Duku Mateng(Duda Kuat Mapan Dan Ganteng)

Duku Mateng(Duda Kuat Mapan Dan Ganteng)
Bercerita


__ADS_3

Sepanjang perjalan Berliana terus saja menatap kearah jendela mobil, dia enggan menatap kedepan apa lagi pada Radja.


Hari ini Berliana cukup lelah membahas perihal pisang, Berliana menghela nafasnya kasar, dia tidak menyangka kalau  calon Ibu mertuanya itu orangnya jahil.


Niat hati Berliana ingin bermain dengan Lora, ternyata balita itu tengah tidur saat dia berkunjung tadi. Alhasil calon ibu mertuanya menyarankan Radja untuk membawanya kencan diluar.


Dan kini mereka berdua sedang dalam perjalanan kesuatu tempat, Berliana saja tidak tahu Radja akan membawanya kemana.


"Queen?" Panggil Radja lembut


"Hm," dengan malas Berliana mengalihkan pandangannya, keningnya berkerut saat melihat Radja tengah tersenyum manis padanya.


"Masih marah?" satu tangan Radja terulur untuk mengusap lembut pipi kekasihnya.


"Dikit, gak marah kok cuma malu." Ucap Berliana pelan, bahkan dia meraih jari telunjuk Radja yang ada dipipi lalu mengigitnya gemas.


"Aaakhh, kamu kok gigit jari aku? kamu lapar?" Radja memekik pelan saat marasakan sakit karena gigitan Berliana.


Bukannya menjawab Berliana kembali mengigit jari Radja, wanita itu seakan tengah melampiaskan rasa malu dan kesalnya pada sang kekasih.

__ADS_1


"Kamu ngapain sih nanyain kebun pisang sama Ibu kamu tadi? malu tahu!" Berliana menarik narik pelan jari telunjuk Radja yang dia gigit tadi. Mulutnya berkomat kamit sendiri, entah apa yang sedang Berliana ucapkan Radja pun tidak tahu.


"Bukannya Opa kamu bilang kalau mas kawin yang kamu mau itu Perkebunan Pisang Raja yang luasnya 100 hektar? ya sebagai calon suami yang baik aku mencoba untuk menwujudkannya." Ucapan santai Radja membuat Berliana nenoleh.


Wanita itu menatap tanpa berkedip pada Radja yang tengah menyetir, bentuk wajah tegasnya terlihat semakin mempesona kala Berliana menatapnya dari arah samping.


"Aku boleh tanya sesuatu gak sama kamu?" Berliana kembali bersuara, namun tetap saja tatapan kagum dan penuh pujanya masih terarah pada Radja.


"Mau tanya apa hm?" Radja menoleh sekilas, lalu kembali fokus kearah jalanan.


Berliana terlihat ragu, dia masih memainkan jari jari besar Radja tanpa canggung. Antara ingin mengatakan dan tidak, Berliana takut kalau Radja akan salah paham nanti.


"Tapi maaf ya kalau pertanyaan aku ini menyingung perasaaan kamu." Berliana meringis pelan saat melihat Radja menolej padanya, lalu terlihat menganggukan kepalanya pelan.


"Tanya saja Queen!"  Radja mengizinkan Berliana untuk segera bertanya padanya.


"Eemm, maaf waktu kamu nikah sama almarhumah istri kamu dulu, mas kawinnnya apa? maaf bukannya mau bandingin atau apa? a-aku, aku cuma gak mau kamu nanti merasa Mas Kawin yang aku inginkan terlalu berat dan berlebihan. Jadi, kamu boleh kok samain Mas Kawin kita nanti, gak usah perkebunan pisang juga yang lebarnya 100 hektar." Ucapan pelan serta hati hati Berliana membuat Radja terlihat memelankan laju mobilnya. Pria itu kembali mengalihkan pandangannya pada Berliana.


"Mas kawin yang kamu inginkan tidak seberapa dengan apa yang diberikan oleh Kakek pada keluarga Disha Queen." Radja berujar pelan sembari mengontrol laju mobilnya.

__ADS_1


"Kakek? maksudnya Kakek kamu yang ngasih mas kawin buat Almarhumah Disha? kenapa Kakek kamu yang ngasih? Kenapa bukan kamu yang jadi suaminya?" kening Berliana berkerut heran, dan dia semakin heran saat Radja membelokan mobil Alphard putihnya kesebuah jalan yang tidak Berliana kenali.


"Kakek dan Rajh Malhotra Ayahnya Disha menjodohkan kami berdua Queen, aku hanya diperintahkan Kakek untuk menikahi Disha tanpa harus memikirkan apa pun lagi." Radja berucap dengan tenang, dia tidak ingin terbawa emosi saat dia menceritakan awal dia bisa menikahi Disha.


"Dijodohkan?" kening Berliana berkerut


"Ya, kami dijodohkan, dan bodohnya aku mau menerima perjodohan itu hanya karena ingin diakui keberadaannya oleh  Kakekku sendiri." Ucapan Radja semakin lirih.


Berliana menatap lembut dan sendu pada Radja, dia tidak tahu kalau alur hidup kekasihnya ini begitu rumit sebelum mereka bertemu seperti sekarang ini.


"Apa aku boleh denger ceritanya?" Pinta Berliana



**HOLLA MET PAGI EPRIBADEH


KETEMU LAGI SAMA DUKU GONDRONG, JANGAN LUPA BUAT LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA


SEE YOU NEXT PART MUUUAAACCHH**

__ADS_1


__ADS_2