Duku Mateng(Duda Kuat Mapan Dan Ganteng)

Duku Mateng(Duda Kuat Mapan Dan Ganteng)
Hati Yang Beku


__ADS_3

Brukk!


Tubuh seorang wanita terpental kebelakang, kala dirinya tidak sengaja menabrak seseorang didepannya.


Kalau saja orang itu tidak menahannya, sudah bisa dipastikan, kalau dia akan terjungkal kebelakang.


"Hati hati, Nona." ucap pelan orang yang tengah menahan lengan wanita itu.


"Maaf, tadi saya terburu buru, sekali lagi saya minta maaf Tuan...,"


"Arjuna?" panggilan seseorang dari arah belakang sang wanita, membuat mereka menoleh dan memotong ucapan si wanita ceroboh.


"Ayo, klien sudah menunggu!" lanjutnya


"Baiklah, ayo!" ajak Arjuna pada temannya.


Arjuna segera melanjutkan langkahnya, tanpa mengucapkan apa pun lagi pada wanita yang tengah menatap tak berkedip pada punggung lebar pria itu.


"Pria yang dingin, aku suka." ucapnya pelan, bahkan wanita itu terlihat mengembangkan senyumnya.


"Hei, Devikha! kenapa kau masih disana? ayo, Boss sudah marah marah diruangannya!" suara seruan seseorang, membuat wanita ceroboh yang disapa Devikha itu segera tersadar.


"Astaga astaga, aku lupa. Mati aku, si Botak pasti akan ceramah lagi. Hei Sukrina! tunggu aku sialan!" Devikha segera mencopot heelsnya, gara gara sepatu ini dia hampir terjungkal tadi.

__ADS_1


🍌


🍌


🍌


"Maaf, sepertinya sekertaris saya sedikit terlambat." ucap seorang pria Botak plontos merasa tidak enak, pada para kliennya.


Mereka yang hadir disana menghela napas kasar, termasuk dengan Arjuna dan Emil, temannya. Kedua pria itu saling tatap, lalu menggelengkan kepala pelan. Kedua pria itu sangat benci yang namanya keterlambatan, apa lagi dalam acara penting seperti sekarang ini.


Brak!


Pintu terbuka lebar, semua peserta meeting mengalihkan pandangannya kearah pintu. Disana sudah ada dua orang wanita, yang terlihat tengah mengatur napas, sebelum mereka masuk.


"Nona Devikha Padukone, anda tahukan ini meeting penting, lalu kenapa terlambat? apa anda ada ship malam kemarin, ada saya memberi lembur pada anda? apa sa...,"


"Kalau kau terus mengoceh, lalu kapan meetingnya dimulai?" Arjuna menyela ucapan pria plontos, yang menjadi patner kerjanya kali ini.


"Ah maaf Mr Arjuna, maklum sekertaris saya agak lelet, jadi semua jadwal kita mundur beberapa belas menit." ucap si Boss botak, ucapan yang sangat merendahkan harga diri seorang Devikha Salim Murad


Brak!


Dengan kesal Devikha melemparkan semua berkas yang ada didalam pelukannya. Napasnya naik turun, saat ini kesabarannya mulai habis. Setelah hampir tiga malam ini dia lembur, dikantor maupun di rumah, si botak tidak tahu diri ini masih menyebutnya lelet.

__ADS_1


"Nona Devikha! apa yang sudah kau lakukan?" geram si Boss Botak


"Mulai sekarang, saya Devikha Salim Murad, mengundurkan diri dari perusahaan ini. Kau pikir aku tidak lelah huh? selama tiga hari ini aku lembur, siang malam aku mengerjakan semua berkas sialan itu, dan kau masih mengataiku lelet. Hei Botak! dimana akal sehatmu huh? mulai sekarang kau kerjakan sendiri, si lelet ini sudah tidak sudi lagi untuk menjadi kacungmu! permisi." ocehan panjang Devikha, membuat semua orang terdiam. Termasuk si mantan Bossnya, pria botak itu menelan salivanya susah payah.


Dia tidak menyangka, Devikha yang dikenal ramah dan tidak suka emosian, kini menujukan taringnya. Namun lain dengan Arjuna, pria itu menatap datar pada punggung kecil Devikha yang sudah meraih handle pintu.


"Apa kita bisa mulai, meetingnya?" tanya si botak pada para kliennya.


"Aku ketoilet dulu, kau bisa menanganinya Em?" ucapan Arjuna, membuat temannya yang bernama Emil itu menoleh, lalu mengacungkan ibu jarinya pada Arjuna.


"Bagus, aku keluar sebentar." ucap Arjuna tenang, bahkan dia sama sekali tidak berpamitan pada si botak, yang tengah berbicara.




**YUHUUUUUU


CIA DAN ALKAN DAN TAYANG GUYS, KLIK PROFIL AKU AJA YA, NANTI CERITANYA ADA DIPROFILKU


AYO RAMAIKAN, JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA


SEE YOU NEXT TOMORROW

__ADS_1


BABAYYYYY MUUUUAAACCCHHH**


__ADS_2