Duku Mateng(Duda Kuat Mapan Dan Ganteng)

Duku Mateng(Duda Kuat Mapan Dan Ganteng)
Pria Gila


__ADS_3

"Kita mau kemana?" Devikha terus saja bertanya, kala pria berkaca mata hitam, yang tengah menyetir itu tidak kunjung bersuara.


"Tuan? apa kau tuli, huh?!" hadrik Devikha, wanita ini terlalu jengah dengan sikap pria gila arogan, yang tengah menyunggingkan senyum tipisnya.


"Nanti kau juga tahu, jadi berhentilah mengoceh," ujar santai Arjuna, pria itu tidak bisa melihat kalau tanduk tidak kasat Devikha, sudah muncul di atas kepala wanita itu.


"Kalau kau tidak sudi mendengar ocehanku, ya turunkan aku sekarang!" pekik Devikha.


Arjuna sampai menggosok salah satu telinganya, kala pekikan wanita itu mengarah tepat padanya.


"Kenapa kau hobi sekali berteriak? baiklah kalau kau memang mau turun, aku akan menurunkanmu disini." ucap santai Arjuna, bahkan pria itu terlihat benar benar serius dengan ucapannya.


Arjuna terlihat mengarahkan mobilnya ke bahu jalan, dengan enteng dia membukakan salah satu pintu mobil untuk Devikha. 


"Keluarlah! kau bilang ingin turunkan?" lanjutnya lagi.


Tatapannya terus saja terarah pada Devikha, yang tengah menatap bingung kearah jalanan. Bagaimana wanita ini tidak bingung, Arjuna menyuruhnya turun di jalan bebas hambatan. Lalu bagaimana cara Devikha pulang? pria yang tengah tersenyum remeh itu membuat Devikha semakin muak dan emosi.


"Kau! kau tidak punya otak huh! kau menurunkan ku dijalanan ini? astaga, otak mu dimana Tuan, kau memang tampan tapi otakmu buruk rupa!" hadrik Devikha. Dia tidak peduli kalau di cap sebagai wanita kasar atau sebagainya.

__ADS_1


Yang terpenting baginya saat ini adalah, bagaimana cara dia agar bisa lepas dari pria tidak tahu malu ini. Menculik anak gadis orang seenaknya saja, bahkan sampai mengatur pekerjaannya juga.


"Jadi, kau mengakui kalau aku tampan, heh?" senyuman Arjuna semakin menjadi, sementara Devikha menepuk mulutnya sendiri, kenapa dia baru menyadari kalau sudah memuji pria gila, yang tengah menatapnya.


"Jangan tertawa sialan!" sentak Devikha, kala melihat Arjuna tertawa melihat wajah meronanya.


Bahkan Devikha dengan brutal memukuli lengan Arjuna, dengan tas sling bag miliknya. Pria ini selalu mempermainkan emosinya, bahkan belum saja reda, pria ini kembali memancingnya.


"Tertawalah sepuasmu Tuan, aku yakin setelah ini kau akan menangis, lihat saja nanti." ucap pelan Devikha, namun tersirat makna.


🍌


🍌


🍌


"Memangnya siapa dia, berani menyuruhku? pokoknya aku tidak mau keluar! ini dimana lagi, rumah besar ini milik siapa? apa pria itu mau menjualku, gembong mafia? seperti drama yang aku tonton kemarin. Astaga, kenapa kau tolol sekali Devikha, dia pasti mau menjualmu pada para ma...," ucapan Devikha terhenti, kala mendengar ketukan dari luar kaca mobil.


sreek!

__ADS_1


Devikha menurunkan kaca mobil, wajah wanita itu terlihat sangat tidak bersahabat sekali, kala nelihat Arjuna.


"Ayo keluar!" titah Arjuna.


Namun semua ucapannya dianggap angin lalu oleh Devikha, wanita itu lebih nemilih memalingkan wajahnya kearah lain, bahkan terlihat melipat kedua tangan didada.


"Tidak! aku tidak mau keluar! kau kira aku bodoh, huh! kau mengajakku kesini, karena kau ingin menjualku kan? ayo mengaku saja, kau akan menjualku pada gembong mafia. Lalu mereka akan mengambil seluruh organ tubuhku kepasar gelap, dengan harga mahal- e eh kau mau apa?" tanya Devikha panik, kala melihat Arjuna merogohkan tangannya kedalam mobil, lewat kaca yang terbuka.


"Kau cerewet sekali, lagian mana ada orang yang mau membeli organ dalam mu itu." sarkas Arjuna, bahkan sekarang pria itu sudah berhasil membuka pintu mobil. Lalu tanpa aba aba, Arjuna kembali mengangkat tubuh Devikha, membuat wanita itu memekik keras.


"Astaga! turunkan aku pria gila!" kali ini Devikha menjerit, kala Arjuna menggendongnya ala karung beras.


"Arjun, ada apa ini Nak?" seruan dari wanita paruh baya, yang terlihat shock melihat interaksi antara sang putra dan seorang wanita.


Wanita yang tengah meronta, serta memekik keras diatas panggulan Arjuna saat ini.



**HOLLA MET PAGI EPRIBADEH

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA


SEE YOU NEXT PART MUUUAAACCCHHH**


__ADS_2