
"Kamu bahagia My Queen?" bisik Radja disela sela dansa mereka,bahkan saat ini kedua kening mereka saling bersetuhan, hembusan napas hangat bisa mereka rasakan diwajah masing masing.
Iringan lagu Jab Se Mera Dil masih belum berganti,sepertinya lagu yang diputar oleh operator pesta begitu pas untuk sepasang pengantin dan para tamu undangan berdansa.
"Sangat." jawaban singkat dan jelas dari Berliana sudah mewakili seluruh rasa yang ada didalam hatinya. Walaupun pernikahan mereka terkesan terburu buru, bayangkan hanya satu minggu. Namun Barata dan Rajasa mampu menghandle semuanya, dibantu oleh banyak pihak. Semuanya akan berjalan lancar kalau uang sudah ikut bergerak didalamnya bukan.
Radja tersenyum mendengar jawaban Sang Ratu, pria itu menjauhkan sedikit tubuhnya lalu memutar tubuh Berliana mengikuti alunan musik. Berliana yang memang dari lahir tidak bisa berdansa, hanya bisa mengikuti gerakan Radja seadanya. Radja yang saat ini banyak mengontrol tubuhnya saat bergerak.
Sepasang pengantin baru itu tidak luput dari mata kedua orang tua mereka masing masing. Rajasa terlihat merangkul pinggang Soraya sembari mengendong Lora disebelah tangannya, sedangkan Bara dan Agatha terlihat tengah joget bersama Cia Yasmine Galaska dan Ragata, ingat joget bukan berdansa. Namun kedua mata Agatha dan Bara tidak bisa lepas dari sang Berlian yang terus saja mengembangkan senyumannya.
__ADS_1
'Semoga kamu selalu bahagia Berliannya kami, begitu pun dengan Elira.' suara hati Agatha dan Bara bersamaan
Kedua mata mereka pun tidak lepas dari Elira yang tengah bertepuk tangan sembari tertawa kala melihat Cia Yasmine dan Ambaresa meliuk liuk tidak jelas dilantai dansa.
Dan tawa Elira itu diam diam diperhatikan seseorang yang juga tengah menari bersama Cia dan Yasmine. Salah satu sudut bibirnya terangkat kala melihat tawa lepas Elira.
Lagu berganti, kini Hua Hain Aaj Pehli Baar. Nada lagu yang terkesan lebih modern membuat gerakan dansa mereka semakin bervariasi. Bahkah untuk menari sendiri pun lagu hindi ini begitu pas, sepertinya operator pesta ini jomblo sama serperti para wanita muda yang tengah menari dengan bebas. Melupakan pekerjaan yang menumpuk, dan merehatkan hati serta otak sejenak.
Radja dan Berliana sedikit terkejut saat tubuh mereka ditarik seseorang, Berliana tertawa kecil saat sang suami ditarik oleh Ambar,Yasmine dan Cia menjauh darinya. Sedangkan Berliana sendiri ditarik oleh Raga dan Galaska. Sayangnya dipesta ini keluarga Arlan tidak bisa hadir karena ada sesuatu hal yang tidak memungkinkan, semenjak kepergian Nenek Mella, Arlan dan istri serta anak anak mereka memutuskan untuk pindah kedaerah karena tugas dari negara. Bunda Anin pun tidak bisa berbuat apa apa, dia hanya bisa mendoakan adik satu satunya itu agar selalu baik baik saja.
__ADS_1
Papa Dellon dan Mama Rika pun sudah pergi terlebih dahulu sekitar 5 tahun yang lalu, mereka berdua pergi meninggalkan dunia ini hanya berbeda 2bulan saja. Semua keluarga hanya bisa mengikhlaskan mereka semua, dan berdoa yang terbaik untuk orang orang yang mereka sayangi.
"Gak usah dilihat terus Kakak iparnya, tenang Kak gak bakalan hilang kok." Ambar berucap jahil pada Radja, Cia dan Yasmine terkikik geli melihat wajah kakak ipar mereka yang terlihat tidak rela dipisahkan dengan istrinya.
Apa lagi saat melihat Berliana tertawa kala berdansa dengan Ragata, Radja berdecak pelan, jujur dia cemburu walaupun Raga itu adalah Om dari sang Istri. Percikan api api cemburu perlahan membakar hatinya, Radja hanya ingin sang Ratu selalu dalam genggamannya. Tidak akan dia biarkan para pejantan lain mendekati Sang Ratu.
'Kita liihat saja nanti malam, Sayang.' gumam Radja didalam hati.
__ADS_1