Duku Mateng(Duda Kuat Mapan Dan Ganteng)

Duku Mateng(Duda Kuat Mapan Dan Ganteng)
Kebersamaan Keluarga


__ADS_3

Suara riuh canda tawa keluarga Bara menjadikan kediaman keluarga Prayoga itu ramai. Bukan hanya karena begitu banyak orang yang tengah menghiasi seluruh area rumah, namun karena suara Yasmine dan Berliana yang begitu heboh.


Kedua wanita keturunan Prayoga itu memekik heboh, kala melihat Bara dan Gentala sudah full make up, karena ulah mereka berdua.


"Tuh kan Papi cantik banget, Yas kan udah bilang, Papi tuh cantik banget kalau dandan." pekik heboh Yasmine kala melihat Gentala pasrah.


Begitu pula dengan Barata, pria paruh baya itu menghela napas kasar, ingin marah tapi ini Berliannya yang berbuat ulah, jadi dia hanya bisa pasrah.


Sedangkan para Mama Kece hanya tertawa geli melihat kondisi suami mereka, Damar bahkan sudah tertawa geli keadaan kedua putranya yang sangat mengenaskan.


Untung saja dia tidak memiliki anak perempuan, jadi Damar tidak pernah merasakan apa yang tengah dirasakan kedua putra tersayangnya.


Tanpa Damar sadari, Berliana dan Yasmine saling lirik. Perlahan senyuman devil dikedua sudut bibir wanita beda usia itu terbit. Keduanya perlahan memundurkan langkah perlahan mendekat pada Sang Opa.


Berliana sudah bersiap dibelakang tubuh Damar, sedangkan Yasmine berada didepan Opa Kece, yang masih belum menyadari kehadiran kedua cucu cantiknya.


"Serang!" seruan Yasmine membuat Damar tersentak, namun kakek dari empat orang cucu itu sedikit terlambat. Berliana sudah memegangi kepala Damar, sedangkan Yasmine tengah bersiap memoleskan bluss on pada wajah sang Opa.


"Astaga, kalian mau ngapain?" tanya Damar panik, apa lagi saat melihat kedua cucu cantiknya tersenyum devil.


"Mau ngasih ini aja Opa, udah Opa diam! kalau gak, nanti Yas kasih lipstik merah merona." ucap Yasmine penuh ancaman.


"Astaga, anaknya Gentong!" pekik Damar frustasi kala Yasmine dan Berliana berhasil menguasai wajahnya.

__ADS_1


Kalau tadi Damar yang menertawai nasib Bara dan Genta, kini giliran kedua hot Papa itu yang menertawai nasib Opa Kece, yang nasibnya tidak kalah mengenaskan dari mereka. Agatha dan Tiur pun ikut terkikik pelan melihat kondisi sang Ayah mertua.


Damar sudah pasrah, pria itu tidak bisa melakukan apa pun saat ini. Apa lagi kala lipstik super merah mulai menyentuh bibirnya.


'Anin, tolong aku!' jerit Damar dalam hati


"Astaga! apa yang kalian lakukan pada suami Oma?" suara pekikan keras Bunda Anin, membuat Yasmine dan Berliana menoleh, kedua wanita muda itu tersenyum tak berdosa pada Sang Oma. Damar pun menghembuskan napas lega, malaikat penyelamatnya datang tepat waktu. Apa lagi saat sang istri mendekat, kedua mata Damar berbinar, namun binarnya redup saat mendengar Anin tertawa kecil, melihat keadaannya saat ini.


"Hahaa, ya ampun Opa cantik sekali. Kayak tante tante mau kondangan." Anin tertawa kecil, bahkan saat nenek dari empat orang cucu itu mengalihkan pandangannya kearah lain, tawanya semakin keras.


Bunda Anin tertawa keras saat melihat kondisi kedua putranya, yang sama persis seperti keadaan Damar saat ini.


Disaat Bunda Anin tertawa geli, Radja dan kedua orang tua serta Ambar tiba tiba masuk. Bahkan Lora yang tengah berada dipangkuan Agatha, melompat lompat heboh kala melihat Radja.


Radja mengerutkan dahi kala melihat kondisi Papa Mertua, Paman serta Opanya saat ini. Sementara Rajasa, terlihat menyunggingkan senyuman kecil nan licik pada Bara yang tiba tiba menjadi patung, kala melihat sang Besan.


"Papa, Paman sama Opa, kenapa? wajah mereka full make up? apa tadi ada sales kursus kecantikan kesini?" tanya Radja penasaran, bahkan dia ingin berbicara lagi, namun saat melihat sebuah kotak make up dipangkuan Damar sang Opa, Radja mengurungkan niatnya.


Radja diam diam melirik pada Berliana yang tengah tersenyum manis padanya, sekarang Radja tahu ulah siapa ini.


"Ai?" panggil Berliana, panggilan yang membuat bulu kuduk Radja meremang. Bukan karena terangsang seperti saat Berliana memanggilnya kala mereka bertanam pisang raja, namum meremang karena horor.


"Aku sisirin rambut kamu ya, terus nanti aku kuncit kecil kecil rambut gondrongnya." rayuan maut Berliana pada suaminya.

__ADS_1


Radja terlihat sudah mencari ancang ancang menghindar, namun sayang langkah Radja kalah cepat dengan Berliana yang sudah memeluk tubuhnya.


Lora bahkan bertepuk tangan kala melihat kedua orang tuanya berpelukan, lebih tepat Berliana yang memeluk sang Papa.


"Queen?" panggil Radja pasrah


"Dikit aja, paling lima kuncitan, ayo ih bentar aja nanti dicopot lagi." rayu sang Ratu.


"Queen?" Radja memelas, dan itu membuat semua orang yang ada disana terkikik geli, terutama Bara Genta Damar dan Rajasa.


"Yes Baby, ayo bentar aj...," ucapan Berliana terputus kala mendengar suara Bik Sari, wanita paruh baya itu terlihat ngos ngosan saat menemui mereka.


"Bu,di luar ada perempuan yang nyari Non Lira, dia maksa mau ketemu sama Non Lira." ucap Bik Sari cepat, bahkan saat napasnya senin kamis pun, wanita paruh baya itu tetap berbicara.



BANANA QUEEN



**BANANA KING


HOLLA MET PAGI EPRIBADEH

__ADS_1


JANGAN LUPA DUKUNGANNYA SELALU, KLIK LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA


SEE YOU NEXT PART MUUUAACCHH**


__ADS_2