
Waktu sudah menujukan pukul 11 malam, acara pesta pernikahan Radja dan Berliana masih berlangsung. Namun bukan diisi oleh para tamu undangan, melainkan para anggota keluarga Radja dan Berliana.
Mereka akan bergadang hingga pagi sepertinya, Cia dan Yasmine sudah menyanyikan banyak lagu untuk mereka dengan suara ala kadarnya. Mulai dari lagu lokal, inggris hingga India yang mereka hapal.
Agatha dan yang lainya pun terlihat menikmati kebersamaan mereka saat ini. Tawa bahagia mereka tidak bisa dihindari lagi, apa lagi saat melihat Bara dan Rajasa saling coret menggunakan spidol warna saat kalah bermain tebak tebakan. Semua orang sibuk dengan kesibukannya masing masing hingga melupakan sepasang pengantin baru yang ternyata sudah tidak ada disana.
Disebuah kamar, gemericik air shower terdengar dari arah kamar mandi. Berliana, si pengantin baru itu memutuskan untuk mandi malam karena Berliana sudah tidak nyaman dengan kondisi tubuhnya saat ini. Lengket lembab berkeringat, Berliana memutuskan untuk mandi dan berganti pakaian pestanya tanpa sepengetahuan siapa pun termasuk Radja, suaminya.
"Lah handuknya mana? perasaan udah aku bawa tadi?" Berliana mengedarkan pandangannya keseluruh area kamar mandi, namun ternyata nihil. Jubah mandinya tertinggal ditempat tidur, dia lupa membawanya masuk setelah melepaskan gaun serta pernak pernik yang melekat ditubuhnya.
Berliana mengigit kukunya, dia ragu untuk keluar dari kamar mandi, Berliana takut kalau ada orang lain didalam kamar selain dia. Tapi bukankah semua orang masih berpesta dibawah, bahkan Radja pun tidak tahu kalau dia pergi dari sana bukan.
Berliana segera mematikan air shower, kedua kaki telanjangnya berjinjit keluar dari dalam kamar mandi. Bahkan tubuh polos tanpa benang dan masih terlihat basah, membuat Berliana terlihat begitu sexy. Kulit putih mulus miliknya semakin bercahaya kala diterpa cahaya lampu kamarnya.
Berliana mengibaskan rambut panjang serta basahnya dengan santai tanpa menyadari kalau saat ini dia tidak sendiri didalam kamar. Senyum diwajahnya pudar kala melihat Radja tengah duduk santai diatas tempat tidur sembari menatap kearahnya tanpa berkedip, kedua kaki Berliana terpaku ditempat ketika melihat Radja bangkit dari duduknya. Ingin rasanya Berliana kembali kedalam kamar mandi, namun tubuhnya benar benar tidak bisa diajak kompromi saat ini.
Apalagi saat melihat senyuman tipis Radja saat ini, rasanya seluruh persendian tubuhnya lemas seketika. Radja meraih jubah mandi Berliana yang tergeletak disisi tempat tidur tanpa mengalihkan pandangannya dari tubuh polos sang Ratu.
__ADS_1
"Kamu lupa bawa handuknya hm?" Radja berbisik pelan ditelinga Berliana sembari melampirkan jubah mandi itu pada tubuh sang Istri.
Radja memutar tubuhnya menghadap Berliana, kedua tangannya dengan lihai menalikan jubah mandi tanpa melihatnya sedikit pun. Tatapan lembutnya terus saja terarah pada wajah cantik sang Ratu yang alami tanpa polesan.
Grep!
Dengan sekali tarikan Radja berhasil membawa tubuh Berliana semakin mendekat kearahnya, kedua kening mereka menyatu tanpa penghalang, bahkan hidung mereka pun saling bersentuhan satu sama lain. Kedua tangan Radja melingkar sempurna dipinggang ramping berliana, sedangkan Berliana hanya bisa mencengkram kemeja hitam yang saat ini dipakai oleh suaminya.
Kedua netra mereka bertemu, napas hangat yang mereka keluarkan begitu terasa diwajah masing masing. Perlahan senyuman Berliana dan Radja terbit, satu tangan Berliana perlahan naik dan berhenti tepat dirahang tegas suaminya.
Hingga akhirnya Radja terpaksa mengakhirinya saat melihat Berliana sudah kehilangan banyak napas. Keduanya kembali saling bertatapan, kedua kening mereka saling menempel satu sama lain, bahkan dengan susah payah Berliana harua mengatur deru napasnya saat ini.
"Pakai bajunya, nanti kamu masuk angin. Aku mau mandi dulu." ucapnya pelan
Cup!
Radja kembali meggecup ringan bibir Berliana yang sedikit terbuka sebelum dia melangkah menuju kamar mandi. Namun sebelum Radja meraih handle pintu, dia kembali menoleh pada Berliana yang masih terpaku ditempatnya.
__ADS_1
"Istirahat My Queen, aku tahu kamu lelah hari ini. Jadi malam pertama kita harus dipending, mungkin besok akan lebih baik." ucap santai Radja sembari mengedipkan sebelah matanya pada Berliana.
Sumpah demi apa pun, kalau biasanya Radja yang tremor dan salah tingkah karena ulahnya, saat ini malah terbalik justru dialah yang tremor dan salah tingkah karena Radja.
'Malam pertama?' bisik hati Berliana, wanita itu tersenyum sendiri sembari berlari kearah tempat tidurnya yang sudah dihias sedemikian rupa, lalu menenggelamkan wajahnya dibantal.
**YUHUUUUUUUUUUUUU
JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNNYA YA
SEE YOU TOMORROW
BABAYYYYY MUUUUUAAACCCHHH**
__ADS_1