
Radja terlihat memejamkan kedua matanya, tubuhnya dia senderkan dengan rileks dikepala ranjang. Radja membiarkan tubuh shirtleesnya terekspos, tubuh sempurna yang akan membuat para kaum hawa ketar ketir dibuatnya tidak terkecuali Berliana.
Berliana pasti akan langsung pingsan ditempat saat melihat 6 kotak roti balok diperut Radja. Roti tanpa selai itu sangat menggoda untuk digigit.
Oke back to topik, Radja menghela napasnya kasar, Perlahan senyumannya terbit. Kedua sudut bibir Radja terangkat, bahkan kedua netra hazelnya juga ikut terbuka.
"Queen?" senyuman Radja semakin melebar saat melihat Berliana tengah berjalan mendekat kearahnya. Kedua mata hazelnya terus saja menatap wajah cantik Berliana yang menurut Radja terlihat lebih sexy dari biasanya.
Radja hendak bangkit, namun salah satu tangan Berliana terulur untuk menahan tubuhnya. Darah Radja berdesir saat jari jati lentik terawat milik Berliana menyentuh dadanya. Jakunnya naik turun saat merasakan jari jari nakal itu semakin turun dan turun lagi, hingga mendarat tepat diperut berototnya.
"My King?" Radja memejamkan kedua matanya saat Berliana perlahan merapatkan tubuh padanya. Tubuh setengah telanjang Radja menempel sempurna dengan tubuh Berliana yang masih terbalut gaun navy tanpa lengan dengan belahan dada cukup rendah.
"Queen!" alarm peringatan mulai berdering diotak Radja, saat Berliana mulai menempelkan bibir dilehernya. Bahkan wanita itu memberikan sedikit hisapan yang membuat Radja melenguh secara tidak sadar.
"Tidak Queen, ini salah." Radja berusaha untuk tetap waras, namun ternyata godaan setan durjana semakin gencar. Radja bahkan mengadahkan kepalanya saat salah satu tangan Berliana mulai merangsak masuk kedalam celana traning yang dia pakai, dan berakhir di pisang Raja miliknya.
Astaga Radja sudah tidak bisa berfikir waras, dia meraih kepala Berliana dan segera melu*mat habis bibir sexy yang sedari tadi memancingnya untuk berbuat lebih. Napas Radja memburu, namun dia tidak berniat untuk menyudahi luma*tan, gigitan, serta hisapannya di bibir Berliana.
__ADS_1
Bahkan saat ini Radja sudah menguasai tubuh Berliana, dia segera membalikan keadaan tanpa mau melepaskan tautan bibir mereka.
"Aku milikmu My King." Gumaman Berliana disela sela luma*tan bibir dia dan Radja,dan itu membuat gairah Radja semakin terbakar.
Sraakk!
Dengan sekali tarikan dia berhasil menyingkirkan gaun yang dipakai oleh Berliana. Bukannya terkejut Berliana justru terlihat tersenyum menggoda, wanita itu segera menarik kembali leher Radja dan mengecap bibir merah Radja yang sudah membengkak akibat ulahnya.
"Kita tidak boleh melakukan ini, i-ini tidak benar Queen!" Radja berusaha menyingkir dari atas tubuh Berliana yang sudah setengah naked. Namun Berliana mencegahnya, wanita itu merangkul erat pundak Radja, senyuman manisnya terbit begitu saja. Satu tangannya terulur untuk mengusap jambang Radja yang terlihat mulai ditumbuhi bulu halus.
"Aku milikmu sayang, apanya yang salah? kita sudah menikah bukan?" Berliana kembali mengecup bibir merah Radja, lebih tepatnya bibir bengkak pria itu.
"Menikah? kapan? kapan kita menikah Queen?" Kening Radja berkerut heran, dan Berliana terlihat menyungingkan senyuman tipis pada Radja.
Bukanya menjawab Berliana malah mendorong tubuh Radja dengan kasar, hingga membuat Pria itu terjungkal kebelakang.
Brruukk!
__ADS_1
Tubuh Radja terguling dari tempat tidurnya, pria itu meringis sembari mengumpulkan kembali kesadarannya.
"Shii*t!" Radja mengumpat pelan sembari meraup wajahnya kasar. Ternyata itu semua hanya mimpi? Radja menggelengkan kepalanya berkali kali, dan berakhir saat dia menatap kearah selangkangannya.
"Double shii*t!" Radja kembali mengumpat kasar saat melihat area selangkangannya terasa basah dan lembab.
"Astaga aku mimpi basah? padahal aku dan Queenza belum sempat melakukannya, tapi kenapa? sialan! kenapa kau begitu murahan huh, baru disentuh dalam mimpi saja sudah baparen. Apa lagi kalau Queenza menyentuhmu di dunia nyata!"
Radja mengusap kasar rambutnya, dia menoleh kearah tempat tidur kecil yang tidak jauh darinya. Lora kecil masih tertidur lelap dengan empeng dimulutnya.
"Untung saja Lora tidak terbangun, Astaga Radja kenapa kau jadi duda mesum begini?" Radja segera menuju kamar mandi yang ada didalam kamarnya untuk membersihkan diri dari sisa sisa pelepasannya tadi, walaupun secara tidak sadar.
**YUHUUUUUUUU JANGAN LUPA BUAT LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA
SEE YOU NEXT TOMORROW BABAYY MUUUUAAAAACCCHHHHH**
__ADS_1