Duku Mateng(Duda Kuat Mapan Dan Ganteng)

Duku Mateng(Duda Kuat Mapan Dan Ganteng)
Habis Disepah, Dipungut Lagi


__ADS_3

"Cucu? cucu siapa yang kalian maksud?" suara dingin Radja membuat semua orang yang ada disana menoleh kearah pintu masuk.


Soraya dan Ambar menghela napas lega kala melihat Radja dan Berliana sudah sampai dikediaman mereka. Sedangkan Rajasa, masih fokus menatap mantan besannya yang terlihat tengah menabuh genderang perang.


"Aku tanya sekali lagi, cucu siapa yang kalian maksud?" Radja kembali bertanya sembari membawa Berliana kearah sang Ibu dan adiknya yang sudah berdiri untuk menyambut kedatangan keluarga baru mereka.


"Memangnya ada berapa cucuku dari Disha? ya cuma Saradha kan, cucuku yang kalian urus selama ini." ucap Rajh Malhotra dengan tidak tahu malu, padahal semenjak Lora lahir pria ini tidak pernah sudi melihat apa lagi menemui Lora atau Saradha.


"Wah, ada angin apa Tuan Rajh Malhotra yang terhormat ini sudi mengakui Lora kecil ku sebagai cucunya? Kemana sikap arogan anda yang dulu pernah mengatakan kalau semua keluarga Malhotra tidak akan sudi mengakui Lora sebagai anggota keluarga kalian. Bahkan dengan kejamnya kalian mengcap Lora sebagai pembawa petaka." Radja berucap datar, kedua netra hazelnya menatap dingin pada mantan mertuanya.


"Kami lebih berhak dari mu atau pun keluarga ini Radja, kami keluarga kandungnya! sedangkan kau hanya Ayah tirinya yang kebetulan mengurusnya. Ada orang yang lebih berhak dari mu, yaitu Ayah kandung Saradha." ucapan Rajh sukses membuat Radja mematung ditempatnya, kedua tangannya mengepal erat.


Ayah kandung Lora?

__ADS_1


Ketiga kata itu kini sudah memenuhi otaknya, kenapa manusia pengecut itu tiba tiba muncul setelah Disha tidak ada, sekarang dia dan keluarga Disha menginginkan Lora.


"Kau pikir aku akan percaya?" sinis Radja, dia tidak akan semudah itu memberikan Lora kecilnya pada manusia manusia yang tidak berhati seperti mereka.


"Itu terserahmu saja Radja, kau mau percaya atau tidak itu bukan urusan kami. Yang menjadi urusan kami sekarang adalah Saradha Lora Mehra, bukan bernama belakang Dewangga atau pun Malik. Jadi bersiaplah kalau Ayah kandung Saradha akan mengambilnya sebentar lagi." ucap Rajh terkesan meremehkan Radja dan keluarga Dewangga, karena Radja atau Rajasa tidak akan bisa berbuat apa apa kalau sampai Ayah kandung Lora datang lalu mengambil hak asuh balita cantik itu.


Rahang Radja terlihat mengeras, kedua tangannya semakin mengepal erat. Kedua kakinya tidak sabar untuk mendekat pada mantan Ayah mertuanya, yang tengah terang terangan meremehkanya.


Grep!


"Jangan sampai Lora lihat kalau Papa kesayangannya berbuat kasar! tahan, tenang, kita akan mencari solusinya nanti. Jangan sampai kamu terpancing oke, justru itu yang mereka mau. Kamu berbuat kasar pada salah satu dari mereka, lalu dengan mudah mereka akan menjadikan semua itu bukti kalau kamu selalu berbuat kasar. Kamu dengar apa yang aku ucapin kan, rileks oke! mana Radjaku yang selalu tenang dan santai." Berliana terus saja berbicara pelan pada Radja, bahkan wanita ini juga mengusap lengan serta punggung tangan suaminya agar sedikit rileks.


Radja menghela napasnya kasar, satu tangannya menyugar kasar rambut gondromgnya kebelakang. Bahkan Radja memejamkan kedua matanya untuk menetralkan gemuruh didadanya.

__ADS_1


"Apa ini istri barumu? wah baru beberapa bulan saja Disha meninggalkanmu, kau sudah menikah lagi. Tanpa mengundang kami huh, apa wanita cantik ini tahu kalau kau adalah si pembawa pet...,"


"Justru Disha yang membawa petaka untuk hidup Radja." Berliana memotong  cepat ucapan salah satu keluarga mantan istri suaminya.  Berliana tidak akan pernah membiarkan siapa pun merendahkan martabat suaminya,siapa pun itu.


Semua mata tertuju pada Berliana yang tengah menatap tenang pada keluarga Malhotra, wanita itu melangkahkan kedua kakinya tanpa ragu lebih dekat dengan mereka.


"Kau? siapa kau berani menghina putri keluarga Malhotra! Disha tidak pernah membawa petaka, justru pria itu yang membawa petaka untuk Dis...,"


"Hei Tuan! bukan mata anda lebar-lebar, bukan hanya mulut yang anda buka lebar. Pura pura lupa huh, Radjaku bahkan menerima putrimu itu dengan suka rela disaat dia sudah berbadan dua. Seharusnya kalian berterimakasih pada Radjaku, bukan malah mengcapnya dengan segala kepercayaan kalian yang tidak masuk akal. Bahkan Lora pun menjadi korbannnya, tapi apa sekarang? kalian dengan tidak tahu dirinya memperebutkan hak asuh anakku setelah kalian membuangnya, hanya karena Ayah kandung Lora sudah kalian temukan. Otak kalian masih waras kan? kalau memang si Ayah kandung Lora itu laki laki yang bertanggung jawab, kenapa dulu dia meninggalkan Disha dan membiarkanya menikah dengan pria lain?" kata kata sinis Berliana mulai bermunculan


"Otak itu dipakai sayang, bukan cuma dipasang!" lanjut Berliana sembari berbalik meninggalkan keluarga Malhotra yang langsung terdiam.


"Ayo Ai, kita lihat Lora!" ajak Berliana pada Radja, pria itu masih terdiam ditempatnya mendengar ucapan sang Ratu.

__ADS_1



__ADS_2