
"Pak Arjuna?" Berliana sedikit terpaku, saat melihat Arjuna tengah menatap padanya seraya tersenyum manis.
"Aku tidak menyangka kalau kita bertemu disini, kamu sendirian?" Arjuna memajukan langkahnya membuat kedua kaki Berliana reflek mundur satu langkah kebelakang.
"Ya, aku juga diundang ke pesta ini, jadi wajarkan kalau aku juga ada disini. Sayangnya aku tidak sendiri, kalau begitu aku permisi." Berliana menundukkan kepalanya dengan elegan, saat dia hendak meninggalkan Arjuna yang masih menatapnya dalam. Sifat elegan yang ditunjukan oleh Berliana padanya, membuat Arjuna semakin jatuh semakin dalam pada pesona Berliana.
Wanita itu terlihat istimewa dan lebih bersinar, dari sekian banyak wanita yang ada di pesta ini. Sesuai dengan namanya bukan, Berliana. Bahkan Berliana lebih elegan dan lebih segalanya dibandingkan Disha dulu, tanpa Arjuna ketahui kalau sifat asli Berliana bukan saja elegan, namun masih banyak sifatnya yang tidak diketahui oleh orang asing didalam hidupnya, contohnya Arjuna sendiri.
"Boleh aku menemanimu, sepertinya orang yang datang bersama kamu itu sedang sibuk sendiri sekarang." Arjuna tidak menyerah, dan ternyata ucapannya sukses membuat langkah Berliana terhenti.
Wanita bergaun putih tanpa lengan itu terlihat menelisik area sekitar, kedua mata hitam beningnya mencari Papa serta Mamanya, namun nihil. Sepertinya sepasang suami istri itu sedang sibuk mengobrol atau mungkin sedang berduaan.
Berliana menghela napasnya kasar, oke kali ini dia harus mau berdekatan dengan Arjuna, karena sepertinya di pesta mewah ini hanya pria itu yang dia kenali. Ingatkan Arjuna kalau Berliana hanya terpaksa, bukan karena kemauan dia sendiri.
Berliana membalikan tubuhnya, senyuman tipisnya tercipta dikedua sudut bibirnya. Senyuman yang sangat terlihat terpaksa sekali, tapi ternyata itu tidak di pedulikan oleh Arjuna. Pria itu membalas senyuman terpaksa Berliana dengan senyuman manis miliknya.
__ADS_1
"Ayo kita mencari tempat duduk!" Arjuna mengulurkan tangannya pada Berliana, namun ternyata wanita itu lebih memilih untuk berjalan sendiri dari pada menggandeng lengannya seperti yang sudah Arjuna bayangkan.
"Aku masih bisa berjalan sendiri, terimakasih tawarannya." Berliana segera melangkahkan kedua kaki miliknya yang terbalut heels 9 centi meter. Tidak terlalu tinggi tapi cukup membuat tumitnya sakit dan sedikit kurang nyaman.
Dan saat ini Berliana sudah duduk disalah satu meja tamu bersama Arjuna, yang sedari tadi terus saja menatap tanpa berkedip pada Berliana. Sedangkan Berliana dia memilih untuk menatap kearah pelaminan, dimana sepasang pengantin baru itu tengah tersenyum bahagia di hari pernikahan mereka berdua.
Entah kenapa Berliana malah membayangkan, dia dan Radja yang berada di atas pelaminan itu saat ini. Perlahan senyumannya mengembang, Berliana bertopang dagu sembari terus saja melebarkan senyuman dikedua sudut bibirnya, tanpa menyadari tatapan para tamu undangan yang mengarah kepadanya saat ini.
"Berlian?" Panggil Arjuna sembari mengusap pundak terbuka Berliana, membuat wanita itu tersadar kembali.
"Iya, ada apa Pak Arjuna?" Berliana bersikap biasa saja, dia menampilkan senyuman ramahnya pada pria yang tengah menatapnya dalam.
"Ayo kita berdansa!" Arjuna mengulurkan tangannya pada Berliana, dia sangat berharap kalau wanita ini akan menerimanya.
Sedangkan Berliana, wanita itu terlihat bingung. Apa dia harus menerima ajakan Arjuna untuk berdansa dengannya, sudut mata Berliana melirik pada orang orang yang sudah turun kelantai dansa bersama pasangannya masing masing.
__ADS_1
Berliana menghela napasnya kasar, untuk kedua kalinya dia terpaksa mengikuti ajakan Arjuna. Berliana menyambut baik uluran tangan Arjuna, membuat senyuman pria itu mengembang. Berliana hanya tidak ingin membuat Arjuna malu, masih ada rasa iba serta kasihan dihatinya.
Akhirnya kedua orang itu berjalan menuju lantai dansa, mereka berdansa seperti orang orang yang ada disekitarnya. Berliana hanya menunduk dan sesekali mengalihkan pandangannya kearah lain karena dia memang tidak bisa berdansa. Tapi sepertinya Arjuna sudah terbiasa dengan hal seperti ini, pria itu begitu lues membawa tubuh Berliana meliuk kesana kemari
Hingga tanpa mereka sadari, kalau ada seseorang yang tengah memperhatikan interaksi mereka berdua, dari salah satu meja tamu
**INILAH PENAMPAKAN DIAMOND QUEEN
HOLLA MET PAGI EPRIBADEH
JANGAN LUPA BUAT LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA
SEE YOU NEXT PART MUUAACCHHHHH**
__ADS_1