
Berliana terlihat sangat lahap memakan sempol ayam ayam pedasnya. Kedua mata hitam bening wanita itu tidak mau diam, Berliana terus saja merotasikan pandangannya kesetiap sudut taman dengan mulutnya tidak berhenti mengunyah.
"Kenapa Kak Lira gak mau ikut kita sih tadi, padahal seru banget kalau dia ikut, kita bisa cepet ngabisin duit Kak Radja. Dia malah ikut Tante Tata kerumah Mace Reina." Yasmine terus saja berceloteh disela sela makannya, sedangkan Cia yang berada tepat disebelahnya hanya menganggukan kepalanya setuju.
"Larinya lama banget sih, perasaan udah tiga puluh menit, kenapa belum balik juga sih." Berliana malah bermonolog sendiri dari pada mendengarkan celotehan adik sepupunya. Kedua matanya terus saja mengarah pada lintasan lari yang tersedia ditaman ini.
"Kakak mau nyari sipisang raja dulu ya, kalian tunggu disini nanti Kakak balik lagi." ucap Berliana tiba tiba dan hendak beranjak dari duduknya. Namun saat dia hendak melangkah, Berliana melihat Radja tengah berlari kearahnya.
Kening Berliana berkerut kala melihat kaki suami sedikit pincang saat berlari kecil kearahnya.
"Ai? kaki kamu kenapa?" Berliana segera menghampiri Radja padahal pria itu masih cukup jauh darinya.
"Gak apa apa, tadi ada orang yang pakai sepeda nabrak aku dari belakang, karena rem tangannya blong." Radja terlihat santai dan tenang, padahal saat ini kakinya lumayan terasa sakit karena terkilir. Namun karena tidak ingin Berliana khawatir, Radja bersikap seolah baik baik saja.
"Kaki kamu pasti terkilir, soalnya gak ada luka." Berliana menyingkabkan celana traning panjang suaminya. Bahkan tanpa ragu kaki Radja dia naikan keatas pahanya saat Radja sudah duduk dikursinya.
"Iya tuh kayaknya kaki kak Radja keseleo, ini pakai minyak angin Yas aja. Untung Yas suka bawa kemana mana, lumayan buat nyolok mata cowok yang suka jelalatan." ucapan sadis Yasmine membuat Cia dan Berliana tertawa kecil, gadis itu kalau bicara memang seenaknya, bahkan Yasmine juga yang menyebabkan Cia terus saja dalam pantauan Galaska saat ini dan kedepannya. Gara gara si Bapak Penghulu tampan yang Yasmine ucapkan tadi pagi.
Berliana mulai mengoleskan minyak angin kepergelangan kaki suaminya, setelah dia melepas sepatu serta kaos kaki yang dipakai Radja.
__ADS_1
"Kamu minum dulu!" Berliana memberikan satu botol air minera miliknya pada Radja.
"Terimakasih My Queen." ucapnya lembut
"Beh My Queen Yas, kapan kita dipanggil kayak gituh ya? humairaku? oh Bapak Penghulu tampanku?" ucap Cia miris, bahkan wanita yang berusia 20 tahun itu memeluk botol minumnya sendiri seoalah olah itu adalah sebuah makhluk hidup.
Kening Berliana dan Yasmine berkerut kala mendemgar ucapan saudara mereka. Cia sepertinya benar benar sudah jatuh kedalam pesona sang penghulu tampan yang menikahkan Radja dan Berliana kemarin. Sedangkan Radja hanya menyimak obrolan para wanita muda itu tanpa ingin bertanya.
"Kamu serius suka sama penghulu itu Ci?" Berliana yang masih belum percaya dengan ucapan Cia, kembali bertanya.
"Kamu tahu sendirikan gimana Bang Galak sama Grandpa kamu, mungkin kalau Om Gara sama Pace Ilham masih bisa cincai cincailah. Nah mereka berdua, sebelum tuh bapak penghulu tercintamu bisa angkat pistol yang beratnya dua kilo sama beladiri minimal tingkat dua, Bang Galak bakalan nendang dia duluan sebelum masuk nominasi." lanjut Berliana pada Cia yang tengah menyeruput es bobbanya.
"Apa kita berdua kawin lari aja kali ya? kayaknya bukan ide yang buruk." gumam Cia pelan
"Kawin lari? lah emangnya si bapak penghulu mau dan udah tau kak Cia gituh?" Yasmine pun ikut menimpali, keningnya kembali berkerut saat melihat Cia cengengesan bukan menjawab pertanyaannya.
"Hehee belum, cuma aku aja yang udah tau namanya sama bio nya. Namanya ALKAN ARTHAMA SYARIF, kerenkan? tapi sayangnya dia gak kenal sama aku." Cia terkikik sendiri mendengar ucapannya sendiri.
Berliana dan Yasmine kompak melemparkan bekas tusukan sempol serta cilok pada Cia.
__ADS_1
"Kawin lari cuenah? kawin diem ditempat aja kewalahan." celetuk Berliana tanpa filter
Cia dan Yasmine membulatkan matanya mendengar ucapan Berliana, sedangkan Radja yang masih dipijat kecil oleh Berliana dibagian pergelangan kakinya hanya tertawa kecil.
"Kenapa pada ngomongin kawin sih, kan aku masih pol...," ucapan Yasmine terputus
"Hai, kakak yang tadi ya? maaf ya tadi aku gak sengaja nabrak dari belakang. Oh ya, ini aku beliin minum buat kakak sebagai permintaan maaf aku." orang itu tiba tiba datang tanpa diundang dan memotong ucapan Yasmine.
Berliana yang melihat itu hanya menaikan sebelah alisnya, sudut matanya melirik pada Radja yang tengah menatap kearah orang yang tengah tersenyum pada suaminya.
'Lalat buah mulai muncul.' kesal Berliana dalam hati
"Kalau dibiarin pasti bakalan ada perang baratayuda bentar lagi." bisik Cia pada Yasmine.
SUMPAH AKU LUPA NAMA ASLI VISUAL CIA, KALO ADA YANG TAU COMEN YA GUYS PENTING BUAT MASA DEPAN PERPISANGAN😭😭
__ADS_1