
Berliana mengulum senyum kala melihat Radja tengah sibuk dengan laptop dihadapannya. Bukan karena apa apa, Berliana menahan senyumnya karena melihat penampilan Radja saat ini, pria itu menggunakan kemeja rapih plus dasi yang membelit lehernya. Namun dibagian bawah, Radja hanya memakai boxer ketat setengah paha.
Hari ini Radja dikejutkan oleh sekertarisnya, salah satu klien meminta untuk bertemu dengannya secara langsung. Namun karena tidak memungkinkan bertatap muka secara langsung, Radja menawarkan panggilan video pada sang Klien. Untung saja klien itu memaklumi keadaannya saat ini. Alhasil, seperti inilah keadaan Radja sekarang, duduk didepan laptop dengan penampilan rapih di bagian atas tubuhnya namun begitu hot di bagian bawah.
"Tentu saja Pak Adrian, mungkin lusa saya sudah stay dikantor. Kita bisa membicarakannya secara langsung nanti." itulah sebagaian obrolan Radja dan pria yang bernama Ardian.
Disela sela meeting dadakannya, Radja masih mencuri lirik pada Berliana yang saat ini tengah duduk bersebrangan dengannya. Karena mereka saat ini tengah berada dibalkon, duduk dikursi masing masing yang dibatasi oleh sebuah meja.
Kening Radja berkerut kala melihat senyuman Berliana yang misterius, bahkan Radja sedikit tidak fokus sekarang.
💻Ardian Pratama video
[Pak Radja, anda mendengar saya]
Suara panggilan dari layar laptopnya membuat Radja tersentak, dan kembali menatap pada laptop.
"Ekhem, ya saya mendengar anda. Maaf sepertinya tadi sinyalnya sedikit terganggu Pak Ardian." Radja berbicara setenang mungkin, dia tidak ingin kliennya yang terkenal begitu teliti ini mencurigainya kalau saat ini dia tidak sendirian.
Obrolan pun kembali berlanjut, Radja terlihat tegas dan lugas saat menjelaskan apa apa saja yang ingin mereka lakukan kedepannya. Hingga dahinya kembali mengerenyit kala merasakan sesuatu menyentuh lutut hingga pahanya.
Radja tidak bisa melihat apa yang saat ini tengah menyentuh pahanya, karena Ardian masih mengoceh. Jelas tidak sopan bukan kalau dia mengalihkan pandangannya kearah lain.
__ADS_1
Gerakan gerakan benda itu semakin aktif membelai pahanya, Radja bahkan diam diam harus melirik Berliana yang saat ini tengah menopang dagu dihadapannya, tanpa mengalihkan wajah dari layar laptop.
Berliana tersenyum saat melihat wajah bingung suaminya, tanpa Radja sadari kalau yang memberikan sentuhan sentuhan lembut dipahanya adalah kaki Berliana. Wanita itu dengan berani mengganggu meeting suaminya, bahkan Berliana dengan nakal mengedipkan sebelah mata pada Radja. Bukan hanya itu, dengan sengaja wanita itu melepaskan sweeter tebal yang saat ini tengah dia pakai, dan hanya menyisakan tangtop berdada rendah. Menampilkan belahan dua delima kembarnya yang terlihat begitu menggoda dimata Sang Radja.
💻Ardian Pratama Video
[Pak Radja, apa anda setuju dengan usulan saya tadi]
Lamunan Radja kembali pecah kala suara sang klien kembali menyadarkannya kealam nyata. Radja menghela napasnya kasar,kala melihat pemandangan indah dihadapannya saat ini.
"Eemm ya, saya yakin usulan dari Pak Ardian tidak pernah mengecewakan selama ini. Jadi setelah nanti kita bertemu secara langsung, proyek akan segera kita mulai." mulut serta wajahnya memang fokus pada Sang Klien, namun kedua matanya diam diam menatap pada Berliana yang sudah bangkit dari duduknya.
Wanita itu berjalan menuju pembatas balkon, sore ini hujan ringan tengah turun. Salah satu kesukaan Berliana saat hujan turun adalah menatap langit dari atas balkon kamarnya.
"Kamu sengaja hm?" bisik seseorang ditelinga Berliana
Sedangkan Berliana, wanita itu hanyw menipiskan bibirnya. Perlahan dia melepaskan belitan tangan yang tengah menguasi dirinya. Berliana berbalik, kini tubuhnya sudah berhadapan langsung dengan orang yang sedari tadi dia goda, siapa lagi kalau bukan Radja.
"Sudah selesai?" tanyanya, kedua tangannya merayap naik untuk meraih dasi yang sedari tadi membelit leher Radja. Perlahan Berliana melepaskan benda itu, lalu mencampakannya begitu saja. Bahkan dengan nakal, jari jari lentiknya membuka beberapa kancing kemeja yang sedang dipakai oleh Radja, hingga menampilkan dada bidang yang selalu membuat Berliana panas luar dalam.
Radja? pria itu membiarkan sang Ratu berbuat apa pun yang saat ini dia inginkan. Radja hanya menatap tanpa berkedip kedua mata hitam bening pernah dia lihat 12 tahun yang lalu, saat Radja masih berusia 17 tahun.
__ADS_1
"Aku tidak menyangka kalau mata ini adalah milik bocah kecil yang ada dilampu merah." ucap pelan Radja membuat senyuman Berliana surut berganti dengan tatapan bingung.
"Kamu ngomong apa sih, Ai?" tanya Berliana bingung
Namun bukannya menjawab, Radja malah menyentuh kelopak mata Berliana dengan lembut, membuat wanita itu menutup kedua matanya.
"Kalau jodoh, memang tidak kemana ya, bahkan dulu kita pernah satu yayasan sekolah, walau kita tidak pernah sekali pun bertemu." lanjut Radja lagi
BAYANGIN AJA TIAP HARI OTHOR DITATAP BEGITU SAMA DUKU😍😍😍
**YUHUUUU JANGAN LUPA KLIK LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA
BAGI YANG GAK BISA LIHAT GAMBAR, YUK UP DATE LAGI APLIKASI NOVELTOONNYA DALAM VERSI TERBARU
SEE YOU NEXT TOMORROW
__ADS_1
BABAYYY MUUUAAACCHH**