Duku Mateng(Duda Kuat Mapan Dan Ganteng)

Duku Mateng(Duda Kuat Mapan Dan Ganteng)
Target Salah


__ADS_3

Berliana terus saja melirik kearah spion, wanita itu berkali-kali menekan pedal gas kencang. Dahinya semakin berkerut kala mobil Jeep putih yang ada dibelakang terlihat terus saja mengikutinya.


"Mobil siapa sih?" monolog Berliana sendiri, dia membanting stir kearah lain guna menghindari mobil Jeep asing yang tengah mengikutinya.


Namun ternyata mobil itu semakin melaju, Berliana menghela napas kasar, karena baru kali ini dia membawa mobil dalam kecepatan maksimal.


"Oh ayolah ini gak lucu!" gerutunya kesal, dia kesal karena tidak tahu apa yang sedang terjadi saat ini. Kenapa mobil itu terus saja mengikutinya.


"Apa aku turun aja, terus nyamperin mereka gitu? tapi kalau mereka mainnya keroyokan gimana? bisa jadi duda lagi Pisang Rajaku." ocehnya, bahkan disaat seperti ini Berliana masih mengingat si pisang raja.


Wanita itu semakin memainkan stir mobil, bahkan saat Berliana meliuk- liukan laju mobil, dan terus saja berputar dijalan, mobil Jeep putih yang tengah mengikutinya mengikuti gerakan mobil Berliana.


"Apa kita sudah gila? kenapa kita mengikuti gerakan mobil itu? tabrak saja apa susahnya!" protes salah satu pria yang ada didalam Jeep putih.


Sang rekan yang tengah menjadi supir terlihat menoleh, lalu menganggukkan kepala. Si pria bertindik itu semakin menginjak keras pedal gas, dan saat mobil Alphard yang tengah dikendarai target sudah dekat, dia mulai menabrak bagian belakang mobil Alphard.


"Yang kencang bodoh!" umpat rekannya.


Si pria bertindik berdecak, namun tak urung dia juga mengikuti saran rekannya.


Namun saat kedua kalinya, mobil Alphard itu memilih untuk membanting stir ketrotoar jalan. Kedua pria itu mengumpat kala melihat mobil Alphard targer terhenti karena menabrak tiang lampu.

__ADS_1


"Apa target kita sudah mati?" tanya si pria dengan tindik pada rekannya.


"Ayo, kita pastikan!" mereka memundurkan mobil untuk mendekati mobil Alphard yang sudah tidak bergerak lagi.


Jalanan didaerah itu terlihat lenggang, jadi tidak ada saksi mata yang melihat kejadian itu.


"Kau turun!" si pria bertindik mendorong tubuh rekannya untuk memastikan.


Walaupun ragu pria itu tetap mengikuti perintah rekannya, setelah dekat dengan mobil target mereka, pria itu terlihat mengintip lewat kaca mobil. Seperdetik kemudian kedua matanya melotot saat melihat orang yang ada didalam mobil.


"Dia wanita? sialan!" pria itu segera membalikan tubuh, dan kembali kearah mobilnya.


Brak!


"Bagaimana? apa dia sudah mati?" tanyanya, kedua matanya berbinar seakan tidak sabar mendengar kabar buruk target mereka.


"Aku yakin dia terluka parah, mungkin kritis. Tapi sayang dia bukan target kita, dia seorang wanita bodoh! sekarang apa yang harus kita katakan pada Boss!" erang frustasinya


"Lalu sekarang kita harus bagaiman...," ucapannya sedikit terbata.


"Nyalakan mobil ini segera bodoh! kau pikir mau apa lagi? mau menunggu masa mengoroyok kita huh!" umpat kesal dia pada si pria bertindik, tanpa menunggu mereka segera meninggalkan lokasi. Kini tinggalah mobilĀ  Alphard yang dikendarai Berliana yang masih berada disana.

__ADS_1


Dari dalam mobil terdengar erangan halus, Berliana yang sempat pingsan karena terbentur stir mobil. Sabuk pengamannya tidak bisa mengamankan dahi cantiknya dari benturan.


"Sssstt," desisnya kala merasakan kepalanya sedikit perih dan berdenyut.


Berliana memijat dahinya pelan, kedua matanya masih tertutup untuk menghilangkan rasa pening yang kini menyerang kepala.


Wanita itu membuka kedua mata kala merasakan cairan keluar dari dahi, satu tangan terulur untuk menyentuhnya.


"Sampai berdarah gini, dasar orang gila! ada masalah hidup apa mereka sama aku?" gerutunya pelan, kedua mata hitam beningnya meneliti body mobil yang menabrak tiang lampu jalan. Berliana menghela napas kasar, dia yakin kalau mobil milik sang suami ini terluka parah lebih darinya.


"Ini mobil bisa nyala lagi gak sih, kalau rusak gimana? aduh, kalau gak nyala gimana?" monolognya, pikiran Berliana malah tertuju pada mobil, bukan dirinya sendiri.


"Bang Gala, aku telpon Bang Gala aja deh, suruh seret nih mobil kebengkel." lanjutnya lagi sembari merogoh sling bag miliknya yang jatuh kebawah.



**HOLLA MET PAGI EPRIBADEH


JANGAN LUPA BUAT KLIK LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA


UDAH SENIN AJA NIH HIHII

__ADS_1


SEE YOU NEXT PART MUUUAAACCHH**


__ADS_2