Duku Mateng(Duda Kuat Mapan Dan Ganteng)

Duku Mateng(Duda Kuat Mapan Dan Ganteng)
Retas Aku Bang


__ADS_3

Disinilah Devikha sekarang, termenung dan sesekali mondar mandir sendiri dikamar Arjuna. Setelah mendengar semua cerita wanita paruh baya, yang memeluknya tadi. Devikha banyak diam, alhasil Tiara si wanita yang memeluk Devikha tadi, membawanya kekamar Arjuna.


Entah kenapa, Devikha hanya bisa menurut. Kedua matanya masih bergulir kesana kemari, seakan tengah memikirkan sesuatu.


"Kenapa wanita itu tidak mau Arjuna bertanggung jawab? hebat sekali dia, mungkin kalau aku yang ada diposisi itu, akan aku kejar si Arjuna walau ke neraka sekalipun! tapi syukurlah masih ada pria baik yang mau menerima keadaannya. Sebenarnya, Arjuna tidak salah juga, dia berusaha untuk bertanggung jawab. Tapi sepertinya takdir tidak merestui mereka. Lalu sekarang aku harus apa? dia bilang kalau harus menolongnya bangkit. Astaga, kenapa tidak berpegangan pada tiang saja yang kuat, kenapa harus padaku." oceh Devikha, entah sudah berapa lama wanita itu mondar mandir didepan cermin besar yang ada didalam kamar Arjuna.


Tok


Tok


Tok


"YA!"Devikha reflek berseru kala mendengar ketukan, dengan ragu dia berjalan kearah pintu.


"Apa kau baik baik saja didalam?" suara seruan dari luar, membuat Devikha urung kala hendak membuka pintu.


Itu suara Arjuna, tapi bukannya pria itu bilang akan kembali kekantor, kenapa Arjuna masih dirumah ini.


"Aku ingin pulang!" pinta Devikha, wanita itu akhirnya membukakan pintu. Bahkan, tangan Arjuna melayang di udara kala hendak mengetuk, lagi.


"Baiklah,  aku akan mengantarmu," ujar pelan Arjuna pada Devikha.


"Itu memang seharusnya, kau yang sudah membawaku kemari. Jadi kau harus tanggung jawab!" desis pelan Devikha, sembari memicingkan kedua matanya pada Arjuna.

__ADS_1


"Memangnya kita sudah melakukan apa hm? kenapa aku harus bertanggung jawab, calon istri?" ucap pelan Arjuna, bahkan terkesan berbisik ditelinga Devikha.


"Calon istri siapa?" suara Devikha sudah naik satu oktaf, kala melihat Arjuna semakin mengikis jarak denganmu.


"A-aku belum mengatakan 'Ya', jadi tidak ada yang namanya calon istri." lanjut Devikha, dan itu sukses membuat langkah Arjuna terhenti, sebelum lebih dekat dengannya.


Kedua mata yang berbinar geli itu perlahan surut, berganti dengan sorot mata sendu serta kosong. Bahkan senyuman yang ditampilkan Arjuna saat ini, terkesan sangat terpaksa.


"Kau benar, kata YA belum terucap darimu. Maaf, sepertinya aku saja yang terlalu percaya diri. Kau mau pulangkan? ayo aku antar, pastikan semua barangMu tidak ada yang tertinggal," ujar pelan Arjuna, bahkan pria itu segera berbalik, meninggalkan Devikha yang masih terdiam ditempat.


"Dia kenapa? aneh sekali." gumam Devikha.


🍌


🍌


🍌


Elira terus saja memuntahkan cairan bening dari mulutnya, sudah beberapa hari ini dia muntah. Entah itu dipagi hari atau pun malam, Elira terus saja muntah serta mual.


Tidak terasa usia pernikahannya dengan Raga sudah berjalan hampir 6 bulan lamanya. Saat ini Elira tengah berbadan 4, Elira tengah mengandung janin kembar 3.


Saat dokter memberitahukan kalau Eliranya sedang mengandung, Raga melompat kegirangan, bahkan itu belum seberapa. Setelah mengetahui kalau Elira tengah mengandung janin kembar 3, Raga segera memeluk dokter wanita yang memeriksa Elira.

__ADS_1


Alhasil, bumil kesayangannya merajuk 3 hari tiga malam. Tidak ada malam penuh retasan, selama masa merajuk itu berlangsung.


"Amor?" panggil Raga, pria yang baru saja pulang itu terlihat begitu khawatir.


Usia kandungan Elira yang masih 2 bulan, membuat Raga harus ektra ketat menjaga keempat nyawa, yang paling dia sayangi. Kehamilan Elira dan Berliana hanya berbeda 5 bulan, diperkirakan kalau anak mereka akan sepantaran nantinya.


"Masih mual, kamu mau apa? mau cilok kayak kemarin, apa siomai buatan Mami? nanti aku nyuruh Mami buat bikinin, ayo bilang kamu mau apa, Amor?" bujuk Raga, dia memang tidak tega melihat Elira terus saja muntah serta mual.


Kenapa si kembar 3 tidak berbagi kesulitan mereka dengannya, kenapa hanya dengan Mamanya?


Elira menatap sayu pada suaminya, kedua tangannya sudah melingkar dileher kokoh Raga. Kedua mata sayu bulatnya, menatap penuh harap pada sang suami.


"Amor? bilang saja jang...,"


"Retas aku Bang," ujar pelan Elira, membuat Raga membulatkan kedua matanya, perlahan senyuman nakalnya terbit. Tanpa menunggu, Raga segera meraih tubuh Elira dan menggendongnya didepan.


"Server mana yang mau Abang retas, hm?" godanya




**YUHUUUUUU JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA

__ADS_1


JANGAN LUPA RAMAIKAN CIA SAMA ALKAN YA, GALASKA JUGA AKAN KITA BONGKAR DISANA NANTI


SEE YOU TOMORROW BABAYYYY MUUUAACCHH**


__ADS_2