Duku Mateng(Duda Kuat Mapan Dan Ganteng)

Duku Mateng(Duda Kuat Mapan Dan Ganteng)
Ngidam


__ADS_3

Saat ini Berliana tengah menikmati jus pisang yang dibawakan oleh Agatha, tadi saat Agatha masih berada di rumah, Radja menelponya. Menantunya itu mengatakan kalau Berliana sudah siuman, dan meminta dibuatkan jus pisang.


Radja pun sedikit heran, dengan minuman yang diinginkan oleh ibu hamil satu ini, apa rasanya pisang di jus. Ada perasaan tidak enak dihati Radja, kala melihat senyuman manis Berliana tadi.


Dan sekarang terbukti, disaat Berliana mulai minum jus pisang buatan Agatha, dan menelannya hingga habis. Radja malah yang kelabakan sendiri, dia tiba tiba saja mual, padahal tidak ikut meminum jus aneh itu.


Namun rasa mual tiba tiba menghampirinya, Agatha dan Berliana pun saling lirik satu sama lain, kala melihat Radja berlari kekamar mandi.


Berliana hendak turun dari tempat tidur, saat mendengar suara Radja muntah, hanya terdengar suaranya saja, tidak ada air mengalir atau sebagainya.


Namun saat kedua kakinya terangkat, Agatha menahan Berliana. Ibu dari dua orang anak itu tidak akan membiarkan sang putri bergerak terlebih dahulu.


"Diam ditempat kamu! biar Mama yang lihat Radja." ucap Agatha tegas, satu tangannya meraih selimut untuk menutupi kaki telanjang Berliana.


Agatha segera bangkit, langkahnya membawa dia menuju kamar mandi. Namun baru beberapa langkah, Agatha sudah menghentikan langkahnya. Kala melihat Radja keluar dari kamar mandi dengan wajah sedikit pucat.


"Kamu tidak apa apa, Dja?" tanya Agatha pada anak menantunya.


"Radja cuma mual Ma, tapi tidak muntah." ucap pelan Radja, pada Mama mertuanya.


"Kayaknya Bell yang hamil, kamu yang ngidamnya. Lihat, ibu hamil itu makan tanpa ragu sedikit pun, jangankan malas, mual saja tidak. Mama jadi penasaran, seberapa cintanya kamu sama Bell." ucap Agatha, sembari membalikan tubuhnya, kembali mendekat pada Berliana yang tengah melahap makanan yang dia bawa.

__ADS_1


"Separuh hidupku, sepertinya."sahut Radja pelan, kedua sudut bibirnya naik perlahan kala mendengar tawa kecil sang Ratu yang tengah bercengkrama dengan Mama mertuanya.


🍌


🍌


🍌


"Kapan kita pulang?" pertanyaan itu terus saja keluar dari bibir Berliana, entah sudah berapa puluh kali dia bertanya 'kapan pulang' pada suaminya.


Saat ini Berliana tengah berada didalam pelukan Radja, kedua matanya terpejam namun mulutnya tetap berisik.


"Aku udah sembuh, Ai! cuma dicongkel doang kan, bukan dibedel perutya. Palingan rasanya kayak kena pisau yang lumayan dalam sih, nyut nyut gitu tapi setelah dibawa tidur ilang kok sakitnya, walau pun dikit." cicit Berliana diakhir kalimatnya.


"Kamu masih harus dirawat, ingat didalam sini sudah ada penghuninya. Kamu tidak sendiri lagi, jadi kalau Mommy nya sehat, kan bayinya juga sehat." bujuk Radja, agar Berliana mengerti dan tidak salah paham.


Berliana sedari tadi minta pulang, katanya bau obat rumah sakit membuatnya sedikit tidak nyaman.


"Tapi besok kita pulang ya, janji!" pinta Berliana, wanita itu menatap memohon pada sang suami.


"Aku tidak bisa menjanjikan, kalau kata dokter kamu sudah baikan, kita pulang. Kalau belum, ya kamu harus dirawat sampai sembuh." ucap Radja pelan.

__ADS_1


Radja tidak mau menjanjikan hal yang tidak pasti, kalau memang kesehatan sang istri dan janinnya belum stabil, Radja tidak akan mau ambil resiko.


Walaupun sebenarnya dia juga ingin cepat pulang, dan menyelesaikan sesuatu yang belum selesai dengan Arjuna.



AKU NGIDAMNYA PINGIN NGECUP KAMU DJA😘😘😘😘😘



**YUHUUUU JANGAN LUPA MAMPIR KECERITA TEMEN AKU JUGA YA, UDAH END NIH


YANG SUKA BERBAU DENDAM YUK MAMPIR AJA


JANGAN LUPA JUGA DUKUNGANNYA BUAT DUKU LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA


MAAF YA CUMA 4 PART, SOALNYA AKU MAU MULAI NULIS CERITA CIA


SEE YOU TOMORROW


BABAYYY MUUUAAACCCHHHH**

__ADS_1


__ADS_2