Duku Mateng(Duda Kuat Mapan Dan Ganteng)

Duku Mateng(Duda Kuat Mapan Dan Ganteng)
Demi DIAMOND QUEEN


__ADS_3

"Kamu yakin kalau putrinya si Barata itu cuma kamu peluk? Ayah tidak yakin, tidak mungkin kalau Si Barata panas membara itu dengan mudahnya menerima kamu jadi pacar anaknya." Rajasa terus saja mencecar Radja dengan begitu banyak pertanyaan. Soraya yang tengah memangku Lora hanya menggelengkan kepalanya.


"Aku hanya reflek memeluknya Yah, tidak lebih. Memangnya apa yang bisa aku lakukan ditempat umum begitu." Radja menolak mentah mentah tuduhan sang Ayah padanya.


"Oh jadi kalau bukan ditempat umum, Kak Radja bisa ngapa ngapain Miss Bell gitu? wah kayaknya ada yang harus tahu setelah ini." Ambar mengangkat ponselnya, dia tersenyum jahil pada sang Kakak.


"Ambar!" Peringatan Radja


"Iya Kak, bercanda." Ambar memasukan kembali ponselnya kedalam kantung celana.


"Radja dan Queen masih tahap pendekatan, Kita sedang berusaha untuk mengenal satu sama lain Yah. Pak Barata memberikan kesempatan kita berdua untuk saling mengenal lebih jauh lagi. Bahkan Radja juga sudah memberitahukan status Radja pada mereka. Awalnya keluarga Mamanya Queen tidak menerima, tapi Mamanya Queen terus saja membela ku. Beliau bilang kalau status duda beranak satu yang aku sandang saat ini bukan masalah untuk putrinya. Bahkan Mamanya Queen sempat berdebat dengan orang tuanya hanya karena membelaku Bu, jadi apa sekarang Ibu sama Ayah mau merestui hubungan kami berdua?" ujar Radja tenang


Radja menjelaskan panjang lebar apa yang sudah terjadi padanya kemarin dikediaman Prayoga.


"Kalau Ibu pasti setu..," ucapan Soraya terpotong saat Rajasa menyelanya cepat.


"Ayah tidak setuju!" Ujar Rajasa cepat


Radja, Soraya dan Ambar menatap tak percaya pada Rajasa saat ini. Pria paruh baya itu malah menyandarkan tubuhnya santai disandaran sofa.

__ADS_1


"Ayah tidak setuju kalau kau tidak bisa membawa putri si Barata itu kerumah ini untuk kedua kalinya." Rajasa tersenyum tipis melihat wajah tegang Radja.


Namun perlahan senyuman tipis Radja terbit setelah mendengar ucapan sang Ayah yang selanjutnya.


"Terimakasih Ayah." Ujar Radja tulus


"Sama sama Nak, sudah saatnya kau bahagia dengan caramu sendiri bukan." Rajasa menepuk pundak sang putra, Soraya pun turut memeluk Radja.


💝


💝


💝


Senyuman tipisnya terus saja terbit dari kedua sudut bibirnya, bahkan saking tidak fokusnya Berliana tidak menyadari kalau saat ini Cia dan Juan sudah berada diruangannya. Kedua orang itu saling lirik satu sama lain, Cia menghela napasnya kasar sedangkan Juan hanya mengerenyitkan dahinya heran.


"Kalau Kak Bell bengong terus, bisa bisa nih DIAMOND QUEEN bakalan kena ketelo kayak ayamnya Pace Ilham, kejang kejang semua karyawannya." Cia yang sudah tidak kuat lagi untuk berdiri dan terlalu lelah melihat Berliana bergalau ria, akhirnya buka suara.


"Apa sih Ci, orang gak ngelamun." Berliana kembali menegakan tubuhnya saat melihat Cia dan Juan sudah duduk didepan meja kerjanya.

__ADS_1


"Udah yakin aku mah kalau Kak Bell pasti lagi mikirin si Duku Mateng kan?" Tebak  Cia


Berliana pun diam diam tersenyum mendengar ucapan Cia, gadis itu 100% menjawab benar. Saat ini memang dia tengah memikirkan Duda gondrongnya.


"Udah tau nanya, udahlah jangan bahas itu dulu. Sekarang apa yang you you berdua mau, sampai ganggu jam istirahat Miss Bell." Berliana terlihat serius


"Kita cuma mau ngasih ini ke Miss, ini adalah daftar seluruh show yang akan diikuti oleh DIAMOND QUEEN, tapi ada satu kendala disini?" Juan terlihat menghela nafasnya sembari menggeser layar ipadnya.


"Apa kendalanya?" Berliana sudah tidak sabar


"Kerena si Anggun sudah kita keluarkan, jadi model untuk pakaian India kosong. Kalau saja si Anggun bakalan berkhianat aku tidak akan mengambil bagian itu, dan sekarang modelnya kosong harus kita isi lagi. Sayangnya model yang kita miliki sudah berada dilahannya masing masing tidak bisa diganggu lagi. Jadi intinya sekarang kita hanya butuh satu model wanita lagi, yang sudah sangat tahu catwalk. Kalau pun kita mencari yang baru, waktunya sudah tidak cukup. Jadi keputusan kita berdua adalah...," Juan menjeda ucapannya.


"Miss Bell yang harus mengganti peran Anggun besok!" Cia dan Juanda berucap secara bersamaan.


Berliana menatap tidak percaya pada kedua asistennya itu, benar benar merepotkan. Tapi mau bagaimana lagi, demi DIAMOND QUEEN dia harus bisa bukan.


"Baiklah, demi DIAMOND QUEEN aku yang akan menggantikannya." Berliana menerimanya. Karena tidak mungkin Cia, karena dia yang mengurus para model agar bisa masuk kedalam event ini.


__ADS_1


__ADS_2