Duku Mateng(Duda Kuat Mapan Dan Ganteng)

Duku Mateng(Duda Kuat Mapan Dan Ganteng)
Amor


__ADS_3

Elira terus saja berjalan menyusuri lorong butik yang dipenuhi oleh puluhan gaun indah, yang pastinya Elira yakin kalau gaun gaun itu tidak murah.


Saat pertama dia dan Raga sampai ditempat itu, Elira merasa kalau mereka salah tempat. Bukannya Mace Reina menyuruh mereka untuk pergi membeli kain, bukan pakaian jadi. Lalu kenapa Raga malah pergi kebutik pakaian jadi, atau lebih tepatnya butik segela macam gaun.


"DIANKA BOUTIQUE." gumam Elira saat membaca tulisan kecil yang ada disalah satu gaun.


Satu tangannya terulur menyentuh salah satu gaun pernikahan yang terlihat begitu indah dan mewah. Perlahan senyuman Elira terbit, namun bukan senyuman manis melainkan senyuman miris kala mengingat kondisinya saat ini.


Akankah dia memiliki kesempatan untuk memakai gaun gaun indah ini saat menikah? menikah? Elira menelan salivanya susah payah kala hatinya berbisik kata menikah.


Wanita itu segera menyeka air matanya yang hampir saja jatuh, tidak! dia tidak boleh lagi menangis. Sudah cukup banyak air matanya yang keluar sia sia.


"Gak apa apa Lira, menikah bukan hal wajib kan. Selama kamu bahagia, tidak menikah pun tidak apa apa." Elira tersenyum miris pada ujung gaun yang tengah digenggamnya erat.


Tanpa Elira sadari kalau sedari tadi Raga sudah melihat semuanya. Mulai dari Elira mengagumi gaun gaun indah itu, sampai gumaman Elira pun didengar oleh Raga.


"Sebenarnya, apa yang sudah terjadi padamu El?" bisik Raga pelan, perlahan kedua kakinya membawa dia pada Elira yang masih menatap kosong kearah gaun gaun itu.

__ADS_1


"Kamu menyukai gaunnya?" Raga sedikit membungkan tubuhnya agar bisa berbisik ditelinga Elira. Hingga Elira terkejut reflek menoleh membuat kedua hidung mereka bersentuhan tanpa jarak. Inilah pertama kalinya Elira melihat mata setajam Elang yang tidak berani dia tatap secara langsung.


"Maaf." Raga segera menjauhkan wajahnya, pria itu terlihat kikuk dengan kejadian tak terduga ini. Sementara Elira terlihat menundukan wajahnya dalam dalam. Walapun ini bukan pertama kalinya dia bersentuhan dengan pria walaupun saat secara terpaksa saat itu, dan kini Elira kembali merasakan takut didalam dirinya saat anggota tubuhnya bersentuhan dengan lawan jenis.


"Eemm, i-itu pesanan Mami sudah selesai dibungkus, mau pulang?" entah kenapa Raga malah menjadi kikuk dan salah tingkah seperti ini. Hanya bersentuhan ujung hidung dengan Elira sedikit, langsung membuatnya tremor. Padahal saat diSpanyol, banyak wanita yang sering memamerkan lekuk tubuh mereka didepannya, tak jarang ada yang berani meraih tangannya dan mengarahkanya kearah bagian sensitif mereka. Bukan ujung hidung, tapi tidak mampu membuatnya tremor seperti sekarang ini.


'Astaga Elang, hanya ujung hidung. Sadarlah, bagaimana kalau ujung yang lainnya.' monolog Raga didalam hatinya


"Kita jadi pulang?" suara Elira kembali menyadarkan Raga


"Semoga aja Bunda gak ngejual gaun ini." harap Raga


Pria itu menyentuh ujung gaun itu lalu meremasnya pelan, Raga tersenyum tipis sembari melepaskan remasannya. Pria berusia 41 tahun itu berjalan santai keluar dari deretan gaun gaun cantik rancangan Tantenya.


Namun langkahnya sempat terhenti kala mendengar suara keributan dari arah meja kasir. Raga segera mempercepat langkahnya, keningnya berkerut kala melihat lengan Elira tengah dicengkram erat oleh seorang pria.


"Lepaskan tanganku Tuan!" ucap dingin Elira

__ADS_1


"Enggak! aku gak akan pernah lepasin kamu lagi! kita bisa menikah Lira, aku jamin tidak akan ada satu orang pun yang memandang kamu sebagai orang ketiga. Aku mohon menikahlah denganku?" ucap lembut pria yang tengah mencengkram lengan Elira


"A-aku, a-aku tid...," ucapan Elira terputus saat mendengar suara pekikan seorang wanita.


"APA YANG KAU LAKUKAN PADA TUNANGANKU PEREMPUAN GATAL?!" suara pekikan itu mengundang banyak mata untuk menatap kearah mereka.


"Arjun, kenapa perempuan ini ada disini? apa kalian sengaja bertemu disini, iya? kamu jahat sekali dengan ku Arjun, bukannya Kakek Rohid sudah memper...," ucapannya terpotong


"Dia kesini bersamaku Nona, bukan karena ada janji dengan priamu." Raga dengan cepat menotong ucapan wanita yang tengah memojokan Elira saat ini. Raga memang tidak tahu apa masalah mereka, tapi dia tidak akan membiarkan anggota keluarganya disakiti tepat didepan kedua matanya.


"Kamu ada masalah dengan mereka, Amor?" tanya Raga pada Elira, bahkan dia tidak meminta izin pada Elira terlebih dahulu saat merangkul pinggang wanita itu.



OM OM SEGER 😍😍😍


BACANYA SAMBIL DENGERIN LAGU ARIJIT SING YANG TUM HI HOO PASTI LEBIH NYES😭😭😭

__ADS_1


__ADS_2