Duku Mateng(Duda Kuat Mapan Dan Ganteng)

Duku Mateng(Duda Kuat Mapan Dan Ganteng)
Panas Membara


__ADS_3

Berliana menggigit boneka pisang kesayangannya dengan gemas. Apa lagi saat dia teringat kembali dengan kejadian beberapa saat yang lalu. Berliana tersenyum malu, wanita itu menutup wajahnya gemas.


Namun seperdetik kemudian Berlian kembali menegakan kepala sembari tertawa kecil. Tatapannya beralih kearah pintu kamar mandi yang masih tertutup rapat, namun gemercik air terdengar samar samar dari dalam kamar mandi.


Berliana segera mengalihkan pandangannya kearah lain kala pintu kamar mandi terbuka. Bahkan dia harus menelan salivanya susah payah kala melihat Radja sudah selesai membersihkan diri dan hanya menggunakan sepotong handuk yang melilit pinggangnya.


'Tahan Bell, tahan! jangan biarkan kedua kaki mu ini menjadi murahan karena ingin sekali berlari kearahnya.' bisik Berliana didalam hati.


Namun biar pun sang hati sudah memperingatkan kakinya untuk tidak murahan, tapi kedua matanya lagi lagi tidak bisa dikontrol. Sudut mata Berliana diam diam melirik sang suami yang tengah menggosok rambut sedikit gondrongnya, karena sepertinya Radja sudah merapihkan tatanan rambutnya tanpa memangkas habis.


Tubuh kekar berotot Radja terus saja tidak lepas dari pandangan kedua mata Berliana. Perlahan kedua sudut mata Berliana naik, menatap wajah tampan rupawan pria yang selama ini selalu mengganggu kinerja otaknya.


Pandangan Berliana perlahan kembali turun, melawati leher, dada bidang berotot milik Radja yang terlihat sangat nyaman untuk dia sandari. Setelah puas berlama lama menatap area itu, pandangannya kembali turun menuju perut berotot tanpa lemak. Berliana bahkan terlihat menelan salivanya kasar saat melihat pahatan sempurna tubuh suaminya.


Wanita itu mengepalkan kedua tangannya kala merasakan gejolak panas yang tiba tiba saja muncul. Bahkan Berliana mengigit bibir bawahnya sedikit keras kala pandangannya turun menuju bagian bawah perut Radja.


Bolehkah dia menarik sepotong kain itu agar terlepas dari Radja. Rasanya tidak adil bukan, setelah tadi Radja bisa melihat tubuh telanjangnya walaupun tidak sengaja, apa dia juga boleh melihat sesuatu yang ada dibalik layar putih itu?

__ADS_1


Berliana menghirup napasnya dalam dalam, dia berusaha mengenyahkan pikiran mesumnya. Bahkan Berliana sampai memejamkan kedua matanya karena dia terlalu lemah dalam mengendalikan diri kala berhubungan dengan Radja.


"Queen?" panggilan Radja membuat Berliana kembali membuka kedua matanya.


Dan lagi lagi kedua matanya harus melihat pemandangan indah yang mulai memporak porandakan pertahanannya. Berliana sebisanya tersenyum, walaupun rasanya kedua kakinya ini ingin sekali berlari menuju Radja, lalu memeluk tubuh kekar itu dengan erat.


"Hei, kenapa kamu melamun hm?" suara lembut Radja membuat jantung serta hati Berliana bergetar. Apa lagi kala melihat suaminya itu mendudukan diri disisinya, masih dalam keadaan setengah telanjang.


"A-aku gak apa apa kok, mungkin karena dingin habis mandi." Berliana menjawab sebiasa mungkin agar Radja tidak menyadari kalau saat ini dia tengah tremor setengah mati.


"Kamu kedinginan?" Radja mengusap wajah Berliana lembut, dan itu semakin membuat seluruh persendian wanita itu lemas tak bertenaga.


"Sudah hangat hm?" ucap lembut Radja sembari terus saja mengusap lembut rambut Berliana yang sudah lumayan kering. Bahkan Radja memberikan kecupan dipelipis serta pundak terbukanya, karena jubah tidur Berliana sedikit merosot kesamping. Pundak mulus Berliana terus saja menjadi sasaran kecupan basah dan ringan suaminya.


'Ini bukan hangat lagi, tapi udah panas membara ya Tuhan.' jerit histeris Berliana didalam hatinya.


"Sudah lumayan hangatkan? sekarang kamu tidur! aku mau pakai baju dulu. Nanti aku akan kebawah sebentar," Radja sedikit berbisik ditelinga sang istri, perlahan pria itu melepaskan dekapannya, namun saat Radja  hendak beranjak dari tempat tidur, lengannya ditahan oleh Berliana.

__ADS_1


"Temenin aku tidur, nanti kalau udah tidur gak apa apa deh kalau mau ditinggalin juga." ucap pelan Berliana sembari memainkan jari jari besar suaminya.


Radja tersenyum tipis melihat wajah malu malu Berliana, lalu dia pun kembali mendudukan dirinya disisi Berliana. Satu tangannya terulur untuk menyentuh wajah sang istri, perlahan Radja menuntun tubuh Berliana yang memang terasa sangat lelah hari ini untuk berbaring dengan nyaman.


"Tidurlah Queen, aku akan menemanimu, mimpi indah Ratuku."bisiknya


Cup!


Satu kecupan dalam Radja bubuhkan didahi Berliana, membuat wanita itu memejamkan kedua matanya nyaman. Radja kembali memeluk tubuh Berliana dengan posessive, dan Berliana terlihat begitu nyaman memeluk tubuh telanjang suaminya.




**YUHUUUUU MET PAGI SIANG SORE MALAM EPRIBADEH


UDAH KANGEN YA SAMA PISANG RAJA?

__ADS_1


JANGAN LUPA DUKUNGANNYA YA KLIK LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA


SEE YOU NEXT PART MUUUAACCHHH**


__ADS_2