Duku Mateng(Duda Kuat Mapan Dan Ganteng)

Duku Mateng(Duda Kuat Mapan Dan Ganteng)
Akhirnya 2


__ADS_3

"Saudara Radja sudah siap?" tanya pak penghulu


"Siap Pak!" jawab Radja yakin


"Baiklah kita mulai, silahkan Pak Barata!" pak penghulu mengintruksikan Bara agar segera mengambil tempat.


"Terimakasih Pak penghulu." ucap Bara sopan


Bara bergeser agar bisa duduk dan berhadapan langsung dengan calon menantunya. Pria paruhbaya itu tersenyum tipis saat melihat Radja membalas tatapannya.


"Kau sudah siap?" tanya Bara


"Sudah Pa!" jawab Radja sangat yakin


"Baiklah!" sahut Bara sembari mengulurkan tangan kanannya pada Radja dan disambut dengan senang hati oleh Radja.


"Bismilahhirohmanirohim, Saya nikahkan dan saya kawinkan putri kandung saya Queenza Berliana Prayoga binti Barata Adam Prayoga dengan mas kawin berupa perkebunan pisang raja seluas 100 hektar dan sebuah panthouse dibayar tunai!" ucap Bara tanpa ragu sembari menekan kuat tangan calon menantunya.


"Saya terima nikah serta kawinnya Queenza Berliana Prayoga binti Barata Adam Prayoga dengan mas kawin tersebut tunai!" Radja pun tidak kalah lantang dan yakin mengucapkan ijab kobul dengan sekali tarikan napas.

__ADS_1


"Bagaimana saksi? sah?" tanya penghulu tampan itu


"SAH!" jawab mereka serempak


Radja mengepalkan sebelah tangannya didepan dada saat para saksi dan tamu undangan berseru SAH. Bahkan Bara yang melihat kelakuan menantunya hanya bisa menatap malas.


"Astaga dragon ball perkebunan pisang raja 100hektar!" pekik Mace Reina heboh mewakili perasaan orang orang yang ada disana.


🍌


🍌


🍌


Sedangkan dibawa panggung pelaminan Bara masih menangis didalam pelukan Agatha, wanita itu terus saja menepuk nepuk punggung suaminya agar berhenti menangis. Selama acara sungkeman tadi, Bara dan Berliana menangis paling kencang. Ayah dan anak itu menangis didalam pelukan masing masing, Bara seakan tidak rela melepaskan Berlian kesayangannya untuk pria lain.


Namun demi kebahagian sang Berlian, Bara harus rela dan ikhlas walaupun sedikit tidak rela kalau nanti dia akan jauh dengan sang putri.


"Udah dong Mas, lihat Berlian kita lagi senyum. Berarti dia bahagia, kalau nanti lihat kamu masih kayak gini Berlian pasti nangis lagi." bujuk Agatha lembut

__ADS_1


Bara terlihat mulai tenang, namun masih tidak mau melepaskan pelukannya pada Agatha. Para tamu undangan terlihat mengulum senyum melihat kelakuan si tuan rumah. Bahkan Bunda Anin dan Ayah Damar hanya menggelengkan kepalanya, begitu pun dengan Rina dan Farhan. Kedua mertua Bara itu hanya tersenyum tipis melihat kelakuan menantunya.


"Papa jangan nangis terus dong, malu udah tua masa masih nangis." celetuk Gavyn yang sedari tadi duduk didekat sang Mama. Bocah yang akan menginjak usia 11 tahun itu berbicara pelan sembari memakan cakenya.


"Gavyn, kamu tadi dicari sama Davyn loh. Udah sana Gavyn cari Davyn dulu ya sayang." Agatha berucap lembut pada putra bungsunya, dia marayu sang putra agar bermain dan tidak mengganggu Papanya terlebih dahulu.


Karena Agatha yakin kalau Gavyndra tidak akan diam dan terus meledek sang Papa sebelum Bara berhenti menangis dan memeluknya. Agatha menghembuskan napasnya lega saat melihat Gavyn menurut pada ucapannya.


"Udah jangan nangis lagi, malu sama Gavyn." omel Agatha pelan membuat Bara melepaskan pelukannya, kedua tangan Agatha terulur untuk mengusap air mata serta air hidung suaminya. Sebenarnya Agatha ingin tertawa saat ini melihat wajah Bara, wajah suaminya yang memang terlihat awet muda membuat seperti Gavyn saat menangis.


"Halah begitu saja cengeng Besan, Menantuku tidak akan pergi kemana mana. Kalau kau rindu padanya kan bisa berkunjung ketempat kami, atau nanti menantuku itu berkunjung ketempatmu. Ayo sudahi tangisanmu! kita sambut tamu, kau enak enakan duduk sedangkan aku harus berdiri terus terusan sampai encok pinggangku rasanya." ocehan Rajasa membuat Bara dengan cepat menyeka air matanya sendiri. Bara segera berdiri, namun sebelum menyeret rival sekaligus besannya itu Bara masih menyempatkan diri untuk mengecup bibir Agatha sekilas.


Ibu dari dua orang anak itu membelalakan kedua matanya, astaga suaminya itu memang benar benar tidak tahu tempat dan kondisi saat melakukan hal intim. Bahkan Rajasa dan Soraya hanya terdiam ditempatnya melihat kelakuan sang Besan.


"Dasar bucin, tidak tahu tempat!" cibir Rajasa


"Iri? bilang Besan!" balas Barata santai


__ADS_1


__ADS_2