Duku Mateng(Duda Kuat Mapan Dan Ganteng)

Duku Mateng(Duda Kuat Mapan Dan Ganteng)
Boneka Chukhy


__ADS_3

Berliana membasuh kedua tangan dengan air, setelah dia menyelesaikan hajatnya. Saat ini dia masih berada di cafe, namun didalam toiletnya. Berliana tadi pamit pada Radja untuk pergi  ke toilet, dan kini wanita itu tengah menatap wajahnya sendiri didepan cermin besar.


Keadaan sekitar terlihat biasa saja, para pengunjung wanita secara bergantian mengantri untuk memakai toilet ini. Hingga keadaan berubah, saat ada wanita yang baru saja masuk kedalam toliet, wanita itu tiba tiba saja sedikit mendorong tubuh Berliana hingga bergeser kesisi, dan hampir terjungkal. Untung saja Berliana memakai sepatu kets bukan heels, kalau dia memakai heels sudah pasti tubuhnya akan mudah limbung.


"Hallo mbaknya, bukan orang Indonesia ya?" Berliana tidak terima, dengan perlakuan wanita yang tengah menampilkan wajah tidak bersalah padanya. Wanita yang tadi satu meja dengannya, siapa lagi kalau bukan Anjeli si boneka chucky.


"Memangnya kenapa kalau saya bukan orang Indonesia?"  Wanita itu menghadap Berliana, karena dia memakai sepatu hak tinggi otomatis tinggi tubuhnya melebihi Berliana saat ini. Kalau dia tidak memakai heels 15centi meter, mungkin tinggi tubuhnya hampir sama dengan Berliana, yaitu 165centi meter.


"Pantas saja suka main serobot, karena orang Indonesia itu tidak suka main serobot. Antri dulu yang benar dan rapi, bukan main serobot tempat yang lagi dipakai sama orang." ucap Berliana kesal.

__ADS_1


Berliana membalas dengan cara mendorong bahu si wanita dengan telunjuknya, dan sedikit kencang, hingga tubuh Anjeli hampir terhuyung bahkan terjerembab kelantai, kalau saja tidak ada orang dibelakang tubuhnya.


"Hati hati dong Mbak, makanya jangan suka nyerobot jadi orang! gak Indonesia banget! eh maaf Mbaknya bukan orang Indonesia ya, benar kata Mbak itu."


Wanita itu terus saja memojokkan Anjeli, bahkan menatap sinis pada wanita berwajah khas India itu. Wajahnya Anjeli memang begitu cantik bak boneka India, namun kelakuannya mirip sekali dengan boneka chucky.


Berliana tersenyum tipis pada wanita yang baru saja keluar dari dalam ruangan itu, kini hanya menyisakan dia dan Anjeli didalam toilet.


Berliana menaikan sebelah alisnya, saat menatap Anjeli yang tengah bersidekap dada.

__ADS_1


"Maksudmu apa Mbak?" Berliana tidak terpancing, dia tetap tenang dan kembali membasuh tangannya yang sudah dia beri sabun.


"Tidak usah pura pura bodoh, kamu pasti tahu kalau Arjun itu menyukaimukan! makanya tadi kamu sengaja membuatnya cemburu dengan cara bermesraan dengan Radja, sepupunya!" Anjeli terus saja menuduh Berliana yang bukan bukan.


'Sepupu? Radja dan Arjuna sepupu? apa itu benar? tapi kenapa interaksi mereka tidak menunjukan kalau mereka itu saudara? bahkan saat aku mengenalkan mereka saat di meeting itu Radja dan Arjuna seakan tidak saling mengenal, sebenarnya mereka itu kenapa?'  Berliana mulai tertarik dengan ucapan yang dilontarkan oleh Anjeli si boneka chucky.


"Mbak, maaf ya saya memang tidak tahu dan tidak mau tahu, kalau calon tunangan mbaknya itu suka sama saya. Tapi kalau memang calon tunangan Mbak suka sama saya, ya itu bukan urusan saya. Kan dia yang suka sama saya, bukan saya yang suka sama dia. Jadi yang perlu Mbaknya cecar itu, calon tunangan situ bukan saya! lagian saya juga sudah memiliki calon saya sendiri, maaf sedikit pun saya tidak tertarik dengan calon tunangan situ!" sarkasnya.


Berliana mengibaskan rambut panjangnya kearah wajah Anjeli dengan sengaja, Berliana benar benar tidak terima wanita itu tiba tiba menuduhnya yang bukan bukan. Apa lagi sampai menuduhnya mencari perhatian si Arjuna, calon tunangannya itu. Mohon maaf saja ya, tanpa mencari perhatian pun seluruh perhatian pria sudah tertuju padanya.

__ADS_1


Bolehkan sombong? boleh dong, orang cantik, pintar, elegan, bar bar dan galak serta calon istri duku mateng itu, dihalalkan sombong untuk orang orang modelan seperti Anjeli dan sejenisnya.



__ADS_2