Duku Mateng(Duda Kuat Mapan Dan Ganteng)

Duku Mateng(Duda Kuat Mapan Dan Ganteng)
Dansa


__ADS_3

Alunan lagu romantis mengiringi tarian dansa keduanya, Berliana merutuk didalam hati kenapa lagunya tidak juga kunjung selesai. Selain kakinya sudah pegal, dia juga sudah tidak nyaman saat salah satu tangan Arjuna melingkar di pinggangnya. Berliana berkali kali menyingkirkan tangan Arjuna dengan cara halus, berpura pura menggaruk. Sedangkan Berliana hanya berpegang di kerah tuksedo maroon yang dipakai oleh Arjuna, tanpa mau melakukan lebih dari itu.


"Kamu tidak nyaman?" Ucapan Arjuna membuat Berliana mendongak, namun sebelum dia menjawab suara MC pesta itu sudah menginstruksikan, para pasangan dansa untuk bertukar pasangan, dengan para tamu undangan yang tengah berada dilantai dansa.


Berliana yang tidak tahu menahu soal aturan dansa ini terlihat bingung, pasalnya dia melihat Arjuna tiba tiba diserobot oleh seorang wanita. Berliana melangkah mundur secara perlahan, Arjuna bahkan, ingin melepaskan pegangan wanita yang berdansa dengannya saat ini, namun dia tidak bisa.


Arjuna mengumpat berkali kali, saat melihat Berliana terlihat kebingungan dan memilih untuk mundur.


"Hai tampan, lihatnya kesini saja." Wanita itu menangkub wajah Arjuna, agar pria itu menatap padanya.


Sedangkan Berliana berusaha menghindari, orang orang yang mulai berdansa kembali dengan alunan lagu yang sama yaitu Perfect To Night.


Hingga...Brruukk!


Berliana tidak sengaja menabrak tubuh seseorang dibelakangnya, karena dia berjalan mundur, bahkan tubuhnya hampir limbung kelantai kalau saja orang itu tidak menangkap tubuhnya.


"Hati hati Queen!" Suara bass itu membuat Berliana membatu, kepalanya yang sedari menunduk kini terangkat.


"Radja?" Panggilnya.

__ADS_1


Tubuh Berliana terangkat cepat saat Radja membangunkannya, dan segera membawanya kelantai dansa. Berliana yang belum sadar sepenuhnya hanya menatap tidak percaya dengan apa yang dia lihat saat ini. Kedua matanya tidak dapat berkedip melihat penampilan si Duku Mateng gondrongnya saat ini.


Sumpah demi apa pun, malam ini Radja terlihat satu juta kali lipat lebih tampan dan macho. Dengan tuksedo navy yang Radja gunakan saat ini membuat Berliana terpana sedalam dalamnya. Baru kali ini dia tidak merasa menyesal sudah turun kelantai dansa.


Bahkan saat Radja sedikit mengangkat tubuhnya, saat mereka berputar Berliana hanya pasrah, senyuman di kedua sudut bibirnya terangkat sempurna. Bahkan rasa risih yang dia rasakan saat berdansa bersama Arjuna hilang, seketika saat Radja melingkarkan sebelah tangan besar miliknya, di pinggang kecil Berliana.


Satu tangannya lagi menggenggam jemari lentik wanita itu, bahkan sebelah tangan Berliana sudah melingkar dipundak kokoh sang Radja.


Lagu dansa pun tiba tiba berganti dengan lagu Hindi, padahal sebelumnya masih sama yaitu perfect to night.


Lagu GERUA milik Arjith Sing di film DILWALE , mengalun dan mengiringi gerakan demi gerakan yang diciptakan oleh Radja dan Berliana.


Keduanya saling tatap dengan senyuman sudut bibir keduanya. Kedua tangan Berliana dan Radja masih melingkar sempurna ditempat yang seharusnya. Keduanya saling tatap, bahkan secara sadar atau tidak kening mereka saling menempel satu sama lain. Hembusan nafas bisa mereka rasakan di wajah masing masing.


Adegan kemesraan mereka berdua tidak dapat disembunyikan lagi, karena banyak mata yang melihatnya termasuk Bara dan Agatha, bahkan Arjuna pun melihat adegan demi adegan yang ditampilkan oleh Radja dan Berliana saat ini.


Arjuna mengepalkan kedua tangannya, bahkan dengan kasar dia mendorong tubuh wanita yang berdansa dengannya saat ini. Sedangkan Bara dan Agatha hanya saling tatap, kedua orang tua Berliana itu tengah mengumpulkan banyak pertanyaan di kepala meraka untuk sang putri nanti.


"Queen?" Panggil Radja

__ADS_1


"Hm?" Berliana hanya bedehem pelan menanggapinya, dia terlalu terlena dengan ini semua. Entah kenapa hati serta tubuhnya, selalu saja terlihat murahan saat berinteraksi dengan Radja. Bahkan dia pemiliknya sendiri tidak mampu mengontrolnya.


"Maukah...," Ucapan Radja tersendat


"Mau apa?" kini Berliana membuka kedua matanya, kedua manik mata hitam beningnya bersitubruk dengan manik mata hazel milik Radja.


"Maukah, maukah kau menjadi...,"


Gelap!


Ucapan Radja terhenti, saat ruangan pesta itu tiba tiba menjadi gelap gulita, dan Radja merasakan kalau seseorang tengah memeluk tubuhnya dengan erat. Perlahan senyuman Radja terbit saat tahu siapa yang memeluknya saat ini. Berliana bahkan membenamkan wajahnya didada bidang Radja sembari menutup kedua matanya.


Masih ingat kalau Berliana sangat takut dengan kegelapan, walaupun banyak orang disekitarnya saat gelap, Berliana akan tetap mencari seseorang untuk dia peluk.


Radja menghela nafasnya pelan saat mengingat ucapan yang belum dia ucapkan pada Berliana tadi.


'Oke, mungkin saat ini bukan waktu yang tepat.' Radja membalas pelukan Berliana tidak kalah erat, keduanya saling memeluk didalam gelap.


__ADS_1


PLEASE TATAPANNYA BIASANYA AJA DONG, BIKIN MUPENG TSU GAK🙈🙈


__ADS_2