Duku Mateng(Duda Kuat Mapan Dan Ganteng)

Duku Mateng(Duda Kuat Mapan Dan Ganteng)
Nasib Arjuna


__ADS_3

Radja terus saja memutar mutar kursi kebesarannya, pria itu bersandar sembari memejamkan kedua mata hazelnya.


'aku yang akan menjadi penawar dan mematahkan kutukan itu'


Ucapan Berliana terus saja teriang dikepalanya, bahkan senyuman manis Berliana kini sudah hampir menguasai seluruh pikirannya. Radja mengumpat berkali kali didalam hati saat melihat Berliana terus saja menggodanya melalui alam bawah sadar.


"Astaga aku bisa gila kalau seperti ini terus!" Radja mengusap kasar wajahnya, rambut gondrongnya pun tidak lepas dari usapanya.


Ting


Radja melirik pada ponselnya yang tergeletak diatas meja, kening Radja berkerut saat melihat nama kontak yang mengirim pesan padanya.


"Ambar, ada apa?" Radja meraih ponselnya dengan malas, pria itu segera membuka pesan gambar yang dikirimkan oleh sang adik.


Kedua mata Radja membulat saat melihat foto yang dikirimkan Ambar padanya, kedua netra hazelnya enggan berkedip saat melihat foto didalam ponselnya. Kedua sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman lebar.


"Cantik, kenapa kau begitu sempurna Queen." Radja bergumam lirih sembari mengelus lembut layar ponselnya, bahkan Radja sudah menjadikan foto yang dikirimkan oleh Ambar sebagai wallpaper utama ponselnya.


"Kenapa dia memakai pakaian seperti itu, memangnya di DUAMOND QUEEN sedang ada festival apa?" Kening Radja kembali berkerut, Wanitanya terlihat semakin cantik saat dia memakai pakaian yang berbau Hindi, negara asal sang Kakek dan Ayahnya.


Radja bahkan sampai membayangkan kalau kekasihnya itu tengah memakai gaun pernikahan mereka, pasti Berliana akan terlihat lebih cantik dan anggun.


"Kalau begini ceritanya, aku tidak yakin kalau aku bisa menahannya lebih lama lagi!" Radja mengacak rambutnya frustasi

__ADS_1


💝


💝


💝


"Arjun!"


Langkah Arjuna terhenti saat mendengar wanita yang selalu menguntitnya itu kembali memanggil namanya. Rasanya dia ingin sekali melempar wanita itu kesungai Gangga, sayangnya sungai itu tidak ada di negara ini. Mungkin Arjun akan melemparnya kesungai lain saat dia menemukannya nanti.


"Ada apa lagi Anjeli?" Arjuna sudah terlalu jengah, dia tidak mengerti dengan wanita ini. Sudah ditolak berkali kali pun Anjeli tidak jera dan malu.


"Arjun Kakek Rohid bilang kau akan mengajakku jalan jalan, lalu kenapa kau malah meninggalkanku." Anjeli bergelayut manja dilengan Arjuna, interaksi mereka banyak diperhatikan banyak mata disana. Apa lagi itu adalah jalanan, area umum bagi orang orang yang berlalu lalang disana.


"Maaf Mas, kau lihat! pergi jalan jalan saja sendiri, aku sibuk!" Arjuna melepaskan kasar belitan tangan Anjeli dari lengannya.


"Arjun! aku akan melaporkan mu pada Kakek Rohid kalau kau meninggalkanku!" Ancaman yang dilontarkan Anjeli sukses membuat langkah Arjuna terhenti. Pria itu mengumpat pelan berkali kali sembari memejamkan kedua matanya saat suara keras Anjeli mengundang banyak mata mengarah padanya.


"Betina sialan!" desisnya


Arjuna membalikan tubuhnya, dia terlihat muak saat melihat senyum kemenangan terpatri dibibir Anjeli.


"Bagus, kau memang seharusnya menurut padaku Arjuna." Anjeli berjalan mendekat kearah Arjuna yang masih mematung ditempatnya.

__ADS_1


"Jadi, sekarang kita mau kemana Arjunaku?" Anjeli sudah bergelayut manja dilengan calon tunanganya.


"Terserah!" Arjuna sudah jengah


"Oke, biar aku yang mentukan tempatnya." Anjeli segera menarik lengan Arjuna menuju mobil mereka. Wanita itu terus saja mengoceh, tapi tidak diperdulikan oleh Arjuna. Arjuna malah memilih untuk mengedarkan pandangannya kearah lain untuk menghindari wajah menyebalkan wanita yang dijodohkan oleh sang Kakek dengannya.


"Kau lihat Arjun, pemandangan ditempat ini begitu in...," ucapan Anjeli terpotong


Bruuk!


Tubuh Anjeli menabrak seseorang yang sedang berjalan berlainan arah dengannya dan Arjuna.


"Astaga baju ku!" Anjeli menjerit saat melihat gaunnya sudah berwarna putih akibat tumpahan tepung yang terjatuh saat dia menubruk seseorang didepannya.


"Hei kau! kau tidak punya mata ya!" Anjeli menujuk wajah orang yang tengah memunguti belanjaan miliknya yang terjatuh.


"Mak Cik Tata pasti bakalan nyuruh aku beli tepung lagi, semua tepungnya tumpah gak ya?" Orang itu tidak memperdulikan pekikan keras wanita yang tengah menundingkan telunjuk padanya.


"Hei! kau tuli ya!"



__ADS_1


__ADS_2