Duku Mateng(Duda Kuat Mapan Dan Ganteng)

Duku Mateng(Duda Kuat Mapan Dan Ganteng)
Berjuang Bersama


__ADS_3

Berliana menarik napas dalam, kala dokter yang tengah menangani persalinannya, memberikan instruksi.


Rasanya saat ini Berliana ingin sekali mengejan, namun sang dokter belum mengizinkan. Saat ini, Berliana tengah di temani oleh Agatha dan Bara, lalu dimana Radja? kenapa pria itu tidak menemani Berliana saat ini?


Jawabannya adalah, saat ini Radja tengah berguling, ditempat tidur yang tidak jauh dari sang istri. Radja tengah merasakan sakit pinggang serta perut,yang luar biasa sakit. Apa lagi saat Berliana mengalami kontraksi. Sepertinya Tuhan ingin berlaku adil pada Radja dan Berliana, si mantan duda itu bahkan mengigit bantal, kala sakit itu kembali menyerang.


"Mas Radja, kemana Ma?" tanya pelan Berliana.


Wanita itu terlihat begitu mengkhawatirkan keadaan Radja, apa lagi saat Bara memberitahunya, kalau sang suami tengah sakit perut.


"Radja ada, dia masih nenangin diri. Tuh, dia lagi gigit bantal, sambil jungkir balik." ucap santai Bara, si calon Opa ganteng itu, terus saja mengusap pelan perut buncit Berliana.


Berliana menoleh, benar saja diatas bangkar yang tidak jauh darinya, Radja terlihat tengah menungging, sembari mengigit bantal. Ingin tertawa, tapi takut durhaka, kalau tidak tertawa rasanya ada yang kurang.


"Ai?" panggil Berliana, wanita yang masih menghadapi pembukaan 9 itu, masih memiliki tenaga, untuk melemparkan bantal pada Radja.

__ADS_1


Radja yang tengah terpejam, terlihat menoleh. Masih dalam posisi menungging, kedua tatapan Berliana dan Radja bertemu. Si calon ibu itu menyunggingkan senyum pada sang suami. Sementara Radja, pria itu menatap lembut pada sang Ratu, kala melihat senyuman Berliana, Radja merasa sangat lemah.


Ternyata benar, wanita adalah makhluk yang paling kuat di muka bumi ini. Disaat dia tengah berjuang hidup dan mati saja, masih bisa tersenyum manis.


Radja perlahan turun dari atas bangkar rumah sakit, dia mengabaikan rasa sakit panas serta kram, diperut serta pinggangnya, selama beberapa jam ini. Radja melangkah mendekat pada Berliana, setelah cukup dekat salah satu tangannya terulur, untuk membelai wajah sayu sang Ratu.


"Maaf, aku ninggalin kamu tadi," ujar lembut Radja, dia merasa lemah saat ini, padahal Berliana saja yang tengah berjuang antara hidup dan mati, terlihat biasa saja.


"Pinggang kamu masih sakit?" tanya Berliana penuh khawatir.


Radja terlihat menggeleng, bahkan interaksi Berliana dan Radja, membuat Bara serta Agatha harus undur diri sejenak.


"Perut kamu masih kontraksi?" bukannya menjawab, Radja malah membalikan pertanyaan pada Berliana.


Wanita cantik itu mengangguk, dia memang tidak berbohong. Bahkan kontraksi perutnya semakin intens, saat pembukaan jalan lahi*rnya semakin bertambah.

__ADS_1


"Kayaknya, jagoan kita udah gak sabar lihat Papanya." ucap pelan Berliana, dahinya kembali berkerut kala merasakan perutnya kembali kontraksi. Bahkan secara tidak sadar, Berliana mencengkeram lengan Radja.


Padahal saat ini, sang Radja pun tengah merasakan apa yang tengah Berliana rasa. Keduanya saling menggenggam satu sama lain, menguatkan satu sama lain. Terutama untuk Berliana, Radja lebih senang menerima sakit ini sendiri, dari pada harus melihat sang Ratu kesakitan.


"Nyonya, sepertinya pembukaannya sudah sempurna. Proses persalinan normal, sudah bisa kita mulai," ujar sang dokter wanita lembut.


Berliana yang tengah menghirup napasnya dalam, hanya menganggukkan kepala pelan. Kedua tangannya, terlihat menggenggam kedua tangan Radja, bahkan Radja terlihat memberikan banyak kecupan di wajah sang Ratu.


"Mari, ikuti intruksi saya!" titah sang dokter.



**HOLLA MET PAGI EPRIBADEH


GIMANA PAGI INI, PADA SEHAT KAN

__ADS_1


YUK, JANGAN LUPA KLIK DUKUNGAN LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA


SEE YOU NEXT PART MUUUAAACCHH**


__ADS_2