
Senyuman Berliana terus saja mengembang, kala melihat Lora sedang menatap adiknya tanpa berkedip.
Bahkan Berliana bisa melihat kalau Lora, diam diam menyentuh pipi gembul Baby Ar. Bahkan balita yang berusia 2 tahun itu, tersenyum lalu memberikan kecupan di pipi sang adik.
"Bell na Ola?" panggil Lora.
Berliana yang tengah melipat baju Baby Ar dan juga Lora, menoleh. Dahinya berkerut, kala melihat putrinya turun dengan susah payah dari atas tempat tidur.
"Apa cantik?" sahut Berliana.
Kedua tangan Berliana terulur untuk meraih tubuh gempal Lora, balita 2 tahun ini begitu gemuk. Berliana bahkan selalu nyaman kala memeluk tubuh gempal Lora.
"Dede Al nya au tutu," ujar Lora yang masih cadel dan belum jelas.
Berliana tersenyum mendengar ucapan Lora, ibu dari dua orang anak itu terlihat mengangguk, lalu bangkit dari sembari menggendong Lora.
Berliana yang tengah duduk diatas karpet bulu, segera melangkah mendekat pada pangeran kecil, yang begitu tampan dan menggemaskan.
"Hallo ganteng, udah lapar? ganteng Mama mau nen? mau, iya?" ucap Berliana gemas.
Bayi yang baru berusia 2 bulan itu, terlihat menatap pada sang Mama, kedua mata bulatnya berbinar kala melihat sang Mama, mengeluarkan sesuatu dari balik kaos.
Bahkan Baby Ar, terlihat menggenggam erat satu jari telunjuk Berliana, kala dia tengah menyusu dengan rakus. Lora yang penasaran pun, terlihat menatap aneh pada adiknya.
"Tenapa, dede Al nda num tutu na dali dot, tayat Ola?" tanya Lora.
Kedua mata bulat terang itu menyipit, bahkan dahi Lora terlihat mengrenyit, kala melihat Baby Ar menyusu dengan rakus.
Berliana masih terdiam, dia juga bingung harus menjawab apa. Ibu beranak dua itu hanya tersenyum bingung, bahkan saat ini dia berharap kalau Radja segera pulang.
Cleek!
Berliana segera mengalihkan pandangannya, kearah pintu. Dia menghela napas lega, kala melihat siapa yang masuk kedalam kamar.
"Wah, ada apa ini? kenapa Papa dilihatin begitu sih?" seru Radja, kala melihat Lora dan Berliana menatap kearahnya.
Cup!
Satu ciuman singkat, Radja berikan di bibir Berliana. Radja tidak peduli dengan kehadiran si cantik Lora. Pria itu segera memberikan kecupan di kedua pipi sang putri, dan juga di pipi sang pangeran.
"Gak usah modus!" seru Berliana, kala ciuman Radja merambat kemana mana.
Berawal hanya mencium pipi Baby Ar, kini sudah mengecup pelan bagian dada terbuka Berliana.
__ADS_1
"Sedikit Queen? aku juga kan rindu pada mereka berdua." ucap Radja santai.
Bahkan pria yang masih berambut gondrong itu, malah membuka seluruh pakaiannya dan hanya menyisakan celana bahan, yang dia pakai.
"Kamu mandi dulu deh, Ai! biar seger, nanti baru main sama anak anak." titah sang Ratu, sudah tidak bisa diganggu gugat.
Apa lagi Berliana sudah mendorong pelan tubuh Radja, mau tidak mau pria itu menurut. Dari pada jadwal jatah penanaman pisang raja kembali diundur, oleh si pemilik lahan.
Sepuluh menit berlalu, Radja terlihat lebih segar setelah mandi. Kini, si Hotz Papa itu kembali mendekat kearah sang istri dan kedua buah hatinya.
"Papa dah mandi?" tanya Lora.
Balita cantik itu segera memeluk Radja, lalu menciumi kedua pipi sang Papa. Bahkan saat Berliana memberikan Baby Ar pada Radja, Kedua mata Lora terlihat begitu berbinar. Lora segera mengecup pipi gembul Baby Ar, kala bayi gembul itu sudah berada didalam gendongan Radja.
"Kemari, My Queen?" panggil Radja.
Karena kedua tangannya sudah penuh, pria itu tidak bisa meraih tubuh sang Ratu, Radja lebih menunggu Berliana untuk memeluknya.
Tanpa protes, Berliana segera memeluk tubuh pria, yang begitu berarti didalam hidupnya. Pria yang begitu sangat mencintainya, dan juga kedua anak mereka. Radja dan Berliana, sudah berjanji pada diri mereka sendiri, tidak akan pernah membandingkan Lora dengan Baby Ar. Atau pun, bila nanti Tuhan memberikan karunianya lagi, Radja dan Berliana tetap tidak akan pernah menggeser posisi Lora dihati mereka.
"I love you, Papa." bisik Berliana tepat ditelinga Radja.
"I love you more, My Queen." balas Radja, bahkan pria itu menggesekan hidung over mancungnya pada hidung kecil nan mancung Berliana.
Saat ini, Radja dan Queenza begitu bersyukur serta menikmati masa masa mereka menjadi orang tua, untuk dua anak. Bukan hanya fisik yang harus kuat, namun juga mental serta emosi. Semoga keduanya akan selalu kompak dan bersama, sampai mau memisahkan.
"I love you more Paku." bisik Berliana lagi, membuat Radja menoleh padanya.
"Paku?" beo Radja sembari mengrenyitkan dahinya heran.
"Iya Paku, Papa Kuat." bisik sensual Berliana, bahkan wanita itu memberikan satu kecupan didaun telinga Radja.
Sedangkan Radja, si Paku hanya tersenyum nakal pada sang Ratu. Karena kedua tangannya penuh, jadi hanya bibir serta hidungnya yang bisa bekerja.
Cup!
Satu kecupan Radja berikan di bibir Berliana, dan itu semakin membuat senyuman sang Ratu melebar.
"Me to, Mapan?" balas Radja.
"Mapan?" beo Berliana, dia pun ikut heran seperti Radja tadi.
"Iya, Mapan, Mama Panas." bisik Radja dengan suara serak.
__ADS_1
Dengan gemas, Berliana melingkarkan kedua tangannya dileher Radja. Bahkan kedua orang itu seakan lupa, kalau saat ini ada dua orang anak di bawah umur, yang tengah melihat adegan 18+, secara live.
"Aku juga sangat mencintai kamu, Papan." balas Berliana, bahkan kali ini hampir membuat Radja tersedak salivanya sendiri.
"Papan, Papa Panas. Paku Papan, Papa kuat Papa panas." lanjut Berliana, tanpa ingin mendengar sang suami bertanya lagi, sembari mengerling nakal pada sang Radja.
"Astaga, awas saja nanti." ancam Radja gemas.
END
**HUUUUAAAAAAA SEBENARNYA GAK RELA KALO END
TAPI MAU GIMANA LAGI, DARI PADA CERITANYA MERAMBAT KEMANA MANA NANTI KAYAK SINETRON IKAN TERBANG😭😭
BUAT SEMUA READERS, MAKASIH UDAH MAU BACA CERITA RECEH AKU.
SEMOGA KALIAN SEHAT SELALU, DAN DOAIN OTAK OTHOR SELALU LANCAR YA
TENANG PAK PENGHULU MASIH OTW, DAN DI JAMIN TAMBAH SERU, BANG GALAK JUGA KITA BAHAS DISANA DAN SEMOGA AKAN ADA CERITA DIA SENDIRI.
DOAIN YA GUYS
UNTUK DUKUNGAN KALIAN TERIMAKASIH BUUAANYYYAAKKK LOVE YOU ALL
SEE YOU DI CERITA AKU YANG LAIN, BABAYYY MUUUUAACCHH
SALAM SAYANG DARI MAMA PICANG LADJA
YANG GAK BISA LIHAT VISUAL
MASUK YUK KE
IG KU defri yantihermawan17
FB DEFRI YANTI
DISANA VISUAL BEJIBUN
DITUNGGU STAAAYYYY, DEMI PERPISANGAN**
__ADS_1