
Radja menutup pintu kamar dengan pelan, setelah dia menyempatkan diri untuk melihat Lora, yang saat ini tidur bersama Ibunya, Radja memutuskan untuk segera menuju kamar Berliana.
Senyuman Radja mengembang kala melihat sang istri sudah terlelap, perlahan Radja menaiki tempat tidur agar tidak mengusik sang Ratu. Namun ternyata pergerakan kecilnya, membuat Berliana sedikit menggeliat karena terusik.
Radja segera merapatkan tubuhnya pada Berliana, memeluk sang istri dengan erat, sembari memberikan banyak kecupan di wajah cantik istrinya.
"Good Night, My Queen. aku tidak menyangka, kalau akhirnya kita akan bersama seperti sekarang. Bahkan Tuhan pun sangat memudahkan jalannya, aku harap kedepannya nanti tidak akan ada batu sandungan yang menghalangi jalan kita Queen." gumam Radja pelan, Pria itu bahkan memejamkan kedua matanya perlahan hingga akhirnya tertidur.
Namun saat Radja mulai memasuki alam bawah sadar, dirinya malah merasakan banyak kecupan lembut diwajahnya. Ingin rasanya membuka mata, namun entah kenapa begitu berat sekali. Radja membiarkannya, kecupannya kini beralih menuju bibir, dan itu membuat Radja segera membuka kedua mata.
"Queen?" suara serak nan berat Radja, membuat wanita yang tengah mengecupi seluruh wajahnya itu, menatap kearahnya
__ADS_1
Bukannya menjawab panggilan Radja, Berliana justru menyunggingkan senyuman nakal pada suaminya. Berliana semakin merapatkan tubuhnya pada Radja, wanita itu bahkan sudah membuka kimono tidurnya, hingga hanya menyisakan lingerie bertali spaghetti tipis, yang membalut tubuhnya.
Radja hanya bisa berkedip melihat penampilan panas Berliana saat ini, sebagai pria normal jujur dia merasakan gejolak panas mulai merambat ditubuhnya.
"I love you," bisik Berliana tepat didepan bibir Radja. Senyuman manis Berliana membuat Radja tertular untuk tersenyum. Satu tangan Radja terulur untuk meraih wajah Berlina, lalu membawa wajah itu mendekat kearahnya.
Cup
Satu kecupan lembut Radja berikan pada bibir Berliana yang sedikit terbuka, bahkan pria itu memberikan luma*tan luma*tan kecil nan lembut, Radja ingin memastikan kalau yang sedang terjadi padanya dan Berliana bukan mimpi seperti saat itu.
Berliana memejamkan kedua mata, kala kecupan yang Radja berikan perlahan turun kearah rahang serta lehernya. Napas wanita itu semakin memburu, kala Radja memberikan sedikit ******* keras, diarea leher serta tulang selangkanya.
__ADS_1
"My King?" lirih Berliana, kala merasakan kecupan Radja, semakin menuju belahan dadanya.
Radja mendongak saat mendengar suara lirih Ratunya, apa Berliana merasa tidak nyaman dengan perlakuannya saat ini. Mungkin karena ini yang pertama untuk sang istri, jadi Berliana sedikit tidak nyaman pikir Radja saat ini.
"Kamu tidak nyaman, hm?" Radja mendekatkan wajahnya kearah wajah Berliana, keningnya mengernyit kala melihat, Berliana menggelengkan kepalanya pelan.
"Lanjutin, jangan berhenti!" pinta Berliana pada Radja, satu tangan Berliana bahkan sudah menyentuh dada polos Radja, entah sejak kapan pria itu membuka kaosnya. Tubuh yang sedari tadi berada didalam bayangan Berliana, kini sudah berhasil dia sentuh secara langsung.
Perlahan jari jari lentik wanita itu perlahan turun, menuju perut berotot tanpa lemak milik suaminya. Sentuhan seringan kapas yang diberikan Berliana, membuat Radja menggeram tertahan. Apa lagi saat merasakan kecupan ringan Berliana, diarea dadanya. Gejolak yang ada didalam dirinya, semakin memberontak ingin keluar.
"I love you, My King." bisikan pelan Berliana, membuat Radja kembali membuka kedua mata.
__ADS_1
"Love you more, My Queen." balas Radja, sebelum dia kembali melahap bibir tipis Berliana, yang sudah memerah karena ulahnya, salah satu tangannya juga tidak diam. Paha mulus Berliana menjadi sasarannya kali ini, Berliana semakin mencengkram punggung Radja, kala jari jari nakal suaminya semakin bergerilya di daerah perkebunan pisang miliknya.