
"Kalian akan tetap menikah bulan depan!" ucapan lantang Rohid membuat Arjuna menatap kearah sang Kakek tidak percaya.
"Itu tidak mungkin terjadi Kek, setelah apa yang Arjun lakukan pada Elira. Kalau pun Arjun harus menikah, Arjun akan menikahi Elira!" Arjuna membantah semua ucapan Rohid kali ini. Entahlah sudah seminggu lebih berlalu, hidupnya merasa tidak tenang sama sekali.
"Arjun Arjun, bukannya kau mendengarnya sendirikan kalau wanita itu menolakmu! jadi jangan membantah ucapan Kakek atau pun kedua orang tuamu mulai saat ini, kau akan tetap menikahi Anjeli apapun yang terjadi. Biarpun wanita itu mau dinikahi olehmu, Kakek tidak akan menyutujuinya!" final Rohid membuat Arjuna tidak bisa berkata kata lagi.
Dia membenci dirinya semdiri karena terlalu lemah saat berhadapan dengan sang Kakek. Rohid memang salah satu orang yang menyokong kesuksesannya, karena sang Kakek yang lebih memilih dia untuk memimpin perusahaan MALIK GROUP dari pada sepupunya Radja.
"Ingat Arjun, jangan pernah kecewakan Kakek! hidupmu yang sekarang tidak lepas dari campur tanganku." ucapan Rohid membuat Arjuna mengepalkan kedua tangannya erat.
'Sialan! bahkan saat mereka tahu kalau masalah ini muncul gara gara Anjeli, Kakek dan Papa masih menyuruhku untuk menikahi wanita itu!' Arjuna mengumpat kesal didalam hati, dia segera pergi meninggalkan sang Kakek yang tengah sibuk dengan caturnya.
π
π
π
Berliana melambaikan tangan pada kedua mertuanya adik ipar serta Lora anak sambungnya. Kedua orang tua Radja memutuskan untuk pulang terlebih dahulu siang ini, Lora pun ikut dibawa oleh Ibu mertuanya dengan alasan untuk menemaninya dirumah nanti. Padahal Berliana ingin sekali membawa Lora ketaman nanti sore, jajan makanan ringan, berlari sore bersama Radja, bukannya itu menyenangkan?
Namun khayalannya gagal seketika, kala balita cantik itu kembali dimonopoli oleh Ibu mertua serta Ayah mertuanya.
__ADS_1
"Kenapa?" tanya Radja yang sedari tadi merasa aneh melihat wajah masam istrinya.
"Kenapa Lora dibawa? bukannya nanti sore kita mau ketaman. Aku mau bawa Lora, nanti didana kita bisa jajan berdua sambil nunguin kamu lari Ai." Berliana terlihat badmood, bisa terdengar dari nada suaranya yang sedikit berbeda dari biasanya.
"Kan ada aku sayang, nanti sambil nunggu aku lari, kamu bisa jajan makanan apa pun yang kamu mau oke." bujuk Radja, dia tahu kalau Berliana masih ingin bermain dengan Lora yang kini sudah menjadi putrinya. Kedua sudut bibir Radja terangkat saat melihat Berliana begitu sangat menyayangi putrinya padahal Berliana tahu kalau Lora bukan darah dagingnya.
"Aku mau ajak Cia sama Yasmine ya." pinta Berliana dengan mata berbinar.
"Boleh, nanti aku yang teraktir." ucap Radja santai, satu tangannya terulur untuk mengusak pelan rambut wanita yang dia cintai.
"Aahh boss pisang mau neraktir, aku jadi terharu." ucap lebay Berliana membuat Radja menggelengkan kepalanya.
π
π
π
Apa lagi ditemani oleh wanitanya, pasti Radja akan semakin bersemangat larinya. Berliana menganggukan kepalanya patuh, sedangkan Cia dan Yasmine sudah terlihat lapar mata melihat para pedagang makanan.
Radja menegakan tubuhnya, satu tangannya meraih headphone yang tengah dipegang oleh Berliana. Pria itu memasangkannya dikedua telinga miliknya, Berliana bahkan sampai tidak berkedip melihat penampilan Radja saat ini.
__ADS_1
Rambut gondrongnya Radja ikat, membuat pria itu terlihat lebih macho beratus ratus kali lipat. Jangan lupa headphone yang melingkar dikepala hingga telinganya, membuat aura badboynya sungguh terasa.
"Jajannya jangan yang terlalu pedas oke, aku mau lari dulu." ucap Radja lembut.
Cup
Bahkan Radja masih sempat memberikan kecupan singkat dibibir Berliana. Kecupan yang membuat Berliana terpaku ditempatnya, rasanya dia tidak rela saat melihat Radja menjauh darinya.
'Kalau ada lalat buah yang deket deket sama pisang raja gimana?' monologΒ Berliana dalam hati
"Kayaknya besok besok aku harus bawa semprotan hama kalau keluar." gumam Berliana lagi
"Ayo bestie kita cari makanan yang bikin meleleh lambung sama lidah." ucapan keras Berliana membuat Cia dan Yasmine menoleh.
"Oh udah kecup kecupnya?" tanya Cia
"Hehee kita gak lihat kok Kak Bell, cuma ngelirik doang tadi gak sengaja itu juga." Yasmine ikut menimpali sembari cengengesan.
"Udah halal sah sah aja, ayo lah kita kuras dompet si Mantan Duku Mateng yang udah berevolusi jadi si pisang raja kesayangan." ucapan asal Berliana membuat Cia dan Yasmine menggelengkan kepalanya dramatis
"Pisang lagi pisang lagi." gerutu keduanya
__ADS_1