
Ting
Satu pesan masuk diponsel Berliana, namun karena wanita itu masih sibuk mengotak atik layar laptopnya dia tidak menyadarinya.
Ting
Pesan kedua kembali masuk, dan kali ini Berliana menyempatkan diri untuk melirik ponselnya.
Kening berliana berkerut saat melihat nomor baru yang baru saja masuk mengirim pesan untuknya.
📩+6281338xxxxxx
(Masih sibuk? apa kita bisa makan siang bareng?)
Berliana mengerenyitkan dahinya saat membaca pesan chat itu, nomor asing yang tidak dia kenal. Biasanya Berliana selalu mengabaikan pesan pesan asing yang menerornya, namun entah kenapa kali ini dia masih ingin membaca pesan yang selanjutnya.
📩+6281338xxxxxx
(My Queen)
Kedua bola mata Berliana dibuat membelalak saat membaca pesan kedua. My Queen? dia sangat tahu siapa yang selalu memanggilnya dengan panggilan itu dan hanya dirinya.
"Radja, My King." Bukannya membalas pesan itu, Berliana malah memeluk ponselnya sendiri sembari tersenyum lebar.
Ting
📩+6381338xxxxxx
__ADS_1
( Queen? apa kita bisa makan siang bareng?)
Berliana segera menegakan tubuhnya, dia terlihat mengotak atik layar ponselnya. Senyuman dibibirnya tidak pernah luntur sedikit pun.
📤To +6281338xxxxxx
(Bisa, mau makan dimana) send
Berliana terus saja menatap layar ponselnya tidak sabaran, nomor +6281338xxxx sedang mengetik. Berliana gemas, ingin menelpon tapi gengsi.
📩+6281338xxxxxx
( Aku yang akan menjemputmu ke DIAMOND QUEEN, bersiaplah)
Berliana segera bangkit dari duduknya, dia mencari heelsnya yang beberapa jam yang lalu dia lempar entah kemana. Saat ini Berliana hanya memakai sandal jepit 15 ribuan kesukaannya.
Ting
Sebuah pesan kembali masuk kedalam ponselnya, Berliana menyempatkan untuk membuka pesan itu sembari berjongkok.
📩 +6281338xxxxxx
( 10menit lagi aku sampai Queen)
Pesan yang dikirimkan oleh Radja membuat Berliana kalang kabut, lihat penampilannya saat ini. Dia sungguh berantakan, rambutnya tercepol tinggi sembarangan, heelsnya hilng entah kemana.
"Astaga dragon ball, kenapa sembunyinya jauh banget sih!" Berliana meraih sepasang heelsnya yang tergeletak tak berharga dibawah meja. Padahal dia tadi sudah bersusah payah berjongkok didepan sofa, ternyata barang yang dia cari malah berada ditempat lain.
__ADS_1
💝
💝
💝
Berliana menghela napasnya berkali kali, dia benar benar gugup. Ini adalah makan siang pertamanya dengan Radja setelah mereka menyandang status sebagai kekasih.
Tidak lama senyuman Berliana mengembang saat melihat mobil Alphard putih milik Radja masuk kearea DIAMOND QUEEN.
"Mir, tolong nanti bilang sama Cia kalau saya sudah makan siang diluar oke!" Berliana menitip pesan untuk Cia lewat Resepsionisnya.
" Baik Miss!" jawab Mira patuh
Berliana segera menghampiri mobil Radja, senyumannya terus mengembang, apa lagi saat melihat pria itu keluar dari dalam mobil. Kedua mata Berliana semakin berbinar saat melihat siapa yang dibawa oleh Radja saat ini.
"Ola?" Berliana sedikit berlari untuk mendekat pada Radja dan Lora. Bahkan Berliana hampir saja tersandung oleh heelsnya sendiri saat berlari. Radja yang melihat Berliana hampir saja terjatuh reflek ingin berlari, namun saat melihat wanita itu mampu mengendalikan keseimbanga tubuhnya, Radja hanya menghela nafasnya lega.
Berliana menampilkan senyuman lebarnya pada Ayah dan anak itu, kedua tangannya dia rentangkan saat melihat Lora melompat lompat didalam gendongan Radja saat melihatnya.
"Kenapa harus lari sih? untung saja tadi tidak jatuh, kalau memang sepatunya tidak nyaman untuk dipakai lepas saja, pakai yang bisa membuat kamu nyaman, jangan dipaksa!" Radja langsung mengomeli Berliana saat wanita itu baru saja sampai didekatnya.
"Iya Papa." Berliana menampilkan senyuman tertahannya, bahkan dia segera meninggalkan Radja setelah Berliana meraih Lora dari gendongan Radja dan segera masuk kedalam mobil.
Radja menyugar rambut gondrongnya dengan kasar, entah kenapa ucapan Berliana membuat dia salah tingkah seperti ini.
"Dasar." Radja tersenyum tipis, dia segera menyusul Berliana dan Lora untuk masuk kedalam mobil.
__ADS_1