
Saat ini Elira dan Raga tengah duduk berdua ditaman yang berada dikediaman Bara. Lebih tepatnya taman yang ada didekat kolam ikan, tempat dimana Berliana selalu bermain bersama Kevin, angsanya.
Dan kini, si Kevin tengah menjadi obat nyamuk untuk pasangan baru yang terlihat tengah malu malu. Lebih tepatnya Raga yang terlihat malu dan salah tingkah, sedangkan Elira hanya menatap kosong pada kolam.
"Kamu sudah yakin sama keputusan ini, Om?" tanya Elira yang sedari tadi terdiam, kini wanita bermata bulat itu memberanikan diri untuk menatap kedua mata Elang yang sering dia hindari. Namun karena Elira ingin sekali melihat kejujuran serta ketulusan yang terpancar dari kedua mata Raga, dia memberanikannya saat ini.
"Kamu masih ragu sama aku?" Raga balik bertanya pada Elira.
Kedua mata mereka bertemu, mata tegas Raga bertemu dengan mata sendu milik Elira. Bahkan dengan berani Raga meraih kedua tangan calon istrinya.
'Calon istri?' batin Raga
Perlahan, kedua sudut bibir Raga terangkat untuk membentuk sebuah senyuman tipis. Ibu jarinya membelai lembut punggung tangan Elira, namun kedua matanya masih menatap mantap pada wanitanya.
"Aku, a-aku yang ragu sama diri aku sendiri. Apa mungkin aku bisa membuat Om Raga bahagia, aku tidak mau nantinya Om menyesal sudah menikahi wanita ca...," ucapan Elira terputus
"Aku juga sudah tidak perjaka Amor, kalau itu yang kau pikirkan sedari tadi. Kamu pikir aku ini pria kolot yang tidak kenal wanita, tidak Elira. Aku juga sudah ternoda sama sepertimu, jadi aku mohon mulai saat inj jangan berbicara apa pun tentang kondisi kita masing masing. Kita sama, jadi impaskan!." ucap Raga tegas
'Diper*kosa sabun tiap hari saja kau bangga sekali, Lang.' batin Raga miris, ya dia memang sudah tidak perjaka, tidak perjaka karena selalu dicabuli sabun, bukan dicabuli wanita.
"Jadi bagaimana? apa besok kita akan menemui Papa mertua?" lanjut Raga sembari menurun naikan kedua alisnya pada Elira.
"Terserah Om saja, Aku cuma bisa berdoa semoga semuanya berjalan lancar," ujar Elira pelan dan pasrah
__ADS_1
"Oke kalau begitu, besok pagi kita Mami Papa,Kak Lovy sama Bang Gara akan terbang ke Bengkulu." jelas Raga
"Aku terserah Om, saja." sahut Elira sembari tersenyum tipis pada Raga.
"Bisa gak panggilannya diubah agak sedikit romantis gituh, ya aku tau kalau umur aku udah Om Om, tapi gak perlu diperjelas lagi kalau aku ini memang Om O...," celotehan Raga terputus
"Iya, Abang?" panggilan baru yang diberikan oleh Elira membuat Raga mengerejabkan kedua matanya cepat.
Kedua sudut bibirnya perlahan terangkat membentuk senyuman lebar, kedua mata Elangnya berbinar kala menatap mata sayu milik Elira.
"Astaga Amor, kamu buat aku tremor." seru Raga tanpa ingat umur.
🍌
🍌
🍌
Pria itu terlihat gelisah saat Berliana terus saja mendiamkannya dua hari ini. Berliana malah terlihat asyik bermain dengan Lora diatas kasur kecil balita cantik itu.
Sedangkan Radja hanya menatap iri pada Lora yang tengah dikecupi oleh sang Ratu. Selama satu jam lamanya Radja harus membuat si pisang raja layu oleh air dingin, karena turn on disaat yang tidak tepat.
Dan sampai sekarang sang pawang masih mengacuhkannya, membuat Radja ingin memberikan 100 hektar perkebunan pisang raja lagi untuk Berliana.
__ADS_1
"My Queen?" panggil Radja memohon, pria itu sudah serba salah. Kini Radja terlihat seperti bocah yang tengah merayu sang Mama untuk diberikan jatah susu.
Kepala Radja sudah menggantung dibawah tempat tidur, sedangkan kedua kakinya masih berada diatas tempat tidur.
Kedua matanya terpejam, Radja membiarkan tubuh bagian atasnya menjuntai kebawah. Bahkan sampai lima belas menit berlalu, Radja masih diposisinya sekarang.
Hingga tidak lama dia merasakan banyak kecupan diwajahnya. Entah ini mimpi atau bukan, yang jelas Radja sangat menikmatinya. Apa lagi saat bibirnya dilum*at rakus oleh bibir lainnya.
Perlahan Radja membuka kedua matanya, pemandangan pertama kali yang dia lihat saat membuka mata adalah, leher putih mulus seseorang yang tengah melum*at habis bibirnya.
Radja tersenyum lebar dalam hati saat tahu siapa yang tengah melahap bibirnya saat ini.
'Mari kita lanjutkan, My Queen.' bisiknya dalam hati
**CALON MANTEN, CIEE SAMAAN DEKET AMA PIRING
JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA
SEE YOU NEXT PART MUUUAACCHH**
__ADS_1