAKKHHHH!" Jerit pilu nan lirih sang wanita kala Arjuna berhasil membobolnya. Tangisannya perlahan mereda berganti dengan tatapan kosong tak berdayanya. Sesuatu yang sangat berharga didalam dirinya kini sudah hilang dalam sekejab oleh pria yang tidak dia kenal.


Air matanya terus saja mengalir namun tidak ada lagi suara yang keluar, bahkan disaat pria yang tengah menguasai tubuhnya itu terus saja menggerang nikmat, dia semakin terjatuh kedalam jurang yang sangat dalam.


'Aku sudah kotor?' Hanya tiga kata itu yang menghantuinya


"Aku tidak akan pernah melupakan percintaan kita sayang, kamu terlalu berharga untuk dilupakan." Arjuna sempat sempatnya berkata seperti itu saat wanita yang sedang dia gagahi itu tidak memiliki gairah untuk hidup.


"Aaahhh," Erangan nikmat Arjuna terdengar seperti simponi kematian untuknya.


"Kau sudah selesai?" ucap dingin wanita itu  pada Arjuna yang tengah mengatur deru napasnya, dan menyembunyikan wajahnya diceruk leher sang wanita. Bahkan Arjuna masih sempat memberikan kecupan kecil dilehernya.


"Kalau kau sudah selesai, tolong bunuh aku! Aku ingin segera bertemu dengan Ibuku!" ucapan sang wanita membuat Arjuna membuka kedua matanya, pria itu menatap wajah cantik yang tengah menatap kosong kearah langit langit mobil mewahnya.


Hidup serta masa depannya sudah hancur karena pria yang tidak dia kenal, pria yang pernah memberikannya selembar kertas sebagai pengganti belanjaannya yang rusak. Namun dengan mentah mentah dia menolaknya, wanita malang itu adalah Elira.


__ADS_1


ELIRA DIANTY


ADA YANG MAU KALIAN SAMPAIKAN UNTUK ARJUNA🙈🙈🙈


__ADS_2