Duku Mateng(Duda Kuat Mapan Dan Ganteng)

Duku Mateng(Duda Kuat Mapan Dan Ganteng)
Berusaha Baik Baik Saja


__ADS_3

"Astaga dragon ball, kamu kemarin kemana Ra? kamu tahu, disana aku kayak orang ilang gak ada temennya." Cia segera mencecar Elira yang baru saja sampai di DIAMOND QUEEN bersama Berliana.


"Maaf Miss Cia, kemarin maag saya kambuh, jadi saya pulang terlebih dahulu. Maaf sudah merepotkan Miss Cia kemarin." Elira menundukan sedikit kepalanya pada  Cia saat dia meminta maaf. Dadanya kembali sakit saat mengingat kejadian yang sudah membuat hidupnya hancur.


"E eh, gak usah kayak gitu juga, kamu lebih tua dari aku gak perlu nunduk. Nanti aku yang kesannya gak sopan sama kamu, ya udah kali ini aku maafin, tapi lain kali hubungin aku atau Miss Bell kalau ada apa apa oke!" Cia mengedipkan sebelah matanya pada Elira yang terlihat menyimpulkan senyuman tipis untuk menutupi perasaannya yang saat ini sedang hancur.


"Terimakasih Miss Cia, kalau begitu saya permisi mau memantau para model kita yang akan show minggu depan." Elira segera undur diri, wanita itu segera melangkahkan kedua kakinya menuju aula yang dijadikan tempat latihan oleh para model DIAMOND QUEEN.


Sedangkan Cia, wanita itu melangkahkan kakinya menuju arah berlawanan dengan Elira.


💝


💝


💝


Berliana menghela napasnya lelah saat dia melihat betapa banyaknya berkas berkas yang harus dia teliti. Sang Papa dengan tega memberikan semua pekerjaan ini padanya, dengan alasan karena Berliana jarang ke ADAM CORP padahal Berliana adalah Genderal Manager disana.


"Papa benar benar mau buat aku botak, Radja tolongin aku." Keluh Berliana, bahkan dia sampai memanggil nama kekasihnya karena terlalu pusing melihat begitu banyak lembaran kertas diatas meja kerjanya. Bahkan urusan ADAM CORP harus dia bawa ke DIAMOND QUEEN setelah Berliana membagi tugas dengan Juanda asistennya.

__ADS_1


Ting


Ponsel Berliana berbunyi, kedua netra hitamnya melirik malas pada benda yang ada diatas meja kerjanya. Namun setelah melihat siapa nama kontak yang mengirim pesan padanya, kedua mata Berliana terbuka sempurna.


📩My King


[Kita bisa makan siang bersama kali ini]


Senyuman Berliana terbit saat melihat isi pesan yang dikirim oleh Radja, namun saat dia melirik keatas meja kerjanya, senyuman itu surut.


📤To My King


Berliana mengetuk ngetukan jarinya dimeja, rasanya tidak sabar untuk menanti balasan dari kekasihnya.


Ting


📩My King


[Oke,aku jemput kamu]

__ADS_1


Senyuman Berliana mengembang saat membaca pesan dari Radja, jari jarinya terlihat mengotak atik layar ponsel.


📤To My King


[Aku tunggu, hati hati nyetirnya] SEND


Setelah mengirim pesan terakhir pada Radja, Berliana kembali sibuk dengan tumpukan kertas kertas itu lagi. Kaca mata bacanya membingkai kedua netra hitam beningnya. Berliana terlihat lebih dewasa saat dia tengah serius seperti ini.


Butuh waktu setengah jam lagi untuk makan siang, mungkin selama 30 menit itu Berliana bisa menyelesaikan 1/4 dari pekerjaannya.


Hingga tidak terasa waktu 30 menit itu sudah usai, Berliana merentangkan kedua tangannya guna menghilangkan rasa pegal dipinggang serta punggungnya. Wanita itu segera meraih sling bag serta ponselnya, dan tidak lupa Berliana mengganti sandal jepit yang sedari dia pakai dengan heelsnya kembali.


Wanita itu menghela napasnya kasar, sudut matanya melirik tumpukan map yang ada dimeja kerjanya.


"Maaf Papa, nanti Bell lanjutin lagi ya. Bell udah lapar, mau makan siang dulu sama Radja." Ucap Berliana pelan, seakan berkas  berkas itu adalah Bara sang Papa yang akan dia tinggalkan.



ELIRA DIANTY

__ADS_1


__ADS_2