
"Kamu ada masalah dengan mereka, Amor?" tanya Raga pada Elira yang tengah menundukan wajahnya dalam.
"Ti-tidak ada, a-ayo kita pulang!" Elira bahkan sedikit terbata, wanita itu segera menarik lengan Raga tanpa ingin melihat pada pria yang sudah menodainya beberapa waktu yang lalu.
"Lira aku mohon?" pinta Arjuna, bahkan pria itu menarik sling bag milik Elira agar langkah wanita itu terhenti.
"Arjun!" pekik wanita cantik yang terlihat menatap tidak suka pada Elira.
"Diamlah Anjeli!" suara dingin Arjuna membuat Anjeli menatap tidak percaya pada tunangannya.
Sedangkan Elira, dia semakin mengeratkan pegangannya di sling bag yang terlampir di bahu. Wanita itu memejamkan kedua mata, bahkan Elira harus menghirup napas secara perlahan.
"Kamu baik baik saja?" suara seseorang yang sedari tadi berada disampingnya, membuat Elira membuka kedua mata dan menoleh.
Elira menganggukan kepalanya, dia menghempaskan tangan Arjuna yang masih menggenggam erat tali sling bagnya. Elira kembali melanjutkan langkah, tanpa ingin melihat pada Arjuna maupun Anjeli. Tatapannya kembali kosong, bahkan Elira hampir saja tersandung kakinya sendiri.
"Apa kalau aku menyingkirkannya, kamu akan mau menikah denganku?" ucapan Arjuna sukses membuat Elira berbalik kala mendengar suara pekikan Anjeli.
"Astaga Arjuna lepaskan dia! kau bisa membunuhnya!" Elira segera berlari menuju Anjeli yang sudah terpojok dilemari kaca. Bahkan para karyawan butik pun tidak bisa berbuat apa apa saat melihat Anjeli dicekik oleh Arjuna.
__ADS_1
"Akhirnya kamu mau mamanggil namaku," ujar Arjuna lembut, bahkan pria itu tersenyum pada Elira. Bukan senyuman manis, namun senyuman putus asa.
"Lepaskan tunanganmu! dia bisa mati!" Elira hendak melepaskan melepaskan cekikan Arjuna di leher Anjeli, namun pria itu malah meraih lengannya.
"Aku hanya ingin menyingkirkan wanita yang bisa membuatmu dicap sebagai orang ketiga nantinya." ucapan Arjuna terdengar pelan namun mengerikan.
Elira bahkan hanya bisa menahan napas kala mendengar ucapan Arjuna, apa pria ini benar benar akan membunuh calon istrinya sendiri.
"Hei Boy! lepaskan cekalanmu itu! kau tidak ingin membuat para wanita disini takutkan. Sebenarnya aku tidak peduli kalau kau mau membunuh dia atau tidak, hanya saja lepaskan cekalan tanganmu dari wanitaku. Aku sudah biasa melihat sesama manusia saling membunuh." ucapan Raga sukses membuat Elira menatap kearahnya kesal. Bukan membantu, Raga justru menatap santai pada Arjuna dan Anjeli yang terlihat berusaha melepaskan cekikan tunangannya.
"Bantuin Om, kenapa malah diam saja?!" amuk Elira kala melihat Raga santai tanpa ingin membantu Anjeli yang semakin tersiksa karena cekikan tunangannya sendiri.
Elira yang tidak paham, hanya menatap heran pad Ragata. Namun tatapan herannya berubah berbinar kala melihat arah telunjuk Raga mengarah pada selang*kangan Arjuna.
"Lakukan! aku tunggu kamu diluar." ucap santai Raga pada berliana, bahkan pria itu terdengar bersiul kala membuka pintu kaca.
Setelah Raga pergi, kini tinggalah Elira, Arjuna dan Anjeli serta para karyawan butik yang diam diam tengah merekam kejadian ini.
Kedua mata sayu Elira menatap pada Arjuna yang tengah menatap punggung Ragata yang sudah keluar dari dalam butik.
__ADS_1
"Arjuna?" panggil Elira pelan
Arjuna yang mendengar suara wanita, yang sudah membuat hidupnya tidak tenang selama beberapa hari ini, segera mengalihkan pandangannya kepada Elira.
"Ada apa Sa...,"
Dugh!
Satu hantaman lutut keras diberikan oleh Elira diselangkangan Arjuna, pria itu memejamkan kedua matanya erat erat. Bahkan cekalan dileher Anjeli pun terlepas begitu juga dilengan Elira.
Tanpa menunggu Elira segera berlari menjauh dari Arjuna yang tengah tersungkur dilantai sembari menutupi area sensitifnya yang terasa sakit, kebas, linu, nyut nyutan karena hantaman lutut Elira. Sementara Anjeli, wanita itu terlihat begitu ketakutan saat ini.
"Sudah selesai?" tanya Raga santai kala melihat Elira masuk kedalam mobil.
"Sudah, ayo pulang!" jawab Elira seadanya.
SADAR JUN SADAR, KALO GAK SADAR OTHOR KECUP NIH
__ADS_1