
Berliana melangkahkan kedua kakinya menuju loby, dia memilih untuk menunggu Radja disana. Kedua matanya menyipit kala melihat Cia dan Elira baru saja keluar dari aula.
"Cia Lira?" panggilan Berliana membuat kedua saudara sepupunya menoleh, kedua wanita beda usia itu saling tatap lalu melangkah mendekat pada Owner mereka.
"Ada apa Bu Boss?" Cia langsung bertanya tanpa basa basi lagi
" Kalian mau makan siang kan? ayo bareng! Ra kamu ajak Resa juga ya sekalian, aku tunggu disini. Cepetan gak pake lama!" Berliana tidak memberikan sedikit ruang pun pada kedua saudaranya itu untuk menyela ucapannya.
Bahkan Berliana segera mendorong tubuh Cia dan Elira agar bergerak cepat. Mau tidak mau kedua wanita itu menuruti perintah saudara sepupunya. Berliana tersenyum manis saat melihat Cia dan Elira menuruti ucapannya. Wanita itu segera mendudukan dirinya diatas sofa, Berliana terlihat mengotak atik ponselnya dengan tenang.
"Miss Bell memanggil saya?" Suara calon adik iparnya membuat Berliana mendongak. Ternyata Elira sudah memanggil Ambaresa dan menyuruhnya untuk menemuinya.
"Kita akan makan siang bareng, ayo kayaknya mobil Radja sudah sampai!" Berliana segera menarik lengan Ambar, Cia dan Elira pun terlihat sudah siap. Keempat wanita itu keluar dari loby DIAMOND QUEEN.
Senyuman Berliana mengembang kala melihat Radja baru saja keluar dari mobil Alphard putihnya. Bahkan Cia terus saja berkedip agar kewarasanya tetap terjaga saat melihat si Duku Mateng milik Berliana.
Sementara Ambar tersenyum tipis saat melihat senyuman sang Kakak. Apa lagi saat melihat sepasang kekasih itu saling memancarkan cinta dari kedua mata mereka, Ambar hanya bisa berdoa untuk kebahagian keduanya.
Elira? wanita itu menatap kosong kearah depan. Senyuman miris terukir dikedua sudut bibirnya, perlahan wanita itu menghela napasnya pelan. Melihat kebahagian yang tengah diperlihatkan olehย Berliana saat ini, akankah dia juga bisa merasakannya suatu saat nanti. Di cintai dan disayangi oleh pria yang tepat, sedangkan keadaanya saja sudah...
Elira mengalihkan pandangannya kearah lain saat melihat kebahagian saudara sepupu tirinya. Ada rasa iri menyelimuti hatinya saat ini, namun Elira secepatnya menyingkar penyakit hati yang mematikan itu.
__ADS_1
'Gak! aku gak mau jadi seperti Ibu! aku gak boleh jadi orang ketiga didalam hubungan siapa pun!' Elira menulikan telinganya kala bisikan bisikan setan terus saja menghantuinya.
๐
๐
๐
"Kalian pesan saja, nanti biar saya yang akan membayarnya." ucap Radja santai sembari membolak balikan buku menu ditangannya.
Jiwa geratisan Berliana dan Cia meronta ronta mendengar ucapan Radja, keduanya saling lirik lalu membuka buku menu dengan semangat.
"Kita pesan yang ini ini ini ini ini ini ini ini ini ini ini sama yang ini, bilangin sama kokinya bikinnya yang pedes ya. Minumannya green tea aja." Berliana menyebutkan semua makanan yang menurutnya sangat menggugah selera. Berliana memesan begitu banyak makanan karena dia tahu kalau diresto mahal ini makanannya pasti porsinya sedikit dan tidak akan membuatnya kenyang.
Bahkan putri dari Nagara dan Lovy itu dengan centil mengedipkan sebelah matanya pada sang pelayan,membuat pelayan itu salah tingkah dibuatnya.
"Dih, mentang mentang gratisan, aji mumpung." cibir Berliana
"Hehee mumpung calon kakak ipar neraktir, manfaatkan dengan baik bestie." ucap Cia santai
"Untung si Yas gak ikut, kalo ikut dia bisa lebih parah. Bisa bangkrut suami kakak." Ucap Berliana sebal
__ADS_1
"Dih suami ceunah, calon bestie calon. Ayo dong Kak Radja cepet halalin, kayaknya ada yang gak tahan mau jadi istri." Cia semakin jahil membuat Berliana menatap kesal padanya.
Sementara Radja Ambar dan Elira hanya tersenyum melihat interaksi mereka berdua. Radja hanya mengusap lembut punggung tangan Berliana yang ada diatas lututnya.
Ambar diam diam menyunggingkan senyum bahagia, sedangkan Elira mengalihkan pandangannya kearah lain, untuk menghindari interaksi mesra sepasang kekasih itu. Namun bukannya mendapat ketenangan saat menghidari interaksi Radja dan Berliana. Elira justru melihat sesuatu yang membuatnya ingin segera pergi dari tempatnya sekarang saat ini juga.
'Dia ada disini?' lirih hati Elira
**BAIK BAIK YA KOMENNYA, INGET JANGAN OTHORNYA YANG DI KOMEN TAPI ALUR CERITANYA SAJA OKE!
DAN LAGI KALO MAKAN PISANG RAJA JANGAN SAMA KULIT ATAU TANDANNYA BIAR GAK...AH SUDAHLAH NULIS AJA THOR JANGAN CERAMAH๐๐๐๐
๐ฆTHOR GAK NULIS YASODHA, THOR MAIN PALU BUKAN MAIN KEYBOARD ATAU PENA๐๐๐๐๐
JANGAN LUPA TAMBAHIN LIKE VOTE HADIAH DAN FAVORITNYA
SEE YOU NEXT TOMORROW
__ADS_1
BABAYY MUUUUAAAACCHH**