Duku Mateng(Duda Kuat Mapan Dan Ganteng)

Duku Mateng(Duda Kuat Mapan Dan Ganteng)
Kode Keras


__ADS_3

Devikha meneguk satu botol air mineral dengan rakus, cuaca Dubai siang ini begitu terik. Ingin rasanya dia membuka seluruh pakaian, dan berendam di kolam renang.


Namun sepertinya angan angan itu, tidak akan pernah terwujud, ini kediaman Arjun, si Boss yang selalu mengajak Devikha menikah.


Dengan kesal, Devikha menutup pintu kulkas dengan kencang, bahkan mungkin para ART rumah ini, bisa mendengarnya. Devikha berjalan keluar, dari area dapur mewah milik Arjuna, kedua matanya terus saja memindai setiap sudut rumah mewah berlantai tiga ini.


Padahal sudah beberapa bulan Devikha tinggal disini, namun dia belum sempat mengeksplor seluruhnya.


Langkah kakinya, membawa Devikha menuju halaman belakang. Hidung mancungnya berkedut, kala menggirup sesuatu yang terbakar, Devikha bahkan segera berlari mengikuti aroma terbakar itu


Langkah Devikha terhenti, kala melihat Arjuna tengah membakar sesuatu sembari membelakanginya. Dahi Devikha berkerut, kala melihat Arjuna melemparkan sebuah sling bag kedalam kobaran api.


"Membakar masa lalu, heh?" tanya Devikha santai, bahkan wanita itu terlihat bersidekap dada diambang  pintu.


Senyuman tipisnya terbit, kala melihat Arjuna menoleh setelah melemparkan, sebuah ponsel kedalam api, setelah sling bag tadi tentunya.


"Kau benar, aku tidak akan lepas dari masa laluku, kalau bukan aku sendiri yang mengenyahkannya." sahut Arjuna pelan, kedua matanya kembali menatap kobaran api, yang semakin membesar.


Perlahan, Devikha mendekat, mengikis jarak dengan Arjuna. Entah sadar atau tidak, Devikha malah memeluk tubuh Arjuna dari belakang. Membuat Arjuna sedikit menegang, bahkan saat pria itu ragu, saat ingin menyentuh lengan Devikha, yang melingkar di perutnya.

__ADS_1


"Tapi sayangnya, aku belum percaya. Aku yakin, kau hanya memanfaatkan aku, sebagai pelampiasan mu bukan? tidak lebih!" ucap pelan Devikha, namun begitu menusuk di hati Arjuna.


Dengan sekali tarik, Arjuna berhasil membawa tubuh Devikha menghadapnya. Arjuna bisa melihat senyuman tipis, wanita yang memang perlahan mulai mengisi hati serta otaknya.


"Kau masih belum percaya? harus dengan apa lagi, aku membuktikannya Vikha?" ucap lirih Arjuna, salah satu tangannya meraih dagu Devikha, agar wanita itu bisa mendongak padanya.


Bahkan dengan lancang, Arjuna mulai mendekatkan wajahnya. Hingga tidak lama, kedua kening mereka bersentuhan. Bahkan, hidung keduanya pun dipaksa menyatu, napas hangat yang dikeluarkan oleh keduanya, terasa jelas menerpa wajah.


"Kau masih belum percaya, hm?" bisik lembut Arjuna, tepat di depan bibir Devikha.


Kalau saja Devikha menggerakan bibir sedikit saja, sudah dipastikan kedua benda kenyal lembut dan membuat candu itu, pasti akan bersentuhan.


"Apa kau akan memper*kosaku di sini, sebelum kita menikah?" tanya sarkas Devikha.


Ucapan Devikha, sukses membuat Arjuna menjauhkan wajahnya. Dahinya berkerut, kala melihat senyuman Devikha semakin lebar.


Apa lagi saat melihat Devikha perlahan mundur, namun senyuman dibibirnya tidak surut sedikit pun.


"Kau tidak mau melamarku terlebih dahulu, Arjun. Padahal aku bermimpi, ingin menikah ala princes disney. Tapi sepertinya, calon suamiku ini tidak bisa mewujudkannya, ck baiklah mungkin aku akan mencari duda kaya yang ada di Dub- ASTAGA APA YANG KAU LAKUKAN?!" pekik Devikha diakhir kalimatnya.

__ADS_1


Kala Arjuna dengan cepat, membopong tubuhnya ala karung beras. Pria itu tidak peduli dengan pekikan keras Devikha, Arjuna terlalu bahagia mendengar ucapan wanita ini, karena secara tidak langsung, dia mau menerimanya.


"Jadi, kau menerimaku, dan mau aku melamarmu terlebih dahulu, hm?" ucap tertahan Arjuna.


Plak!


Devikha melotot, kala Arjuna memukul bok*ongnya dengan cukup keras.


"DASAR MESUM!" pekik wanita itu lagi.




BELIKE ARJUN: **DEMI NYAI


HOLLA MET PAGI EPRIBADEH


JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA

__ADS_1


SEE YOU NEXT PART MUUUUAACCHHH**


__ADS_2