Duku Mateng(Duda Kuat Mapan Dan Ganteng)

Duku Mateng(Duda Kuat Mapan Dan Ganteng)
Friendly Atau Kegatalan


__ADS_3

Berliana menajamkan pandangan pada pria tua yang saat ini tengah menatap penuh tanya padanya.


Salah satu sudut bibirnya terangkat, mengukir sebuah senyuman sinis pada Meera, yang juga tengah menatap tidak suka padanya.


"Siapa lagi, kalau bukan putri anda Tuan. Bukankah dia melihat kalau pria yang tengah dia tarik perhatiannya ini, sudah memiliki istri, lalu kenapa dia masih bersikap gatal padanya?" rasa cemburu sudah menguasai hati serta otak Berliana saat ini, dia bukan tipe wanita yang sangat suka memendam perasaan didalam hati.


Berliana akan mengeluarkan keluh kesahnya secara langsung kepada orang yang bersangkutan, dan seperti saat inilah contohnya. Berliana tidak pernah mau menunggu lalat buah ini lebih masuk lagi kedalam hubungan dia dan Radja, sebelum sang lalat buah menyuntikan bibit belatung kedalam cinta mereka, Berliana sendiri yang akan memusnahkannya.


Ingat, dia bukan wanita melankolis yang akan mudah menangis, kala ada lalat buah seperti Meera, yang perlahan tanpa aba aba akan menyuntikan belatung kedalam hubungannya dengan Radja.


"Maaf Nyonya Dewangga, mungkin anda salah paham dengan sikap friendly putri saya pada suami anda. Meera memang terkenal friendly pada semua orang, bukan karena ingin menggoda Radja atau siapa pun," ucapan Ayah Meera terkesan tidak menerima kalau Berliana menjudge Meera sebagai wanita gatal.


"Seharusnya anda bisa membedakan, mana friendly dan mana yang kegatalan. kalau memang putri anda ini friendy, seharusnya bukan hanya sok akrab dengan pria saja, tapi juga dengan wanita juga. Buktinya tadi, dia hanya menyapa suami saya dengan nada sok akrab, padahal dia dan Radjaku hanya bertemu sekali ditaman, bukan? tapi tadi, sikapnya seolah terlihat sudah sering bertemu." ucap Berliana tenang, namun kedua sudut matanya terlihat melirik pada Radja yang tengah menatap lembut padanya.

__ADS_1


Pria itu terlihat menggumamkan kata sabar, tanpa suara pada Berliana. Bahkan tangan Radja yang ada dibelakang tubuh Berliana,terlihat mengusap pelan punggung sang Ratu agar tenang.


"Atau mungkin, kalian memang sering bertemu dibelakangku?" tebak Berliana selanjutnya, bahkan gerakan tangan Radja yang tengah mengelus punggungnya terhenti, setelah mendengar ucapan Berliana.


"My Queen? tenang oke, kamu biasanya tidak seperti ini. Queenza ku selalu bersikap tenang dalam menghadapi sesuatu." ucap pelan Radja pada Berliana, yang tengah menatap datar padanya. Radja tidak mengerti, kenapa sang Ratu selalu terlihat mudah terpancing emosinya beberapa hari ini.


"Kalau aku sering bertemu dengan Pak Radja, memangnya kenapa? bukankah itu wajar?" ucap Meera, wanita itu akhirnya bersuara juga, dan itu membuat tatapan datar Berliana, kini beralih pada Meera.


"Maksudnya? kalian memang sering bertemu, begitu?" tanya Berliana lagi, kini kedua netra hitam beningnya terkesan dingin itu, menatap secara bergantian Radja dan Meera.


Tatapan yang seolah mengatakan,


' kau ingin mati dengan cara apa hm?'

__ADS_1


Radja menghembuskan napasnya pelan, satu tangannya kembali merangkul pinggang Berliana posesife. Bahkan pria itu memberikan banyak kecupan dipucuk kepala sang Ratu, dengan gemas.


Bahkan Meera yang melihat interaksi mereka berdua menatap tidak suka, kedua tangan wanita itu terkepal erat. Apa lagi saat melihat Radja, memberikan banyak kecupan di pelipis serta pucuk kepala Berliana, Meera semakin terbakar.


"Dia salah satu klien Pak Ardian, jadi mau tidak mau kita harus sering bertemu. Bukan dalam artian bertemu, yang ada didalam otak cantikmu, Sayang." jelas Radja pada Berliana saat itu juga, Radja juga tidak ingin membuat Ayah wanita itu nanti salah paham padanya.


"Baiklah, semuanya sudah jelas sekarang. Ayo duduk, kaki ku udah pegal," ujar Berliana santai, seolah tidak pernah terjadi apa pun.


Radja tersenyum kecil melihat mood sang Ratu begitu mudah berubah, sikap cemburunya 10X lebih besar dari biasanya. Untung saja saat ini Lora sudah terlelap saat perdebatan antara keempat manusia itu.


'Sialan! apa sih lebihnya wanita ini? kenapa Radja terlihat begitu mencintainya!' ucap kesal Meera didalam hatinya.


__ADS_1


MEERA MEHRA


__ADS_2